Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Tasikmalaya
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pasca deklarasi Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) pada 12 Februari 2026 di Kota Tasikmalaya, komunitas ini mulai mengimplementasikan program kerja awal yang berfokus pada penguatan kemitraan lintas sektoral. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tasikmalaya, sebagai upaya membangun ekosistem informasi yang konstruktif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam agenda tersebut, delegasi SWAKKA mengunjungi dua instansi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Penguatan Sinergi dengan Diskominfo
Audiensi pertama dilakukan di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya. Rombongan SWAKKA disambut langsung oleh Kepala Diskominfo, H. Amran Saefullah, S.E., M.M. Dalam pertemuan tersebut, Amran menyampaikan apresiasi atas terbentuknya komunitas SWAKKA sebagai wadah kolaboratif bagi wartawan dan konten kreator.
Menurutnya, kehadiran komunitas seperti SWAKKA menjadi elemen penting dalam mendukung penyebaran informasi yang sehat di era digital. Ia menilai bahwa peran wartawan dan kreator konten kini semakin strategis, terutama dalam menangkal disinformasi dan memperkuat literasi digital masyarakat.
“Pemerintah daerah tentu menyambut baik inisiatif ini. Kami berharap SWAKKA dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Presidium SWAKKA, Diki Sam’ani, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA adalah untuk membuka ruang kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dengan Diskominfo sebagai leading sector dalam pengelolaan informasi publik.
Diki juga memaparkan sejumlah program yang dirancang oleh SWAKKA, di antaranya pelatihan literasi digital, workshop jurnalistik bagi konten kreator pemula, serta kampanye informasi positif di media sosial. Program-program tersebut mendapat respons positif dari pihak Diskominfo.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk membuka ruang diskusi lanjutan guna merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret dan terarah.
Audiensi dengan Kesbangpol: Dorong Legalitas dan Sinergi Organisasi
Setelah pertemuan dengan Diskominfo, agenda silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA dilanjutkan ke kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tasikmalaya. Delegasi SWAKKA diterima langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol, Drs. Ade Hendar, M.M., didampingi Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Ajat Sudrajat, S.H., M.H.

Dalam pertemuan tersebut, pihak SWAKKA menyampaikan maksud dan tujuan organisasi, termasuk visi untuk menjadi wadah aspiratif bagi insan media dan kreator digital di Tasikmalaya. Selain itu, dibahas pula pentingnya sinergi antara komunitas dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas informasi dan memperkuat persatuan masyarakat.
Kepala Kesbangpol menyambut baik kehadiran SWAKKA dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung kegiatan komunitas, selama berada dalam koridor kewenangan dan tugas pokok fungsi (tupoksi) instansi.
Ia juga menekankan pentingnya aspek legalitas organisasi sebagai syarat utama untuk menjalin kerja sama formal dengan pemerintah daerah. SWAKKA dipersilakan untuk menempuh prosedur administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Selama secara legal formal sudah terpenuhi, Kesbangpol sangat terbuka dan siap mengakomodasi, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Peran Strategis Komunitas di Era Digital
Kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA ini mencerminkan meningkatnya peran komunitas berbasis media dan digital dalam pembangunan daerah. Di tengah derasnya arus informasi, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan produktif.
Fenomena maraknya hoaks, disinformasi, serta polarisasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan pendekatan kolaboratif. Dalam konteks ini, SWAKKA diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat, media, dan pemerintah dalam menyampaikan informasi yang valid dan berimbang.
Selain itu, keberadaan komunitas ini juga berpotensi mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis konten digital, yang saat ini menjadi salah satu sektor unggulan dalam pembangunan nasional.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kolaborasi
Baik Diskominfo maupun Kesbangpol Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapan untuk melanjutkan komunikasi dan diskusi dengan SWAKKA dalam rangka merumuskan program-program kolaboratif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA, diharapkan terbangun hubungan kemitraan yang solid antara komunitas dan pemerintah, serta tercipta sinergi dalam membangun ekosistem informasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Langkah awal ini menjadi fondasi penting bagi SWAKKA untuk terus berkembang sebagai komunitas yang tidak hanya aspiratif, tetapi juga solutif dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital. (red)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar