lintasjabar.id, BERITA DUNIAβ Banjir Bangkok Thailand terjadi setelah hujan deras yang mengguyur ibu kota Thailand selama hampir 48 jam membuat sejumlah kawasan terendam, aktivitas warga terganggu, hingga pemerintah setempat menetapkan seluruh 50 distrik Bangkok sebagai zona bencana.
Di tengah situasi tersebut, perhatian juga tertuju kepada warga negara Indonesia (WNI). Seorang WNI sempat terjebak di sebuah hotel akibat banjir Bangkok Thailand tersebut sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok memastikan WNI tersebut dalam kondisi selamat.
Bangkok Dikepung Banjir Setelah Hujan Deras
Hujan deras mulai mengguyur Bangkok sejak Kamis, 24 September 2026. Dalam kurun waktu sekitar 48 jam, curah hujan tercatat mendekati 300 milimeter.
Besarnya curah hujan membuat sistem kanal dan drainase kota kewalahan. Sejumlah ruas jalan utama berubah menjadi genangan, sementara kendaraan dan aktivitas masyarakat ikut terdampak.
Otoritas Bangkok kemudian menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik pada Sabtu, 26 September.
Status tersebut memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah kota dan lembaga terkait untuk mengambil tindakan secara cepat dan terkoordinasi dalam menangani banjir.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt juga meminta masyarakat tetap berada di rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
WNI Sempat Terjebak di Hotel
Situasi banjir tidak hanya mengganggu warga lokal.
Seorang WNI dilaporkan sempat terjebak di sebuah hotel akibat kondisi banjir di Bangkok.
KBRI Bangkok kemudian memastikan keselamatan WNI tersebut dan melakukan koordinasi untuk proses evakuasi.
WNI tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi.
KBRI juga mengimbau seluruh WNI yang berada di Bangkok untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kawasan yang masih tergenang.
Peringatan itu penting mengingat kondisi jalan di sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya normal dan mobilitas dapat terganggu sewaktu-waktu.
Hampir 1.000 Orang Mengungsi
Dampak banjir Bangkok cukup luas.
Laporan mengenai kondisi pada Sabtu menyebut sekitar 980 orang telah berada di tempat pengungsian, sementara 36 orang dipindahkan ke rumah sakit.
Sejumlah ruas jalan utama juga terendam. Pemerintah Bangkok mengerahkan stasiun pompa untuk mempercepat pembuangan air dari kawasan yang terdampak.
Hujan yang berlangsung hampir tanpa jeda membuat genangan tidak hanya muncul di jalan, tetapi juga memasuki sejumlah rumah dan pertokoan.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menerobos genangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hari Ini Air Mulai Berangsur Surut
Memasuki Minggu, 27 September, situasi mulai menunjukkan perubahan.
Hujan telah mereda di sejumlah kawasan Bangkok sehingga pemerintah dapat mempercepat proses pengurasan kanal dan penurunan permukaan air.
Namun, kondisi belum sepenuhnya aman.
Pemerintah Bangkok masih meminta masyarakat menghindari perjalanan yang tidak diperlukan. Sebanyak 31 rute juga mendapat peringatan untuk dihindari karena masih terdapat genangan dan gangguan perjalanan.
Otoritas memperkirakan banjir dapat berangsur surut apabila hujan tidak kembali turun dengan intensitas tinggi.
Masalahnya, badan meteorologi Thailand masih memperingatkan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah.
WNI di Bangkok Diminta Tetap Waspada
Bagi WNI yang sedang berada di Bangkok, kondisi ini menjadi pengingat bahwa situasi cuaca dapat berubah cepat.
KBRI Bangkok mengimbau WNI untuk menghindari daerah yang tergenang, memeriksa kondisi jalan sebelum bepergian, tidak memaksakan kendaraan melewati banjir, serta menyiapkan perlengkapan darurat.
Pemerintah Thailand juga mengingatkan wisatawan untuk memperhitungkan tambahan waktu perjalanan, khususnya menuju bandara, terminal transportasi, dan lokasi tujuan lainnya.
Banjir Bangkok memang mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, tetapi ancaman belum sepenuhnya berlalu.
Setelah hampir dua hari kota tersebut diguyur hujan ekstrem, pekerjaan rumah Bangkok kini bukan hanya mengeringkan jalan dan rumah warga, tetapi juga memastikan hujan berikutnya tidak kembali membuat ibu kota Thailand lumpuh. (red)

