Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Normalisasi Sungai Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

Normalisasi Sungai Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, OPINI – Pendangkalan sungai bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan persoalan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Di berbagai daerah di Indonesia, fenomena ini terus berulang, termasuk pada sejumlah sungai di wilayah Kendal, yang mengalami penurunan kapasitas aliran akibat akumulasi sedimen yang tidak terkendali.

Dalam konteks ini, normalisasi sungai seharusnya tidak lagi dipandang sebagai proyek sesaat, melainkan sebagai kebutuhan mendesak yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

Pendangkalan Sungai: Masalah yang Terus Diulang

Kasus di Kendal menjadi gambaran nyata bagaimana sedimentasi yang tidak tertangani dapat menyebabkan pendangkalan sungai secara masif. Material pasir, lumpur, dan kerikil yang terbawa dari hulu terus mengendap di bagian hilir, mempersempit alur sungai dan mengurangi kapasitas tampung air.

Akibatnya sudah bisa ditebak: saat musim hujan datang, air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Fenomena ini sejatinya mungkin juga bisa terjadi di banyak sungai lain di Indonesia, termasuk pada sistem Sungai Ciwulan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bedanya, apakah kita memilih belajar dari kasus yang ada, atau justru menunggu masalah yang sama terjadi?

Normalisasi Sungai: Solusi, Bukan Ancaman

Sayangnya, di lapangan sering muncul pendekatan yang keliru. Aktivitas pengerukan pasir sungai kerap dipandang semata sebagai pelanggaran, tanpa melihat konteks yang lebih besar.
Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks.
Yang dibutuhkan bukan sekadar larangan, tetapi pengelolaan.

Di hilir, pengerukan pasir sungai perlu dilakukan secara terukur, terencana, dan diawasi, sebagai bagian dari normalisasi sungai, bukan sekadar direcoki lalu dilarang.

Penguatan tebing, pengendalian sedimentasi, dan sistem mitigasi banjir harus menjadi bagian dari solusi jangka pendek.
Namun itu saja tidak cukup.

Hulu yang Terlupakan

Perbaikan sungai tidak bisa hanya dilakukan di hilir. Masalah utama justru sering berasal dari wilayah hulu yang mengalami tekanan lingkungan cukup berat.

Alih fungsi lahan, pembukaan kawasan tanpa konservasi, hingga minimnya vegetasi penahan erosi menjadi penyebab utama meningkatnya suplai sedimen ke sungai.

Perbaikan harus dimulai dari hulu

Reboisasi, pengendalian alih fungsi lahan, dan pengelolaan daerah aliran sungai secara terpadu adalah langkah mendasar yang tidak bisa ditunda. Tanpa itu, pengerukan pasir sungai hanya akan menjadi solusi sementara yang terus diulang.

Abai terhadap masalah di hulu, pada faktanya hanya melahirkan pahlawan-pahlawan kesiangan.

Sungai Adalah Sistem, Bukan Titik

Sungai bukan sekadar aliran air yang berdiri sendiri. Ia adalah sistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Sungai tidak bisa diselamatkan dari satu titik saja. Ia adalah sistem yang saling terhubung, dari hulu hingga hilir.

Dan di tengah semua itu, warga tidak seharusnya dibiarkan memilih antara melanggar aturan atau menghadapi banjir.

Ketika mereka melakukan pengerukan pasir sungai, itu bukan sekadar pelanggaran. Itu adalah tanda bahwa solusi belum benar-benar hadir.

Antara Larangan dan Kenyataan

Jika pendangkalan dibiarkan dan pengerukan pasir sungai hanya dilarang, maka yang tersisa hanyalah satu kepastian: sungai akan tetap dangkal, dan risiko akan terus mengalir ke permukiman.

Memangnya sungai bakal jadi kembali normal cuma karena gara-gara anggota legislatif teriak-teriak di koran?

Pertanyaan ini mungkin terdengar satir, tetapi mencerminkan realitas di lapangan. Tanpa kebijakan yang berbasis pada data dan pengelolaan yang terintegrasi, persoalan pendangkalan sungai hanya akan menjadi siklus yang terus berulang.

Saatnya Berpikir Terintegrasi

Pendekatan normalisasi sungai harus diarahkan pada keseimbangan antara aspek lingkungan, teknis, dan ekonomi.

Pengelolaan sedimen secara legal dan terkendali bukan hanya membantu mengurangi pendangkalan, tetapi juga membuka potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Belajar dari kasus di Kendal, sudah saatnya kita berhenti melihat sungai sebagai masalah, dan mulai melihatnya sebagai sistem yang harus dikelola secara cerdas.

Karena pada akhirnya, sungai yang terawat bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga mengalirkan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. (red)

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Turun ke Kampung, Warga Cikadongdong Singaparna Merasa Lebih Aman

    Polisi Turun ke Kampung, Warga Cikadongdong Singaparna Merasa Lebih Aman

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 13
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat kembali mendapat apresiasi dari warga. Kali ini, kegiatan sambang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Cikadongdong, Polsek Singaparna, Polres Tasikmalaya, Aipda Syihabulmillah, S.Pd., yang menyambangi Kampung Pengkolan Pasir, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rutin jajaran […]

  • Peran Penting Media Lokal, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Soroti Fungsi Strategis Pers Daerah

    Peran Penting Media Lokal, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Soroti Fungsi Strategis Pers Daerah

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 22
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id BERITA TASIKMALAYA — Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menegaskan bahwa peran penting media lokal tidak dapat dipandang sebelah mata dalam mendorong pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam forum penyiaran di Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026), yang menjadi momentum refleksi atas posisi strategis pers daerah di tengah dinamika informasi saat ini. Dalam keterangannya, Diky mengaku […]

  • Sudah Saatnya Warga Ikut Menjaga Mereka yang Menjaga Kota

    Sudah Saatnya Warga Ikut Menjaga Mereka yang Menjaga Kota

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 26
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, TASIKMALAYA — Setiap dini hari, ketika sebagian besar warga masih tertidur, para pengangkut sampah sudah mulai bekerja menyusuri sudut-sudut Kota Tasikmalaya. Mereka mengangkat karung demi karung sampah, mendorong gerobak berat, dan membersihkan tumpukan limbah yang ditinggalkan warga setiap harinya. Pekerjaan itu bukan sekadar melelahkan. Mereka harus berhadapan langsung dengan bau menyengat, cairan kotor, cuaca ekstrem, […]

  • Pameran Nasional PPBI di Tasikmalaya Sukses Digelar

    Pameran Nasional PPBI di Tasikmalaya Sukses Digelar

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Gelaran Pameran Nasional PPBI Cabang Kota Tasikmalaya sukses menyedot perhatian pecinta bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Bertempat di area parkir Asia Plaza Tasikmalaya, ajang bergengsi tersebut menghadirkan ratusan karya bonsai terbaik yang dipamerkan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 April 2026. Tak kurang dari 548 pohon bonsai dipajang dalam […]

  • Halal Bi Halal Pemkab Tasikmalaya, Antara Tradisi dan Tuntutan Kinerja

    Halal Bi Halal Pemkab Tasikmalaya, Antara Tradisi dan Tuntutan Kinerja

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 18
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA— Agenda halal bi halal Pemkab Tasikmalaya kembali digelar usai Idulfitri 2026. Bertempat di Halaman Sekretariat Daerah, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan setelah jeda panjang libur Lebaran, Rabu (25/03/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung apel pagi yang dirangkaikan dengan halal bi halal bersama jajaran ASN di lingkungan […]

  • Bhabinkamtibmas Parungponteng Sambangi Warga

    Bhabinkamtibmas Parungponteng Sambangi Warga

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kehadiran polisi di tengah masyarakat kembali terlihat nyata. Bhabinkamtibmas Parungponteng, Bripka Anggi Anugrah Pratama, turun langsung menyambangi warga di Kampung Nangorak, RT 007 RW 002, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan sambang ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mempererat hubungan […]

expand_less