lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – FPI Kota Tasikmalaya mendatangi Mapolres Tasikmalaya Kota pada Jumat (14/8/2026) untuk bersilaturahmi sekaligus membahas sejumlah persoalan sosial dan keamanan. Dalam pertemuan dengan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto, isu peredaran minuman keras (miras), narkoba, prostitusi, LGBT, dan kriminalitas turut menjadi pembahasan.
Rombongan FPI dipimpin Ketua DPW FPI Kota Tasikmalaya KH Muhammad Yan-yan Al Bayani. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di ruang kerja Kapolres Tasikmalaya Kota dan disebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan pimpinan kepolisian yang baru.
FPI Soroti Peredaran Miras
Sekretaris Wilayah DPW FPI Kota Tasikmalaya Robi Awaludin mengatakan kunjungan tersebut merupakan agenda silaturahmi sekaligus diskusi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, FPI menyampaikan sejumlah isu yang mereka nilai perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum. Di antaranya kriminalitas, peredaran miras, narkoba, pelacuran, LGBT, serta persoalan sosial lainnya.
Ketua Advokat Persaudaraan Islam (API) Kota Tasikmalaya Yogi Yogaswara juga menyoroti penanganan terhadap pengedar miras. Menurut dia, langkah hukum perlu dilakukan terhadap para pengedar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami juga membahas upaya-upaya hukum untuk menjerat para pengedar miras agar mendapatkan hukuman yang berat, sehingga membuat para pengedar menjadi jera,” kata Yogi, sebagaimana diberitakan RMOL Jabar.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pihak FPI dan API dalam pertemuan. Belum ada data dalam sumber yang tersedia mengenai jumlah kasus miras atau narkoba yang secara khusus dibahas dalam pertemuan tersebut.
Kapolres Tekankan Sinergi
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andik Eko Siswanto menyambut kedatangan jajaran FPI. Ia menyebut komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
“Semoga pertemuan silaturahmi hari ini menjadi momentum sinergitas kepolisian dengan para kiai, aktivis Islam dan semua komponen masyarakat,” ujar Andik.
Pertemuan tersebut juga membahas persoalan yang lebih luas terkait ketertiban masyarakat. Namun, belum ada keterangan mengenai keputusan baru, operasi khusus, atau target penindakan tertentu yang secara resmi ditetapkan Polres Tasikmalaya Kota setelah pertemuan.
Selain isu penyakit masyarakat, Ketua FPI Kota Tasikmalaya juga menyampaikan apresiasi terhadap kepolisian terkait penangkapan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pelecehan Al-Qur’an pada kegiatan Festival Musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. Kasus tersebut ditangani oleh kepolisian di wilayah Jakarta, sehingga pertemuan di Tasikmalaya lebih merupakan penyampaian sikap dan apresiasi dari FPI.
Bagi Kota Tasikmalaya, pembahasan mengenai FPI Kota Tasikmalaya dan kepolisian tersebut menunjukkan adanya komunikasi antara organisasi masyarakat dan aparat terkait persoalan keamanan serta ketertiban. Perkembangan berikutnya perlu dilihat dari langkah konkret kepolisian terhadap isu yang disampaikan, terutama peredaran miras dan kriminalitas. (dh)

