Musda XVI KNPI Tasikmalaya Tunjukkan Kedewasaan Demokrasi Pemuda
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Musda XVI KNPI Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan positif setelah berlangsung demokratis, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Forum yang digelar pada Kamis (23/4/2026) itu dinilai sebagai cerminan kematangan organisasi pemuda dalam menjalankan proses demokrasi secara sehat.
Musyawarah daerah yang menjadi agenda tertinggi organisasi ini tidak hanya menjadi ruang formal pergantian kepemimpinan, tetapi juga panggung pembuktian bahwa KNPI Kabupaten Tasikmalaya mampu mengelola dinamika internal dengan baik. Mulai dari Agenda Pertanggung jawaban hingga Pemilihan Ketua KNPI, seluruh tahapan berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Proses Demokratis Jadi Sorotan Utama
Wakil Ketua I KNPI Jawa Barat, Budi Miftahudin, memberikan apresiasi atas jalannya Musda XVI KNPI di Tasikmalaya. Ia menilai proses yang berlangsung mencerminkan kualitas demokrasi di kalangan pemuda yang semakin matang.
Menurutnya, forum ini telah memberikan ruang yang adil bagi seluruh kader untuk berpartisipasi dan berkompetisi secara terbuka. Kehadiran enam kandidat dalam Pemilihan Ketua KNPI menjadi bukti bahwa organisasi ini memiliki regenerasi yang kuat.
“Proses Musda hari ini berjalan sesuai amanat AD/ART. Demokrasi berjalan baik dan memberi kesempatan bagi kader muda untuk berkompetisi secara sportif,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Musda XVI KNPI tidak lepas dari komitmen seluruh peserta dalam menjaga kondusivitas forum, sehingga setiap tahapan dapat dilalui tanpa konflik berarti.
Agenda Pertanggung Jawaban Jadi Evaluasi Organisasi
Salah satu tahapan penting dalam Musda XVI KNPI adalah Agenda Pertanggung jawaban pengurus sebelumnya. Forum ini menjadi ruang evaluasi terbuka terhadap capaian program serta kinerja organisasi selama periode sebelumnya.
Melalui mekanisme tersebut, peserta dapat menilai sejauh mana peran KNPI Kabupaten Tasikmalaya dalam menjalankan fungsi sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan. Selain itu, agenda ini juga menjadi dasar dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Evaluasi yang konstruktif dinilai penting untuk memastikan bahwa organisasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kompetisi Enam Kandidat Warnai Pemilihan Ketua KNPI
Pelaksanaan Pemilihan Ketua KNPI dalam Musda XVI KNPI berlangsung dinamis dengan diikuti enam kandidat. Kehadiran sejumlah calon tersebut mencerminkan tingginya antusiasme kader dalam berkontribusi bagi organisasi.
Budi Miftahudin menyebut seluruh kandidat merupakan putra terbaik Tasikmalaya yang memiliki kapasitas dan komitmen untuk memajukan organisasi. Ia pun mengajak seluruh calon untuk menjaga proses hingga tuntas dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Dengan enam calon, ini menunjukkan banyak kader potensial. Mudah-mudahan semua bisa mengawal Musda ini sampai selesai dengan baik,” katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih dalam Pemilihan Ketua KNPI harus dipandang sebagai kemenangan bersama, bukan kemenangan kelompok tertentu.
KNPI Diharapkan Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menekankan pentingnya peran KNPI Kabupaten Tasikmalaya sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, KNPI tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata.
Ia menilai, sinergi antara KNPI dan pemerintah menjadi kunci dalam mendorong pembangunan yang inklusif. KNPI diharapkan mampu menerjemahkan program pemerintah agar dapat diterima dan dijalankan oleh kalangan pemuda.
“KNPI harus menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Kita harus bisa berjalan seiring, saling mendukung, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Kedewasaan Pemuda dalam Berorganisasi
Lebih dari sekadar forum formal, Musda XVI KNPI menjadi refleksi kedewasaan pemuda dalam berorganisasi. Kemampuan untuk menjaga kondusivitas, menghormati perbedaan, dan menerima hasil musyawarah menjadi indikator penting dalam proses demokrasi.
Budi menilai bahwa pelaksanaan Musda di Tasikmalaya telah menunjukkan bahwa pemuda mampu mengelola dinamika organisasi dengan baik. Hal ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Musda ini bukan hanya kewajiban organisasi, tetapi juga menunjukkan kedewasaan pemuda itu sendiri,” tegasnya.
Harapan Lahirnya Kepemimpinan Inklusif
Melalui Musda XVI KNPI, diharapkan lahir pemimpin baru yang mampu merangkul seluruh elemen pemuda tanpa terkecuali. Sosok ketua terpilih diharapkan tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki visi yang jelas untuk membawa KNPI Kabupaten Tasikmalaya lebih maju.
Kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif dinilai menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. KNPI diharapkan mampu menjadi ruang aktualisasi bagi pemuda sekaligus motor penggerak perubahan di daerah.
Dengan berakhirnya rangkaian Musda XVI KNPI, harapan besar disematkan agar hasil forum ini tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan semata, tetapi juga mampu menghasilkan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar