Suasana Apel Pagi Sukwan Kebersihan DLH Kota Tasikmalaya Mendadak Tegang
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Suasana apel pagi petugas kebersihan di Kota Tasikmalaya yang biasanya berlangsung rutin berubah menjadi momen penagihan janji kepada pejabat pemerintah, Senin (19/5/2026). Sebanyak 116 petugas kebersihan berstatus sukarelawan (sukwan) menuntut kejelasan terkait janji pemberian reward yang sebelumnya disampaikan oleh Hanapi saat masih menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Aksi tersebut terjadi di Bale Wiwitan, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kota Tasikmalaya, saat agenda apel pagi sekaligus pelepasan kegiatan pungut sampah. Para petugas yang hadir mengenakan seragam kerja kebersihan, namun kehadiran mereka pagi itu bukan semata menjalankan rutinitas, melainkan meminta kepastian atas janji yang hingga kini belum terealisasi.

Apel pagi dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Hanapi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), serta seluruh camat se-Kota Tasikmalaya.
Situasi menjadi sorotan ketika perhatian para petugas tertuju kepada Hanapi, yang disebut sebagai pihak yang pernah menjanjikan bentuk apresiasi kepada para sukwan atas dedikasi mereka menjaga kebersihan kota.
Janji Reward Belum Terealisasi
Berdasarkan informasi yang berkembang di lokasi, janji pemberian reward itu disampaikan Hanapi saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya. Reward tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para petugas kebersihan yang selama ini bekerja di lapangan dengan berbagai keterbatasan.
Namun setelah Hanapi berpindah jabatan menjadi Plh Sekda Kota Tasikmalaya, janji tersebut belum juga terealisasi. Kondisi itu memunculkan kekecewaan di kalangan petugas kebersihan, yang merasa harapan mereka dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

Bagi para sukwan, persoalan ini bukan semata soal materi. Janji yang disampaikan pejabat publik dianggap sebagai bentuk komitmen yang seharusnya ditepati, terlebih kepada para petugas yang setiap hari menjalankan tugas menjaga kebersihan kota.
Pemkot Janji Cari Solusi
Menanggapi situasi tersebut, Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara berupaya menenangkan suasana. Di hadapan para petugas, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya memahami kontribusi besar para sukwan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia meminta para petugas tetap menjalankan tugas seperti biasa sambil menunggu kejelasan terkait persoalan administratif yang berkaitan dengan janji pemberian reward tersebut.
“Pemerintah tidak menutup mata. Saya minta bapak ibu tetap semangat bekerja. Soal reward yang dijanjikan, kita akan cek dan carikan jalan keluarnya,” ujar Diky.
Sementara itu, Hanapi yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak memberikan pernyataan langsung terkait tuntutan yang disampaikan para petugas. Ia terlihat mendampingi jalannya apel tanpa memberikan respons terbuka di hadapan peserta.
Meski suasana sempat memanas, kegiatan pelepasan petugas kebersihan untuk menjalankan tugas pungut sampah tetap berlangsung sesuai agenda.
Sorotan soal Komitmen Pejabat Publik
Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan antara petugas lapangan dengan pejabat pemerintah. Para sukwan yang selama ini bekerja di sektor pelayanan publik dengan keterbatasan status kerja berharap adanya penghargaan yang konkret atas kontribusi mereka.
Aksi penagihan janji ini juga menjadi pengingat bahwa ucapan pejabat publik memiliki konsekuensi moral di mata masyarakat. Ketika komitmen yang pernah disampaikan belum terealisasi, kepercayaan publik berpotensi tergerus.
Kini, perhatian tertuju pada langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menindaklanjuti persoalan tersebut. Para petugas kebersihan menunggu apakah janji yang pernah diucapkan benar-benar akan diwujudkan, atau kembali menjadi sekadar catatan yang terlupakan. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar