Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » DPRD Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Anggaran Perjalanan Dinas Capai Rp7,1 Miliar

DPRD Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Anggaran Perjalanan Dinas Capai Rp7,1 Miliar

  • account_circle Deny Heryanto
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat kembali menjadi sorotan di daerah. Di tengah arahan penghematan belanja negara, alokasi anggaran perjalanan dinas di lingkungan DPRD Kabupaten Tasikmalaya justru memicu polemik.

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Swakelola Tahun Anggaran 2026, total anggaran perjalanan dinas bagi legislatif mencapai angka fantastis, yakni Rp7,1 miliar. Besarnya nominal tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai komitmen lembaga legislatif terhadap semangat efisiensi yang dicanangkan pemerintah.

Sorotan tajam datang dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, hingga aktivis. Mereka menilai, besarnya anggaran tersebut tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Anggaran Perjalanan Dinas Jadi Perhatian Publik

Dalam rincian anggaran yang beredar, hampir seluruh aktivitas kelembagaan dewan memuat komponen perjalanan dinas.

Mulai dari pembahasan rancangan peraturan daerah, penyusunan kode etik, rapat pembahasan anggaran, hingga kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat, seluruhnya dianggarkan dengan nilai yang tidak sedikit.

Untuk pembentukan peraturan daerah saja, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Sementara penyusunan kode etik dewan menelan biaya lebih dari Rp100 juta.

Tak hanya itu, sejumlah agenda rapat koordinasi dan konsultasi juga mencantumkan paket pertemuan di luar daerah. Kondisi ini memunculkan tuntutan akan Transparansi dan Anggaran Perjalanan Dinas anggota dewan.

Inpres Efisiensi Dinilai Belum Membumi

Pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden telah menekankan pentingnya efisiensi belanja, termasuk dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas.

Di tingkat daerah, Bupati Tasikmalaya pun telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur langkah serupa.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya perbedaan implementasi, khususnya di lingkungan legislatif.

Kondisi tersebut memicu kritik bahwa semangat penghematan belum sepenuhnya diinternalisasi oleh seluruh lembaga pemerintahan.

Kritik Tajam dari Aktivis dan Akademisi

Presiden Komunitas Masyarakat Transparansi (KMRT), Ahmad Rifa, secara terbuka mengkritik besarnya anggaran tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan minimnya sensitivitas terhadap situasi ekonomi masyarakat.

“Wakil rakyat seharusnya menjadi teladan dalam menerapkan efisiensi, bukan justru tampil kontradiktif,” ujarnya.

Senada, Koordinator PSU, Septian Hadinata, menilai alokasi tersebut menjadi indikator bahwa sebagian anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.

Ia menegaskan bahwa anggaran publik harus diprioritaskan pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Studi Banding di Era Digital

Kritik juga datang dari kalangan akademisi. Wakil Rektor III Universitas KH. Ruhiat Cipasung, Dr. Asep M. Tamam, menyoroti relevansi studi banding di tengah kemajuan teknologi informasi.

Menurutnya, era digital telah menyediakan akses informasi yang sangat luas.

Banyak referensi kebijakan, regulasi, hingga praktik terbaik dari daerah lain dapat dipelajari secara daring tanpa harus melakukan kunjungan fisik.

“Jika tujuannya hanya untuk belajar, teknologi sudah sangat memadai. Efisiensi harus menjadi budaya baru,” katanya.

Pernyataan ini memperkuat tuntutan akan Transparansi dan Anggaran Perjalanan Dinas anggota dewan.

Kontras dengan Langkah Eksekutif

Di saat legislatif disorot, Pemerintah Kota Tasikmalaya justru mengambil langkah penghematan yang cukup konkret.

Sejumlah pejabat diketahui mulai menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas kedinasan. Mobil dinas bahkan dikurangi penggunaannya sebagai bentuk efisiensi bahan bakar.

Perbandingan ini semakin menegaskan pentingnya konsistensi seluruh unsur pemerintahan dalam menjalankan kebijakan penghematan. (DH) 

  • Penulis: Deny Heryanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Indonesia Dilarang Main Medsos

    70 Juta Anak Indonesia Dilarang Main Medsos Mulai 28 Maret

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 14
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA NASIONAL — Mulai 28 Maret 2026, pemerintah resmi menerapkan kebijakan baru yang membuat anak Indonesia dilarang main medsos jika belum berusia 16 tahun. Aturan ini diperkirakan berdampak pada sekitar 70 juta anak Indonesia, sehingga menjadi salah satu regulasi digital paling besar yang pernah diterapkan di Tanah Air. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk […]

  • Sudah Saatnya Warga Ikut Menjaga Mereka yang Menjaga Kota

    Sudah Saatnya Warga Ikut Menjaga Mereka yang Menjaga Kota

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 26
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, TASIKMALAYA — Setiap dini hari, ketika sebagian besar warga masih tertidur, para pengangkut sampah sudah mulai bekerja menyusuri sudut-sudut Kota Tasikmalaya. Mereka mengangkat karung demi karung sampah, mendorong gerobak berat, dan membersihkan tumpukan limbah yang ditinggalkan warga setiap harinya. Pekerjaan itu bukan sekadar melelahkan. Mereka harus berhadapan langsung dengan bau menyengat, cairan kotor, cuaca ekstrem, […]

  • WFH bagi ASN Mulai Berlaku Usai Lebaran 2026, Hemat BBM atau Bumerang?

    WFH bagi ASN Mulai Berlaku Usai Lebaran 2026, Hemat BBM atau Bumerang?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 42
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, NASIONAL – Pemerintah memastikan akan menerapkan kebijakan WFH bagi ASN (Work From Home) selama satu hari dalam sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Kebijakan ini juga didorong untuk diikuti oleh sektor swasta, dengan pengecualian pada layanan publik yang tetap harus berjalan normal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa aturan teknis masih […]

  • Kota Tasikmalaya: Plh Sekda Tasikmalaya Segera Ditunjuk

    Kota Tasikmalaya: Plh Sekda Tasikmalaya Segera Ditunjuk

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya untuk sementara akan kosong seiring keberangkatan Sekda definitif, Asep Goparulloh, menunaikan ibadah haji pada 13 Mei 2026. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi strategis tersebut sebagai Pelaksana Harian (Plh). Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, akhirnya memberikan sinyal terkait calon […]

  • Unitas Bentuk Satgas PPKPT, Wujudkan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan

    Unitas Bentuk Satgas PPKPT, Wujudkan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 17
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi meluncurkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT, Selasa (28/4/2026). Peluncuran tersebut digelar di aula kampus dan dirangkaikan dengan seminar edukasi yang dihadiri mahasiswa, pelajar, guru, serta sejumlah pemangku kepentingan. Pembentukan Satgas PPKPT menjadi langkah konkret Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) dalam […]

  • Rentetan OTT Kepala Daerah, Alarm Krisis Integritas dan Kepercayaan Publik

    Rentetan OTT Kepala Daerah, Alarm Krisis Integritas dan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 18
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, OPINI – Dalam hitungan bulan, sejumlah kepala daerah kembali tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbaru, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman diamankan dalam operasi KPK di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam waktu yang relatif berdekatan. Sebelumnya, sempat menarik perhatian publik juga ketika Komisi […]

expand_less