Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Blue Fire Papandayan Garut Muncul Lagi, Ada Apa di Kawah Manuk?

Redaktur Lintas JabarSeptember 26, 20263 menit baca200 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA GARUT – Pemandangan tak biasa kembali muncul di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pancaran cahaya biru keunguan terlihat di sejumlah titik kawasan kawah pada 23 September 2026. Fenomena yang dikenal sebagai blue fire Papandayan Garut itu kemudian kembali terpantau sehari setelahnya.

Namun, bentuknya berubah. Nyala biru yang sebelumnya terlihat cukup luas menjadi lebih sedikit dan terkonsentrasi, dengan warna yang tampak biru keputihan.

Kemunculan cahaya tersebut bukan sekadar menjadi tontonan visual. Badan Geologi kini turun langsung ke lapangan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di kawasan Kawah Manuk sekaligus mengukur potensi bahayanya.

Blue Fire Papandayan Garut Bukan Api Biasa

Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati menjelaskan, fenomena yang terlihat di kawasan kawah tersebut diinterpretasikan sebagai blue fire yang berkaitan dengan proses pembakaran belerang alami di area solfatara.

Artinya, cahaya biru yang terlihat bukan berarti Gunung Papandayan sedang mengalami erupsi.

Namun, keberadaan nyala tersebut tetap menjadi perhatian karena berkaitan dengan keluarnya gas panas dari kawasan vulkanik.

Badan Geologi juga mencatat adanya perubahan pada kondisi permukaan Kawah Manuk sejak 2025. Bukaan kawah cenderung menyempit dan intensitas asap yang terlihat di permukaan mengalami penurunan.

Perubahan itu diduga dapat memengaruhi jalur keluarnya gas panas melalui rekahan atau bagian lain di sekitar dinding kawah.

Meski begitu, Badan Geologi belum menyimpulkan bahwa penyempitan Kawah Manuk menjadi penyebab langsung munculnya blue fire.

Hubungan antara kedua fenomena tersebut masih harus dikaji lebih lanjut. Rekaman visual saja belum cukup untuk memastikan hubungan sebab-akibatnya.

Badan Geologi Turun Langsung ke Lapangan

Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, Badan Geologi menerjunkan tim tanggap darurat ke kawasan Gunung Papandayan.

Tim tersebut melakukan pemeriksaan langsung terhadap fenomena blue fire sekaligus menganalisis potensi bahaya yang mungkin muncul dari aktivitas gas di sekitar kawah.

Langkah ini penting karena persoalannya bukan hanya soal cahaya biru yang terlihat pada malam hari.

Paparan gas vulkanik dengan konsentrasi tertentu dapat membahayakan manusia yang berada terlalu dekat dengan sumber keluarnya gas.

Karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak beraktivitas atau menginap dalam radius 500 meter dari bukaan kawah aktif.

Wisatawan Papandayan Dibatasi

Kemunculan blue fire juga membuat aktivitas wisata dan pendakian di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan dibatasi.

BBKSDA Jawa Barat menyampaikan bahwa untuk sementara kunjungan wisatawan dibatasi hingga Pos 4.

Artinya, wisatawan masih dapat melakukan aktivitas di area yang dinilai aman, tetapi akses menuju kawasan yang lebih dekat dengan kawah tidak dibuka seperti kondisi normal.

Pembatasan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari tim Badan Geologi menyelesaikan pemeriksaan lapangan.

Status Gunung Papandayan Masih Level I

Di tengah munculnya fenomena blue fire Papandayan Garut, Badan Geologi menegaskan bahwa tingkat aktivitas vulkanik Gunung Papandayan masih berada pada Level I atau Normal.

Karena itu, kemunculan cahaya biru di kawasan kawah tidak serta-merta berarti Papandayan akan erupsi.

Yang menjadi perhatian saat ini adalah potensi bahaya lokal di sekitar kawah, terutama kemungkinan semburan gas dan paparan gas vulkanik yang dapat mencapai konsentrasi berbahaya.

Masyarakat dan wisatawan diminta tetap tenang, tidak mendekati kawasan kawah aktif, serta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan pemerintah daerah.

Fenomena blue fire Papandayan Garut pada akhirnya bukan hanya soal pemandangan langka yang menarik perhatian. Di balik cahaya biru tersebut, ada dinamika kawasan Kawah Manuk yang masih diteliti untuk mengetahui bagaimana perubahan jalur keluarnya gas panas dan kondisi vulkanik di sekitarnya. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaMisteri Jenazah Pria di Ciawi, akhirnya Terungkap Berita SelanjutnyaKDM Minta Batas Usia Pelamar Kerja Dihapus, Ini Alasannya
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza