Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Dinkes Garut Sebut Jadi Angin Segar
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA GARUT – Universitas Garut (Uniga) kembali melahirkan tenaga kesehatan baru. Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII yang digelar di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026).
Momentum tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyebut kehadiran puluhan apoteker baru ini menjadi kabar baik di tengah masih tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.

Dengan jumlah penduduk Kabupaten Garut yang telah mencapai sekitar 2,8 juta jiwa, kebutuhan terhadap tenaga kesehatan yang memadai dinilai masih menjadi tantangan besar. Tak hanya dokter spesialis, kekurangan juga terjadi pada tenaga apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi, hingga analis kesehatan.
“Kami sangat berbahagia, terutama di lingkungan Dinas Kesehatan, karena mendapatkan tambahan pasukan tenaga kesehatan. Hal ini memang sangat kami butuhkan karena saat ini kita masih kekurangan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ujar Leli Yuliani dalam sambutannya.
Menurutnya, bertambahnya tenaga apoteker baru di Garut diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan kesehatan, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Apoteker Punya Peran Strategis dalam Keselamatan Pasien
Leli menegaskan bahwa profesi apoteker memegang posisi vital dalam sistem pelayanan kesehatan. Peran mereka bukan hanya berkaitan dengan pengelolaan obat, tetapi juga menyangkut mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Ia menilai, para lulusan baru tersebut memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan profesional sekaligus menjadi bagian dari upaya edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Peran para apoteker ini sangat strategis, karena di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien itu berada,” katanya.
Dinas Kesehatan Garut, lanjut Leli, berharap para apoteker baru tidak hanya fokus pada karier profesional, tetapi juga mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperluas akses edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Garut sendiri masih menjadi pekerjaan rumah, mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang terus berkembang, sehingga distribusi tenaga kesehatan yang merata menjadi aspek penting dalam peningkatan kualitas layanan.
Uniga Bangga, Kelulusan Apoteker Angkatan XIII Capai 100 Persen
Di sisi akademik, Universitas Garut mencatat capaian membanggakan. Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh peserta yang dinyatakan lulus, dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.
Menurut Irfan, pencapaian tersebut menunjukkan semangat, konsistensi, dan kekompakan mahasiswa dalam menempuh pendidikan profesi yang dikenal memiliki tantangan tinggi.
“Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100 persen. Ini adalah suatu bukti kekompakan Anda semua dalam menjaga stamina dan semangat kebersamaan melalui fase pendidikan di Universitas Garut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengambilan sumpah profesi apoteker memiliki makna khusus, sehingga tidak disatukan dalam rangkaian wisuda umum kampus. Menurutnya, sumpah profesi bukan sekadar seremoni administratif, tetapi tonggak awal memasuki dunia pengabdian profesional.
“Hari ini bukan sekadar seremonial akademik, tetapi tonggak perjalanan saudara sekalian yang memasuki profesi yang mulia. Ini adalah profesi yang menuntut ilmu, integritas, ketelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta membawa nama baik almamater dalam perjalanan karier mereka.
Momen Haru Warnai Prosesi Sumpah Apoteker
Prosesi pengambilan sumpah turut diwarnai suasana haru. Perwakilan apoteker baru, Sution, menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), serta seluruh civitas akademika FMIPA Uniga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
Dengan penuh emosional, ia menyebut jas profesi yang dikenakan bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan representasi perjuangan panjang dan dedikasi para pengajar yang telah membimbing mereka.
“Mengenakan jas kebanggaan kami, lihatlah kami. Jas ini bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang sudah menuntun kami hingga sampai saat ini,” ucap Sution.
Bertambahnya 41 apoteker baru ini diharapkan menjadi energi baru bagi sektor kesehatan di Kabupaten Garut, terutama dalam memperkuat pelayanan farmasi dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar