Tasikmalaya: BI Paparkan Kondisi Ekonomi Priangan Timur
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id BERITA TASIKMALAYA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar kegiatan diseminasi perkembangan ekonomi, inflasi, dan digitalisasi wilayah Priangan Timur bersama insan media, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri wartawan dari berbagai platform media, mulai dari media cetak, daring, radio, hingga televisi yang bertugas di wilayah Priangan Timur. Suasana diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pembahasan mengenai kondisi ekonomi daerah hingga percepatan transformasi digital.

BI Soroti Pertumbuhan Ekonomi Priangan Timur
Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada media mengenai perkembangan ekonomi terkini, inflasi, serta digitalisasi sistem pembayaran.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Dalam pemaparannya, BI menyebut perekonomian Priangan Timur pada triwulan I tahun 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif meski di tengah tantangan ekonomi global. Pertumbuhan tersebut ditopang sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan yang tetap bergerak stabil.
Inflasi Dinilai Tetap Terkendali
Selain pertumbuhan ekonomi, BI juga memaparkan kondisi inflasi di wilayah Priangan Timur yang dinilai masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran nasional.
Capaian itu disebut tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah strategis seperti operasi pasar, penguatan distribusi pangan, hingga kerja sama antar daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Penggunaan QRIS Meningkat Signifikan
Dalam sektor digitalisasi, Bank Indonesia mencatat peningkatan penggunaan QRIS di wilayah Priangan Timur dalam setahun terakhir. Kenaikan terlihat dari jumlah merchant maupun volume transaksi yang terus bertambah.
Peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat mulai semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital, termasuk di kalangan pelaku UMKM yang kini semakin aktif memanfaatkan QRIS dalam aktivitas usaha mereka.
Diskusi Bersama Media
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dari Bank Indonesia dan para insan media. Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari kebijakan moneter, akses pembiayaan UMKM, hingga pentingnya literasi keuangan digital di tengah perkembangan teknologi finansial.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap sinergi bersama media dapat terus diperkuat guna mendukung penyebaran informasi kebijakan ekonomi dan edukasi keuangan kepada masyarakat Priangan Timur. (dh)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar