Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Proyek Swakelola di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya

Proyek Swakelola di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.IdEDITORIAL —Di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin ketat, setiap rupiah anggaran publik seharusnya dikelola dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Karena itu, ketika muncul paket pengadaan bernilai ratusan juta rupiah yang menggunakan mekanisme swakelola di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, wajar jika publik bertanya: apakah metode ini memang tepat digunakan?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar asumsi. Ia berangkat dari prinsip dasar dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diatur secara tegas dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang kemudian diperbarui melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres 16 Tahun 2018. Regulasi ini menegaskan bahwa pengadaan pemerintah harus dilaksanakan berdasarkan sejumlah prinsip utama, antara lain efisien, efektif, terbuka, bersaing, transparan, dan akuntabel.

Dalam sistem pengadaan pemerintah, terdapat dua metode utama pelaksanaan pekerjaan: melalui penyedia barang/jasa dan melalui swakelola. Perbedaan keduanya bukan sekadar teknis administrasi, tetapi menyangkut logika dasar pelaksanaan pekerjaan.

Menurut Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pedoman Swakelola, swakelola adalah metode pengadaan di mana pekerjaan direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi sendiri oleh instansi pemerintah atau kelompok masyarakat yang ditunjuk. Artinya, metode ini digunakan ketika pekerjaan dianggap lebih efektif jika dikerjakan sendiri, bukan diserahkan kepada pihak penyedia.

Regulasi tersebut juga menjelaskan bahwa swakelola umumnya digunakan dalam beberapa kondisi tertentu. Misalnya:

  1. Pekerjaan yang bertujuan meningkatkan kapasitas internal pemerintah.
  2. Kegiatan yang melibatkan pemberdayaan masyarakat.
  3. Pekerjaan yang secara teknis lebih efektif jika dikerjakan langsung oleh instansi.
  4. Kegiatan yang bersifat riset, pengembangan, atau kajian strategis tertentu.

Sebaliknya, jika barang atau jasa tersedia luas di pasar, maka pendekatan yang dianjurkan adalah menggunakan mekanisme penyedia melalui proses pengadaan yang kompetitif.

Di sinilah muncul pertanyaan yang layak diajukan publik. Jika sebuah kegiatan pada dasarnya merupakan pembelian barang atau jasa yang tersedia secara komersial, apakah penggunaan swakelola masih relevan?

Dalam praktik pengadaan pemerintah, penggunaan swakelola untuk kegiatan yang sebenarnya dapat dilakukan oleh penyedia sering menimbulkan perdebatan administratif maupun audit. Hal ini karena metode swakelola tidak melalui mekanisme kompetisi pasar seperti tender atau pemilihan penyedia.

Padahal, semangat utama dari reformasi pengadaan pemerintah selama satu dekade terakhir adalah mendorong persaingan sehat dan transparansi. Dengan melibatkan penyedia melalui mekanisme yang terbuka, pemerintah dapat memperoleh harga terbaik sekaligus kualitas pekerjaan yang terukur.

Selain itu, metode penyedia juga memungkinkan adanya pembandingan harga dan spesifikasi, sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, dalam skema swakelola, seluruh proses berada di dalam kendali instansi pelaksana. Karena itu, regulasi mengharuskan adanya perencanaan yang jelas, perhitungan biaya yang transparan, serta pengawasan internal yang kuat.

Jika prinsip-prinsip tersebut tidak dijalankan dengan disiplin, maka swakelola berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari ketidakefisienan anggaran hingga potensi temuan audit.

Khusus bagi lembaga seperti Bappelitbangda, yang secara fungsi merupakan think tank pemerintah daerah, penggunaan anggaran seharusnya menjadi contoh tata kelola yang baik. Lembaga perencana pembangunan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan daerah, termasuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan dirancang dengan prinsip good governance.

Karena itu, penggunaan mekanisme swakelola pada paket kegiatan bernilai ratusan juta rupiah tentu membutuhkan penjelasan yang transparan kepada publik. Bukan semata karena besar kecilnya nilai anggaran, tetapi karena menyangkut konsistensi penerapan regulasi pengadaan.

Transparansi ini penting agar masyarakat dapat memahami bahwa setiap metode pengadaan yang dipilih memang didasarkan pada pertimbangan teknis dan regulasi, bukan sekadar pilihan administratif.

Pada akhirnya, diskusi mengenai swakelola bukanlah soal mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran daerah benar-benar mengikuti prinsip yang telah ditetapkan dalam regulasi nasional.

Sebab dalam pengelolaan keuangan publik, satu prinsip selalu berlaku: setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat harus dapat dijelaskan dengan logika yang jelas, aturan yang kuat, dan transparansi yang terbuka.

Jika ketiga hal itu terpenuhi, maka kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan akan tumbuh. Namun jika tidak, pertanyaan publik akan selalu muncul—dan itu adalah hal yang sepenuhnya wajar dalam negara demokrasi. (Y)

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musda XVI KNPI, Momentum Sinergi dan Akselerasi Pemuda Tasikmalaya

    Musda XVI KNPI, Momentum Sinergi dan Akselerasi Pemuda Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Musda XVI KNPI Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak organisasi kepemudaan di daerah. Forum tertinggi Komite Nasional Pemuda Indonesia tersebut tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mendorong kemajuan generasi muda. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan […]

  • Program “SULE” Lapas Tasikmalaya Dukung Ketahanan Pangan 

    Program “SULE” Lapas Tasikmalaya Dukung Ketahanan Pangan 

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan oleh Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Melalui budidaya ikan lele yang dikelola di lingkungan lembaga pemasyarakatan, hasil menggembirakan berhasil diraih. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Lapas Kelas IIB Tasikmalaya telah mencatatkan lima kali panen lele. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata […]

  • May Day Tasikmalaya 2026, Wali Kota dan Buruh Satu Meja

    May Day Tasikmalaya 2026, Wali Kota dan Buruh Satu Meja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 31
    • 0Komentar

    lintasjabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kota Tasikmalaya berlangsung berbeda. Tidak ada aksi turun ke jalan maupun orasi di tengah keramaian. Sebaliknya, May Day Tasikmalaya tahun ini diisi dengan dialog konstruktif antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan perwakilan serikat pekerja. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, di salah satu […]

  • Gebrakan Kadin Tasikmalaya Gandeng TikTok Shop

    Gebrakan Kadin Tasikmalaya Gandeng TikTok Shop

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 116
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kadin Kota Tasikmalaya mencetak sejarah baru dengan menjadi pelopor kerja sama bersama TikTok Shop di tingkat nasional. Kolaborasi tersebut digadang-gadang menjadi langkah besar dalam memperkuat ekonomi digital, promosi UMKM, hingga membuka peluang investasi baru di Kota Tasikmalaya. Pj Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh mengatakan, program kolaborasi bersama TikTok Shop akan […]

  • Hari Kebangkitan Nasional,PLN Beri Diskon Tambah Daya untuk Pelanggan Rumah Tangga

    Hari Kebangkitan Nasional,PLN Beri Diskon Tambah Daya untuk Pelanggan Rumah Tangga

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 105
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, PT PLN (Persero) menghadirkan program promo bertajuk “MeiLaju Lebih Terang” dengan menawarkan potongan biaya tambah daya sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga satu fasa di seluruh golongan tarif. Program ini mulai berlaku pada 20 Mei hingga 2 Juni 2026 dan hanya bisa diakses melalui […]

  • BKMM DMI Tasikmalaya Fokus Hidupkan Peran Masjid

    BKMM DMI Tasikmalaya Fokus Hidupkan Peran Masjid

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 100
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Kepengurusan Badan Koordinasi Majelis Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tasikmalaya periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan yang digelar di Aula Dewan Masjid Indonesia Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BKMM DMI Kota Tasikmalaya, Dra Ai Rosida, M.Pd, yang secara resmi melantik jajaran ketua, sekretaris, […]

expand_less