Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Proyek Swakelola di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya

Proyek Swakelola di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.IdEDITORIAL —Di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin ketat, setiap rupiah anggaran publik seharusnya dikelola dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Karena itu, ketika muncul paket pengadaan bernilai ratusan juta rupiah yang menggunakan mekanisme swakelola di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, wajar jika publik bertanya: apakah metode ini memang tepat digunakan?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar asumsi. Ia berangkat dari prinsip dasar dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diatur secara tegas dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang kemudian diperbarui melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres 16 Tahun 2018. Regulasi ini menegaskan bahwa pengadaan pemerintah harus dilaksanakan berdasarkan sejumlah prinsip utama, antara lain efisien, efektif, terbuka, bersaing, transparan, dan akuntabel.

Dalam sistem pengadaan pemerintah, terdapat dua metode utama pelaksanaan pekerjaan: melalui penyedia barang/jasa dan melalui swakelola. Perbedaan keduanya bukan sekadar teknis administrasi, tetapi menyangkut logika dasar pelaksanaan pekerjaan.

Menurut Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pedoman Swakelola, swakelola adalah metode pengadaan di mana pekerjaan direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi sendiri oleh instansi pemerintah atau kelompok masyarakat yang ditunjuk. Artinya, metode ini digunakan ketika pekerjaan dianggap lebih efektif jika dikerjakan sendiri, bukan diserahkan kepada pihak penyedia.

Regulasi tersebut juga menjelaskan bahwa swakelola umumnya digunakan dalam beberapa kondisi tertentu. Misalnya:

  1. Pekerjaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas internal pemerintah.
  2. Kegiatan yang melibatkan pemberdayaan masyarakat.
  3. Pekerjaan yang secara teknis lebih efektif jika dikerjakan langsung oleh instansi.
  4. Kegiatan yang bersifat riset, pengembangan, atau kajian strategis tertentu.

Sebaliknya, jika barang atau jasa tersedia luas di pasar, maka pendekatan yang dianjurkan adalah menggunakan mekanisme penyedia melalui proses pengadaan yang kompetitif.

Di sinilah muncul pertanyaan yang layak diajukan publik. Jika sebuah kegiatan pada dasarnya merupakan pembelian barang atau jasa yang tersedia secara komersial, apakah penggunaan swakelola masih relevan?

Dalam praktik pengadaan pemerintah, penggunaan swakelola untuk kegiatan yang sebenarnya dapat dilakukan oleh penyedia sering menimbulkan perdebatan administratif maupun audit. Hal ini karena metode swakelola tidak melalui mekanisme kompetisi pasar seperti tender atau pemilihan penyedia.

Padahal, semangat utama dari reformasi pengadaan pemerintah selama satu dekade terakhir adalah mendorong persaingan sehat dan transparansi. Dengan melibatkan penyedia melalui mekanisme yang terbuka, pemerintah dapat memperoleh harga terbaik sekaligus kualitas pekerjaan yang terukur.

Selain itu, metode penyedia juga memungkinkan adanya pembandingan harga dan spesifikasi, sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, dalam skema swakelola, seluruh proses berada di dalam kendali instansi pelaksana. Karena itu, regulasi mengharuskan adanya perencanaan yang jelas, perhitungan biaya yang transparan, serta pengawasan internal yang kuat.

Jika prinsip-prinsip tersebut tidak dijalankan dengan disiplin, maka swakelola berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari ketidakefisienan anggaran hingga potensi temuan audit.

Khusus bagi lembaga seperti Bappelitbangda, yang secara fungsi merupakan think tank pemerintah daerah, penggunaan anggaran seharusnya menjadi contoh tata kelola yang baik. Lembaga perencana pembangunan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah, termasuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan dirancang dengan prinsip good governance.

Karena itu, penggunaan mekanisme swakelola pada paket kegiatan bernilai ratusan juta rupiah tentu membutuhkan penjelasan yang transparan kepada publik. Bukan semata karena besar kecilnya nilai anggaran, tetapi karena menyangkut konsistensi penerapan regulasi pengadaan.

Transparansi ini penting agar masyarakat dapat memahami bahwa setiap metode pengadaan yang dipilih memang didasarkan pada pertimbangan teknis dan regulasi, bukan sekadar pilihan administratif.

Pada akhirnya, diskusi mengenai swakelola bukanlah soal mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran daerah benar-benar mengikuti prinsip yang telah ditetapkan dalam regulasi nasional.

Sebab dalam pengelolaan keuangan publik, satu prinsip selalu berlaku: setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat harus dapat dijelaskan dengan logika yang jelas, aturan yang kuat, dan transparansi yang terbuka.

Jika ketiga hal itu terpenuhi, maka kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan akan tumbuh. Namun jika tidak, pertanyaan publik akan selalu muncul—dan itu adalah hal yang sepenuhnya wajar dalam negara demokrasi. (Y)

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bobotoh persib meninggal dikeroyok-lintasjabar

    Kasus Kematian Remaja Usai Nobar Persib Dilaporkan ke Polres Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    kklintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Keluarga seorang remaja berinisial MI (18),  bobotoh persib yang meninggal dikeroyok merupakan warga Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, keluarganya melaporkan dugaan kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia ke Polres Tasikmalaya. Laporan tersebut diajukan pada Selasa (12/5/2026), menyusul insiden yang menimpa korban setelah menghadiri kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola antara Bhayangkara […]

  • Musda XVI KNPI, Momentum Sinergi dan Akselerasi Pemuda Tasikmalaya

    Musda XVI KNPI, Momentum Sinergi dan Akselerasi Pemuda Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Musda XVI KNPI Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak organisasi kepemudaan di daerah. Forum tertinggi Komite Nasional Pemuda Indonesia tersebut tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mendorong kemajuan generasi muda. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan […]

  • Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Debut Panas John Herdman

    Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Debut Panas John Herdman

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 29
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA OLAHRAGA – Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di ajang FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama pecinta sepak bola Tanah Air. Laga ini bukan hanya pertandingan biasa, tetapi juga menjadi momen penting bagi era baru Skuad Garuda bersama pelatih anyar, John Herdman. Pertandingan ini sekaligus menjadi langkah awal Timnas Indonesia dalam […]

  • Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya Diiringi SuasanaHaru

    Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya Diiringi SuasanaHaru

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 17
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Momen Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung penuh haru dan khidmat di Gedung Dakwah Islam (GDI) Kota Tasikmalaya, Kamis (23/4/2026). Ratusan Jamaah Haji Kota Tasikmalaya bersama keluarga memadati lokasi sejak pagi, mengantar langkah awal perjalanan suci menuju Tanah Suci. Pelepasan resmi dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky […]

  • Rentetan OTT Kepala Daerah, Alarm Krisis Integritas dan Kepercayaan Publik

    Rentetan OTT Kepala Daerah, Alarm Krisis Integritas dan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 21
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, OPINI – Dalam hitungan bulan, sejumlah kepala daerah kembali tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbaru, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman diamankan dalam operasi KPK di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam waktu yang relatif berdekatan. Sebelumnya, sempat menarik perhatian publik juga ketika Komisi […]

  • Pemancing Tenggelam Indramayu, Basarnas Evakuasi Korban

    Pemancing Tenggelam Indramayu, Basarnas Evakuasi Korban

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 34
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Blok Bong, Kabupaten Indramayu, berakhir duka. Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Agus Gunawan (24), seorang pemancing yang dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di perairan Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Sabtu (2/5/2026). Kronologi Pemancing Tenggelam di Sungai Blok […]

expand_less