Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Komisi III Sidak Dapur SPPG: Puluhan Dapur Terancam Ditutup

Komisi III Sidak Dapur SPPG: Puluhan Dapur Terancam Ditutup

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA — Temuan mengejutkan terungkap dalam inspeksi mendadak yang dilakukan DPRD Kota Tasikmalaya. Melalui agenda Komisi III Sidak Dapur SPPG, dewan menemukan salah satu dapur penyedia makanan bergizi di wilayah Singkup, Kecamatan Purbaratu, telah beroperasi selama berbulan-bulan tanpa mengantongi izin resmi.

Fakta ini memicu kekhawatiran serius, mengingat dapur tersebut memproduksi makanan untuk kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia. Ketidaklengkapan administrasi dan aspek teknis dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan.

Sidak Berawal dari Temuan LSM

Kegiatan Komisi III Sidak Dapur SPPG dilakukan setelah adanya laporan dari LSM Sajalur yang mengungkap rendahnya tingkat kepatuhan perizinan dapur SPPG di Kota Tasikmalaya. Dalam forum resmi di DPRD Kota Tasikmalaya, disebutkan bahwa dari total 112 dapur SPPG yang beroperasi, hanya tiga yang telah memiliki izin lengkap.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya langsung melakukan sidak ke lapangan untuk memastikan kebenaran data. Salah satu lokasi yang diperiksa adalah dapur SPPG di wilayah Singkup.

Ketua Komisi III, Anang Sapa’at, menyatakan bahwa sidak ini merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh program pelayanan publik berjalan sesuai regulasi.

“Informasi ini kami dalami. Salah satu yang kami pantau langsung hari ini adalah SPPG Singkup,” ujarnya saat berada di lokasi.

Temuan Lapangan: Izin Belum Lengkap

Dalam kegiatan Komisi III Sidak Dapur SPPG, tim menemukan bahwa dapur tersebut belum memiliki sejumlah izin penting, meskipun telah beroperasi selama kurang lebih lima bulan.

Beberapa aspek yang menjadi sorotan antara lain belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai, belum tertatanya sistem pengelolaan limbah, serta belum adanya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Setelah kami tinjau, memang SPPG ini belum memiliki izin apapun, padahal sudah beroperasi cukup lama. Informasinya masih dalam proses pengurusan,” kata Anang.

Kondisi tersebut dinilai tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, mengingat aktivitas dapur menyangkut produksi makanan dalam skala besar.

Risiko Lingkungan dan Keselamatan

Ketidakterpenuhinya aspek perizinan dalam operasional dapur SPPG bukan sekadar persoalan administratif. Dalam konteks pelayanan publik, hal ini berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Tanpa sistem IPAL yang layak, limbah cair dari proses produksi makanan berisiko mencemari lingkungan. Sementara itu, tanpa PBG, aspek keselamatan bangunan juga tidak dapat dijamin.

Melalui Komisi III Sidak Dapur SPPG, DPRD menegaskan bahwa standar keamanan dan kelayakan harus menjadi prioritas utama, terlebih karena sasaran program adalah kelompok masyarakat yang rentan.

Ultimatum dan Batas Waktu Perizinan

Sebagai tindak lanjut dari Komisi III Sidak Dapur SPPG, DPRD memberikan ultimatum tegas kepada pengelola dapur dan pihak terkait. Setiap dapur SPPG diwajibkan segera melengkapi seluruh perizinan dalam jangka waktu maksimal enam bulan sejak mulai beroperasi.

Apabila dalam batas waktu tersebut tidak ada progres yang signifikan, maka DPRD akan merekomendasikan penghentian sementara operasional dapur hingga seluruh izin terpenuhi.

“Aturannya jelas. Jika sudah melewati enam bulan dan tidak ada itikad untuk melengkapi izin, maka kami akan meminta untuk ditutup sementara. Ini menyangkut kepatuhan dan keselamatan,” tegas Anang.

Pengakuan Pengelola dan Proses Perizinan

Di sisi lain, Kepala Dapur SPPG Singkup, Bayu, mengakui bahwa pihaknya belum melengkapi seluruh dokumen perizinan. Ia menyebutkan bahwa saat ini proses pengurusan izin masih berlangsung.

“Kami akui memang belum lengkap. Saat ini sedang kami urus, ada beberapa dokumen yang masih dalam proses,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya upaya perbaikan, namun tetap membutuhkan pengawasan ketat agar tidak berlarut-larut.

Potensi Penertiban Dapur Lain

Temuan dalam Komisi III Sidak Dapur SPPG ini diperkirakan hanya sebagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 99 dapur SPPG lain yang diduga belum memiliki legalitas lengkap.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Kota Tasikmalaya, yang berencana melakukan sidak lanjutan ke berbagai lokasi lain.

“Ini baru awal. Kami akan terus melakukan sidak untuk memastikan mana yang patuh dan mana yang abai,” ujar Anang.

Pentingnya Pengawasan dan Sinergi

Program SPPG sejatinya merupakan inisiatif positif dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan aspek legalitas, keamanan, dan kelayakan.

Melalui Komisi III Sidak Dapur SPPG, DPRD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola dapur, dan instansi teknis terkait. Pengawasan yang konsisten diperlukan agar program tidak justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Dinas terkait juga diharapkan lebih proaktif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan, tidak hanya menunggu laporan atau temuan di lapangan.

Menjaga Niat Baik agar Tidak Menjadi Masalah

Di balik polemik ini, DPRD mengingatkan bahwa program pemenuhan gizi merupakan langkah strategis yang harus dijaga kualitasnya. Kelalaian dalam aspek administrasi dan teknis berpotensi mencederai tujuan mulia dari program tersebut.

Komisi III Sidak Dapur SPPG menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di lapangan. Dengan perbaikan yang tepat, diharapkan seluruh dapur SPPG dapat beroperasi secara legal, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (DH) 

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dedi Mulyadi Minta Maaf Tak ke Kampung Naga, Titip Pesan Jaga Galunggung

    Dedi Mulyadi Minta Maaf Tak ke Kampung Naga, Titip Pesan Jaga Galunggung

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 42
    • 0Komentar

    lintas jabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengunjungi Kampung Naga dalam agenda kunjungannya ke Tasikmalaya, Senin (4/5/2026). Alasan utama ketidakhadirannya adalah kondisi akses menuju lokasi yang terbatas. Jalan menuju kampung adat tersebut dikenal sempit dan hanya bisa dilalui dengan kapasitas terbatas. “Jalannya hanya satu dan sempit. […]

  • Kebakaran pabrik mie lidi tasikmalaya-lintasjabar

    Pabrik Mie Lidi di Tasikmalaya Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    lintasjabar.id BERITA TASIKMALAYA – Kebakaran melanda sebuah pabrik rumahan pengolahan mie lidi di Kampung Kalieung, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa malam (12/5/2026). Insiden tersebut menyebabkan bangunan tempat produksi beserta sejumlah peralatan usaha hangus dilalap api. Peristiwa kebakaran itu sempat mengundang perhatian warga sekitar karena api dengan cepat membesar dan melahap area produksi dalam […]

  • Mutasi Polres Tasikmalaya: 12 Pejabat Berganti, Kapolres Minta Langsung Layani Warga

    Mutasi Polres Tasikmalaya: 12 Pejabat Berganti, Kapolres Minta Langsung Layani Warga

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 116
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA — Sebanyak 12 pejabat utama di lingkungan Polres Tasikmalaya resmi berganti dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Lapangan Hitam Mapolres Tasikmalaya, Rabu (6/4/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wahyu Prista Utama selaku Kapolres Tasikmalaya.   Rotasi untuk Penyegaran Organisasi Kapolres menegaskan bahwa mutasi Polres Tasikmalaya merupakan hal yang wajar […]

  • Pelari Pakai Jas Jadi Sorotan di QRIS UTHM 2026

    Pelari Pakai Jas Jadi Sorotan di QRIS UTHM 2026

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 113
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Gelaran QRIS Unsil Tasik Half Marathon (UTHM) 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit antar pelari nasional, tetapi juga menyuguhkan momen-momen unik yang menghibur ribuan warga. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah aksi seorang peserta yang nekat berlari di kategori 21 kilometer dengan mengenakan jas lengkap dan dasi, Minggu (10/5/2026). Sejak […]

  • Hari Kebangkitan Nasional,PLN Beri Diskon Tambah Daya untuk Pelanggan Rumah Tangga

    Hari Kebangkitan Nasional,PLN Beri Diskon Tambah Daya untuk Pelanggan Rumah Tangga

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 105
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, PT PLN (Persero) menghadirkan program promo bertajuk “MeiLaju Lebih Terang” dengan menawarkan potongan biaya tambah daya sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga satu fasa di seluruh golongan tarif. Program ini mulai berlaku pada 20 Mei hingga 2 Juni 2026 dan hanya bisa diakses melalui […]

  • Tasikmalaya: Petugas Damkar Taklukkan Ular Berbisa dalam 6 Menit

    Tasikmalaya: Petugas Damkar Taklukkan Ular Berbisa dalam 6 Menit

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Suasana tenang di Kampung Cidahu, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (2/5/2026) siang. Seekor ular kobra sepanjang sekitar 60 sentimeter ditemukan bersembunyi di area rumah warga. Kemunculan reptil berbisa tersebut langsung membuat panik penghuni rumah dan warga sekitar. Bermula Saat Menjemur Pakaian Insiden itu pertama kali […]

expand_less