lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Kematian perempuan berinisial SM (41) di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung, mulai menemukan titik terang. Polisi mengamankan seorang pria berinisial SDS (31) yang diduga berkaitan dengan kematian korban.
SM diketahui merupakan warga asal Tanjung Karang, Bandar Lampung. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Namun, polisi belum menyimpulkan secara pasti penyebab kematian perempuan tersebut. Hasil pemeriksaan autopsi masih ditunggu untuk memastikan bagaimana korban meninggal.
Berita sebelumnya: Tangan Mencuat dari Kardus, Warga Babakan Ciparay Geger
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Kurang dari 6 Jam
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan polisi bergerak cepat setelah menerima informasi terkait kasus tersebut.
SDS yang diduga terlibat dalam peristiwa itu sempat berupaya melarikan diri ke luar Pulau Jawa.
Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan. Polisi melacak keberadaan SDS hingga akhirnya menangkapnya saat dalam perjalanan menuju Kota Palembang.
“Alhamdulillah, tersangka dapat kita amankan kurang dari 6 jam saat perjalanan menuju Kota Palembang,” kata Dedi, Selasa malam, 1 September 2026.
Penangkapan tersebut menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan kasus kematian SM di Bandung.
SDS Masih Diperiksa Polisi
Setelah diamankan, SDS dibawa ke kantor Satreskrim Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami sejumlah hal, termasuk motif dan modus dalam peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Penyidik juga masih menggali hubungan antara SDS dengan korban SM untuk mengetahui latar belakang peristiwa tersebut.
Sementara itu, penyebab pasti kematian SM masih menunggu hasil autopsi. Karena itu, polisi masih melakukan pendalaman sebelum mengungkap secara utuh rangkaian kejadian dalam kasus tersebut.
Kasus kematian perempuan di Bandung ini masih dalam proses penyidikan. Polisi akan mengungkap lebih lanjut fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan terhadap SDS maupun hasil autopsi korban. (red)

