BI Tasikmalaya Perluas Literasi Rupiah untuk Penyandang Disabilitas
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap mata uang nasional terus dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya. Kali ini, fokus diarahkan pada kelompok penyandang disabilitas melalui program Literasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya yang digelar di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memahami fungsi, nilai, dan pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Puluhan peserta dari berbagai komunitas disabilitas mengikuti kegiatan yang dikemas melalui pemutaran film dokumenter karya penyandang disabilitas serta sesi edukasi interaktif mengenai program Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.
Literasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya Dorong Kesetaraan Akses Informasi
Bank Indonesia menegaskan bahwa edukasi mengenai rupiah harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki.
Melalui pendekatan yang inklusif, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi uang rupiah agar tetap layak edar. Selain itu, mereka juga diajak memahami posisi rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan berlaku di seluruh wilayah Indonesia.
Program ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan kesetaraan akses informasi keuangan bagi kelompok rentan yang selama ini sering menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh layanan edukasi.
Dengan metode penyampaian yang disesuaikan, materi dapat diterima lebih mudah oleh peserta dari berbagai jenis disabilitas.
Bank Indonesia Tasikmalaya Kenalkan Fitur Blind Code Rupiah
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan fitur keamanan dan ciri keaslian uang rupiah.
Melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang, peserta diajak mengenali karakteristik uang asli secara langsung.
Khusus untuk peserta tunanetra, Bank Indonesia memperkenalkan fitur blind code berupa tanda garis timbul pada uang kertas yang berfungsi membantu mengenali nominal tanpa harus melihat.
Peserta diberikan kesempatan untuk meraba dan membandingkan setiap pecahan uang sehingga dapat mengenali perbedaan nominal secara mandiri.
Sementara itu, penyampaian materi bagi peserta tunarungu didukung penerjemah bahasa isyarat agar seluruh informasi dapat dipahami secara optimal.
CBP Rupiah Inklusif Akan Menjangkau Wilayah Priangan Timur
Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya berencana memperluas jangkauan program CBP Rupiah Inklusif ke berbagai daerah di Priangan Timur.
Sasaran kegiatan berikutnya meliputi Sekolah Luar Biasa (SLB), lembaga sosial, komunitas disabilitas, hingga kelompok masyarakat lain yang membutuhkan akses edukasi keuangan yang lebih mudah dijangkau.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan memahami rupiah dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program Literasi Rupiah Disabilitas Tasikmalaya, Bank Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengenali ciri keaslian uang, memahami fungsi rupiah, serta ikut menjaga martabat mata uang nasional sebagai identitas bangsa Indonesia. (dh/hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar