Sopir Ekspedisi Ngamuk, Siram Air Keras ke 9 Pegawai Konveksi di Tasikmalaya
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kasus air keras Tasikmalaya menggegerkan warga setelah seorang sopir ekspedisi diduga melakukan aksi penyiraman cairan berbahaya terhadap pekerja konveksi di Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (4/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB dan mengakibatkan sembilan orang menjadi korban.

Kronologi Kejadian di Lokasi Konveksi
Berdasarkan keterangan saksi dan korban, pelaku datang ke lokasi dengan mengenakan helm dan jas hujan berwarna gelap, sehingga identitasnya tidak langsung dikenali.
Setibanya di rumah produksi konveksi, pelaku diduga langsung bertindak agresif dan menyiramkan cairan yang dibawanya ke arah para pekerja.
Salah satu korban, Abdul Holik, mengaku pelaku datang sambil berteriak dan membawa botol berisi cairan tersebut.
“Dia datang teriak-teriak, pakai helm dan jas hujan, bawa botol putih,” ujarnya saat mendapatkan perawatan.
9 Korban, 6 Alami Luka Bakar Serius
Akibat kejadian ini, sembilan orang dilaporkan menjadi korban. Enam di antaranya mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan penanganan intensif.
Para korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo serta fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Tenaga medis menyebutkan bahwa sebagian korban mengalami luka cukup berat akibat paparan cairan kimia tersebut
Pelaku Diduga Kurir yang Sering Datang ke Lokasi
Dari informasi awal, pelaku diketahui merupakan sopir ekspedisi atau kurir yang sebelumnya kerap mengantarkan barang ke lokasi konveksi tersebut.
Motif aksi masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi atau konflik tertentu.
Polisi Amankan Pelaku di Lokasi
Petugas dari Satreskrim Polresta Tasikmalaya bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian.
Polisi juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Warga Sempat Panik
Insiden ini sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar. Warga yang berada di dekat lokasi berusaha menyelamatkan diri saat kejadian berlangsung.
Beberapa di antaranya juga membantu mengevakuasi korban sebelum petugas datang.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, kasus penyiraman air keras Tasik masih dalam penanganan kepolisian. Aparat tengah mendalami motif serta latar belakang pelaku melakukan aksi tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Kasus air keras Tasikmalaya ini menjadi peringatan serius terkait potensi kekerasan di lingkungan kerja. Kejadian yang melibatkan sopir ekspedisi ini tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga trauma bagi warga sekitar. (dh)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar