Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Dedi Mulyadi Resmikan Jembatan Gantung Kersagalih, Buka Akses Cibalong dan Jatiwaras

Redaktur Lintas JabarNovember 3, 20263 menit baca52 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pembangunan infrastruktur tidak selalu harus diukur dari panjang jalan, ketebalan beton, atau besarnya anggaran yang digelontorkan. Bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, kehadiran sebuah jembatan justru bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu tergambar dari pembangunan Jembatan Gantung Kersagalih di Desa Singajaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang melintasi Sungai Ciwulan dan menghubungkan wilayah Kecamatan Cibalong dengan Kecamatan Jatiwaras.

Jembatan tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam kunjungannya, gubernur juga meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kedatangan Dedi Mulyadi disambut antusias masyarakat setempat. Warga tampak berbondong-bondong menyambut kedatangannya, menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pembangunan akses penghubung yang telah lama dibutuhkan.

Hampir Rp300 Miliar untuk Infrastruktur Tasikmalaya

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran hampir Rp300 miliar untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Anggaran tersebut mencakup sejumlah pekerjaan, mulai dari pembangunan jalan beton, pengaspalan hotmix, hingga pembangunan berbagai jembatan.

Pembangunan infrastruktur itu diarahkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Jembatan Gantung Kersagalih. Keberadaannya diharapkan mampu mengatasi hambatan akses yang selama ini dirasakan warga di sekitar aliran Sungai Ciwulan.

Jembatan Singagalih Hubungkan Dua Kecamatan

Sebelum jembatan tersebut dibangun, masyarakat di wilayah yang terhubung harus menghadapi keterbatasan akses akibat terpisahnya kawasan permukiman oleh Sungai Ciwulan.

Kondisi itu tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap mobilitas anak-anak yang harus menempuh perjalanan untuk bersekolah.

Dengan hadirnya Jembatan Gantung Kersagalih, akses antara Kecamatan Cibalong dan Kecamatan Jatiwaras kini memiliki jalur penghubung yang lebih mudah.

Meski demikian, jembatan tersebut memiliki batasan penggunaan. Fasilitas ini diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, bukan untuk kendaraan roda empat atau mobil umum.

Ambulans dapat menggunakan akses tersebut dalam kondisi darurat sesuai ketentuan yang berlaku.

Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat perjalanan warga, mempermudah aktivitas ekonomi, serta mendukung akses pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Infrastruktur Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Peresmian Jembatan Gantung Kersagalih menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh nilai proyek atau kemegahan konstruksinya.

Infrastruktur memiliki arti penting ketika mampu menjawab persoalan nyata yang selama ini dihadapi masyarakat.

Bagi warga yang sebelumnya kesulitan menyeberangi sungai, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan penghubung. Fasilitas tersebut menjadi akses menuju sekolah, tempat bekerja, pusat aktivitas ekonomi, hingga layanan kesehatan.

Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu terus diarahkan pada wilayah yang membutuhkan peningkatan konektivitas, terutama kawasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Besarnya anggaran pembangunan tentu penting untuk diperhitungkan. Namun, manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat menjadi ukuran yang tidak kalah penting dalam menilai keberhasilan sebuah program pembangunan.

Melalui pembangunan Jembatan Gantung Kersagalih, masyarakat kini memiliki akses penghubung yang diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas di kawasan Sungai Ciwulan.

Pada akhirnya, hakikat pembangunan bukan hanya tentang berapa kilometer jalan yang dibangun atau berapa banyak beton yang dituangkan. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu membuka keterisolasian, mendekatkan pelayanan, dan menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaTolak Pembongkaran Eks Gedung Setda, Pegiat Seni Tasikmalaya Turun ke Jalan
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza