Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya Diiringi SuasanaHaru
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Momen Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung penuh haru dan khidmat di Gedung Dakwah Islam (GDI) Kota Tasikmalaya, Kamis (23/4/2026). Ratusan Jamaah Haji Kota Tasikmalaya bersama keluarga memadati lokasi sejak pagi, mengantar langkah awal perjalanan suci menuju Tanah Suci.
Pelepasan resmi dilakukan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranagara, yang hadir langsung untuk memberikan dukungan moril sekaligus pesan penting bagi para calon tamu Allah. Dalam suasana emosional, tangis haru dan pelukan perpisahan menjadi pemandangan yang tak terelakkan.

Suasana Haru Warnai Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya
Sejak pagi hari, area GDI dipenuhi oleh keluarga dan kerabat yang mengantar Jamaah Haji Kota Tasikmalaya. Para jemaah terlihat mengenakan seragam batik khas haji, lengkap dengan koper yang telah dipersiapkan untuk perjalanan panjang menuju Arab Saudi.
Isak tangis pecah ketika satu per satu jemaah berpamitan. Momen ini menjadi gambaran betapa besar makna Ibadah Haji bagi umat Muslim, tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh pengorbanan.
Keberangkatan ini juga menjadi titik awal bagi jemaah untuk meninggalkan rutinitas duniawi dan fokus sepenuhnya pada pelaksanaan Ibadah Haji, yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual.
Pesan Wawali: Jaga Niat dan Titip Doa untuk Kota
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranagara menegaskan bahwa Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan momentum sakral yang membawa tanggung jawab besar.
Ia mengingatkan agar seluruh Jamaah Haji Kota Tasikmalaya menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian Ibadah Haji, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem.
“Bapak dan Ibu adalah tamu Allah. Luruskan niat, jaga kekompakan, dan jalankan ibadah dengan khusyuk. Kami juga menitipkan doa untuk Kota Tasikmalaya agar selalu aman dan sejahtera,” ujarnya.
Diky juga menekankan bahwa para jemaah secara tidak langsung membawa nama baik daerah. Oleh karena itu, sikap, perilaku, dan akhlak selama di Tanah Suci akan menjadi cerminan masyarakat Tasikmalaya di mata dunia.
Kesiapan Jamaah dan Dukungan Petugas
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menyampaikan bahwa seluruh Jamaah Haji Kota Tasikmalaya yang berangkat tahun ini telah melalui tahapan persiapan yang matang.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, hingga manasik haji telah dijalani secara menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan jemaah dapat menjalankan Ibadah Haji dengan lancar tanpa kendala berarti.
“Seluruh jemaah dalam kondisi siap berangkat. Petugas haji, termasuk tenaga kesehatan, juga sudah disiapkan untuk mendampingi selama proses ibadah di Tanah Suci,” katanya.
Para jemaah tahun ini tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan secara bertahap melalui Embarkasi Bekasi sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Perjalanan Menuju Tanah Suci Dimulai
Setelah rangkaian acara pelepasan dan doa bersama, rombongan Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya bergerak menuju Embarkasi Bekasi menggunakan bus yang telah disiapkan.
Doa bersama menjadi penutup acara yang sarat makna tersebut. Dalam suasana khusyuk, keluarga dan jemaah memanjatkan harapan agar perjalanan berjalan lancar dan seluruh rangkaian Ibadah Haji dapat ditunaikan dengan sempurna.
Tangis haru kembali pecah saat bus mulai bergerak meninggalkan lokasi. Lambaian tangan menjadi simbol perpisahan sekaligus harapan akan pertemuan kembali dalam keadaan sehat dan penuh berkah.
Harapan Haji Mabrur dan Dampak Spiritual
Keberangkatan Jamaah Haji Tasikmalaya bukan hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga momentum sosial yang mempererat nilai kebersamaan. Ibadah haji memiliki dimensi spiritual yang kuat, sekaligus berdampak pada pembentukan karakter individu yang lebih baik.
Setiap Jamaah Haji Kota Tasikmalaya diharapkan dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur, membawa perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitarnya.
Lebih jauh, semangat Ibadah Haji diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial.
Dengan dimulainya perjalanan ini, harapan besar disematkan kepada seluruh jemaah agar diberikan kelancaran, kesehatan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Kepulangan mereka kelak bukan hanya membawa cerita spiritual, tetapi juga menjadi energi baru bagi kehidupan sosial dan religius di Kota Tasikmalaya. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar