Garut: Penemuan Mayat di Selokan Cibatu
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA GARUT – Warga Kampung Salagedang, RT 001 RW 003, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di dalam selokan pada Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 06.00 WIB.
Penemuan mayat di selokan Cibatu tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Lokasi yang biasanya menjadi tempat pembuangan sampah itu mendadak dipadati masyarakat yang penasaran.

Ditemukan Warga Saat Memeriksa Selokan
Kapolsek Cibatu, AKP Amirudin Latif, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut dia, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah memeriksa kondisi selokan di sekitar lokasi.
“Saksi awalnya curiga karena area tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah. Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata ada seorang pria dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Amirudin.
Temuan itu segera dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Identitas Korban Sempat Misterius
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam lengan panjang, celana panjang berwarna cokelat, serta sepatu. Awalnya, identitas korban belum diketahui.
Petugas Polsek Cibatu kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, polisi menemukan sejumlah dokumen identitas, di antaranya KTP dan SIM dengan nama yang berbeda.
Setelah dilakukan pendalaman, korban akhirnya teridentifikasi sebagai Asep Surahman (42), warga Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Identifikasi ini menjadi langkah awal bagi polisi dalam mengungkap penyebab kematian korban.
Jenazah Dibawa ke RSUD Garut
Usai proses identifikasi, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Kersamanah untuk pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah dirujuk ke RSUD Garut guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian pria tersebut.
Polisi Belum Temukan Tanda Kekerasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka atau indikasi kekerasan. Namun, penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari RSUD Garut,” kata Amirudin.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, polisi masih mendalami kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia di lokasi. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.
Kasus penemuan mayat di Garut ini masih terus dikembangkan guna mengungkap apakah ada unsur lain di balik kematian korban.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat setempat, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar