Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Normalisasi Sungai Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

Normalisasi Sungai Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, OPINI – Pendangkalan sungai bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan persoalan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Di berbagai daerah di Indonesia, fenomena ini terus berulang, termasuk pada sejumlah sungai di wilayah Kendal, yang mengalami penurunan kapasitas aliran akibat akumulasi sedimen yang tidak terkendali.

Dalam konteks ini, normalisasi sungai seharusnya tidak lagi dipandang sebagai proyek sesaat, melainkan sebagai kebutuhan mendesak yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

Pendangkalan Sungai: Masalah yang Terus Diulang

Kasus di Kendal menjadi gambaran nyata bagaimana sedimentasi yang tidak tertangani dapat menyebabkan pendangkalan sungai secara masif. Material pasir, lumpur, dan kerikil yang terbawa dari hulu terus mengendap di bagian hilir, mempersempit alur sungai dan mengurangi kapasitas tampung air.

Akibatnya sudah bisa ditebak: saat musim hujan datang, air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Fenomena ini sejatinya mungkin juga bisa terjadi di banyak sungai lain di Indonesia, termasuk pada sistem Sungai Ciwulan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bedanya, apakah kita memilih belajar dari kasus yang ada, atau justru menunggu masalah yang sama terjadi?

Normalisasi Sungai: Solusi, Bukan Ancaman

Sayangnya, di lapangan sering muncul pendekatan yang keliru. Aktivitas pengerukan pasir sungai kerap dipandang semata sebagai pelanggaran, tanpa melihat konteks yang lebih besar.
Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks.
Yang dibutuhkan bukan sekadar larangan, tetapi pengelolaan.

Di hilir, pengerukan pasir sungai perlu dilakukan secara terukur, terencana, dan diawasi, sebagai bagian dari normalisasi sungai, bukan sekadar direcoki lalu dilarang.

Penguatan tebing, pengendalian sedimentasi, dan sistem mitigasi banjir harus menjadi bagian dari solusi jangka pendek.
Namun itu saja tidak cukup.

Hulu yang Terlupakan

Perbaikan sungai tidak bisa hanya dilakukan di hilir. Masalah utama justru sering berasal dari wilayah hulu yang mengalami tekanan lingkungan cukup berat.

Alih fungsi lahan, pembukaan kawasan tanpa konservasi, hingga minimnya vegetasi penahan erosi menjadi penyebab utama meningkatnya suplai sedimen ke sungai.

Perbaikan harus dimulai dari hulu

Reboisasi, pengendalian alih fungsi lahan, dan pengelolaan daerah aliran sungai secara terpadu adalah langkah mendasar yang tidak bisa ditunda. Tanpa itu, pengerukan pasir sungai hanya akan menjadi solusi sementara yang terus diulang.

Abai terhadap masalah di hulu, pada faktanya hanya melahirkan pahlawan-pahlawan kesiangan.

Sungai Adalah Sistem, Bukan Titik

Sungai bukan sekadar aliran air yang berdiri sendiri. Ia adalah sistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Sungai tidak bisa diselamatkan dari satu titik saja. Ia adalah sistem yang saling terhubung, dari hulu hingga hilir.

Dan di tengah semua itu, warga tidak seharusnya dibiarkan memilih antara melanggar aturan atau menghadapi banjir.

Ketika mereka melakukan pengerukan pasir sungai, itu bukan sekadar pelanggaran. Itu adalah tanda bahwa solusi belum benar-benar hadir.

Antara Larangan dan Kenyataan

Jika pendangkalan dibiarkan dan pengerukan pasir sungai hanya dilarang, maka yang tersisa hanyalah satu kepastian: sungai akan tetap dangkal, dan risiko akan terus mengalir ke permukiman.

Memangnya sungai bakal jadi kembali normal cuma karena gara-gara anggota legislatif teriak-teriak di koran?

Pertanyaan ini mungkin terdengar satir, tetapi mencerminkan realitas di lapangan. Tanpa kebijakan yang berbasis pada data dan pengelolaan yang terintegrasi, persoalan pendangkalan sungai hanya akan menjadi siklus yang terus berulang.

Saatnya Berpikir Terintegrasi

Pendekatan normalisasi sungai harus diarahkan pada keseimbangan antara aspek lingkungan, teknis, dan ekonomi.

Pengelolaan sedimen secara legal dan terkendali bukan hanya membantu mengurangi pendangkalan, tetapi juga membuka potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Belajar dari kasus di Kendal, sudah saatnya kita berhenti melihat sungai sebagai masalah, dan mulai melihatnya sebagai sistem yang harus dikelola secara cerdas.

Karena pada akhirnya, sungai yang terawat bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga mengalirkan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. (red)

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menguji Logika Penggabungan Kominfo di Era Digital

    Menguji Logika Penggabungan Kominfo di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Lintasjabar.Id, OPINI – Kebijakan penggabungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) di Kabupaten Tasikmalaya kembali memantik diskursus publik. Di tengah tuntutan digitalisasi yang kian kompleks, langkah ini tidak hanya menyisakan tanda tanya, tetapi juga menguji logika kebijakan pemerintah daerah dalam membaca arah zaman. Dalam konteks Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, keputusan ini […]

  • Polisi Turun ke Kampung, Warga Cikadongdong Singaparna Merasa Lebih Aman

    Polisi Turun ke Kampung, Warga Cikadongdong Singaparna Merasa Lebih Aman

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 13
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat kembali mendapat apresiasi dari warga. Kali ini, kegiatan sambang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Cikadongdong, Polsek Singaparna, Polres Tasikmalaya, Aipda Syihabulmillah, S.Pd., yang menyambangi Kampung Pengkolan Pasir, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rutin jajaran […]

  • Polresta Tasikmalaya Bongkar Sindikat Bea Cukai Gadungan, Delapan Pelaku Ditangkap

    Polresta Tasikmalaya Bongkar Sindikat Bea Cukai Gadungan, Delapan Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

      LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Satreskrim Polresta Tasikmalaya berhasil membongkar sindikat bea cukai gadungan yang beraksi di wilayah Jalan Raya Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Delapan orang pelaku ditangkap setelah diduga memeras seorang pedagang rokok dengan modus menyamar sebagai petugas Bea Cukai. Pengungkapan kasus bea cukai gadungan Tasikmalaya ini dilakukan pada Kamis dini hari, 30 April 2026. […]

  • Mutasi Polres Tasikmalaya: 12 Pejabat Berganti, Kapolres Minta Langsung Layani Warga

    Mutasi Polres Tasikmalaya: 12 Pejabat Berganti, Kapolres Minta Langsung Layani Warga

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 37
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA — Sebanyak 12 pejabat utama di lingkungan Polres Tasikmalaya resmi berganti dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya, Rabu (6/4/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wahyu Prista Utama selaku Kapolres Tasikmalaya.   Rotasi untuk Penyegaran Organisasi Kapolres menegaskan bahwa mutasi Polres Tasikmalaya merupakan hal yang wajar […]

  • Tasikmalaya: BI Paparkan Kondisi Ekonomi Priangan Timur

    Tasikmalaya: BI Paparkan Kondisi Ekonomi Priangan Timur

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    lintasjabar.id BERITA TASIKMALAYA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar kegiatan diseminasi perkembangan ekonomi, inflasi, dan digitalisasi wilayah Priangan Timur bersama insan media, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri wartawan dari berbagai platform media, mulai dari media cetak, daring, radio, hingga televisi yang bertugas di wilayah Priangan Timur. Suasana diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pembahasan mengenai kondisi […]

  • Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Tasikmalaya

    Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektoral di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 61
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pasca deklarasi Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) pada 12 Februari 2026 di Kota Tasikmalaya, komunitas ini mulai mengimplementasikan program kerja awal yang berfokus pada penguatan kemitraan lintas sektoral. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tasikmalaya, sebagai upaya membangun […]

expand_less