Himbauan KDM Terbaru, Bikin Pemilik Warung Terharu
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Himbauan KDM terbaru mendadak menjadi perhatian warga kecil. Bukan kar na kalimatnya rumit, bukan pula karena dibungkus program besar yang sulit dipahami masyarakat bawah. Pesan itu justru terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Irdan (50), pemilik warung kecil di kawasan Indihiang, Kota Bandung, pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu terdengar seperti pembelaan yang sudah lama ditunggu para pelaku usaha kecil.
Pemilik Warung Merasa Diperhatikan
Irdan mengaku terharu saat mengetahui Gubernur Dedi Mulyadi secara terbuka menyampaikan perhatian terhadap nasib warung kecil. Selama bertahun-tahun membuka warung, ia merasa usaha kecil seperti miliknya kerap hanya menjadi pelengkap kehidupan kampung.
Padahal, kata dia, warung kecil bukan sekadar tempat membeli kopi sachet, beras eceran, telur seperempat, atau mi instan. Warung juga menjadi ruang sosial warga. Di sana orang berutang sebentar saat uang belum cair, menitip kabar, bahkan kadang mencari solusi hidup sambil membeli gula.
“Seumur-umur saya ngawarung, baru kali ini ada gubernur yang secara terbuka berpihak pada kami, para pemilik warung kecil,” kata Irdan, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Irdan, perhatian seperti itu membuat pemilik warung merasa tidak sendirian. Ia menyebut warung kecil kini harus bertahan di tengah perubahan pola belanja masyarakat, mulai dari minimarket, pusat grosir modern, hingga belanja daring.
Namun, Irdan tidak menyalahkan siapa pun. Ia memahami zaman berubah. Hanya saja, ia berharap masyarakat yang mampu tetap sesekali mengingat warung kecil di lingkungan terdekat.
“Kalau semua belanja jauh, warung kecil lama-lama cuma jadi tempat beli korek. Itu juga kalau koreknya belum habis,” ujarnya.
Pesan KDM yang Menyentuh Ekonomi Rakyat
Himbauan KDM yang dimaksud berkaitan dengan ajakan kepada warga kelas menengah ke atas agar ikut menggerakkan ekonomi masyarakat kecil dari kebiasaan belanja harian.
Dedi Mulyadi meminta warga yang secara ekonomi lebih mampu memprioritaskan belanja di lingkungan sekitar, termasuk di warung tetangga dan pedagang keliling. Pernyataan itu disampaikan setelah Pemprov Jawa Barat meraih penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Metro TV di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis, 4 Juni 2026.
“Warga menengah ke atas belanjanya harus di lingkungan masyarakat sekitar, seperti di warung dan pedagang keliling agar tingkat kemiskinannya terus berkurang,” ucap KDM dalam keterangan di Bandung, Senin, 8 Juni 2026.
Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna ekonomi yang dalam. Ketika warga mampu membeli kebutuhan harian di warung sekitar rumah, uang tidak langsung keluar dari lingkungan. Perputarannya bisa kembali kepada tetangga, pedagang kecil, pemasok lokal, hingga keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha rumahan.
Dedi Mulyadi juga mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan penghargaan yang diterima Jawa Barat. Ia meminta warga tetap saling menjaga dan memberi perhatian kepada anak-anak yang kekurangan gizi. Bila menemukan anak kekurangan gizi, masyarakat diminta segera membantu memberikan makanan bergizi.
Dalam konteks Jawa Barat, pesan ini menjadi penting karena kemiskinan bukan hanya urusan angka di atas kertas. Ia hidup di dapur warga, di etalase warung kecil, di gerobak pedagang keliling, dan di meja makan keluarga.
Bagi Irdan, himbauan KDM tersebut memberi semangat baru. Ia tidak berharap semua orang meninggalkan toko modern. Ia hanya berharap warung kecil tetap diberi ruang dalam kebiasaan belanja masyarakat.
“Kalau orang mampu belanja sebagian saja ke warung tetangga, itu sudah besar artinya buat kami,” kata Irdan.
Ia menilai, keberpihakan kepada warung kecil tidak selalu harus berbentuk bantuan besar. Kadang, membeli beras, kopi, gula, telur, atau sabun di warung sekitar sudah cukup membantu pemilik warung bertahan.
Himbauan KDM terbaru ini akhirnya membuka kembali percakapan lama tentang ekonomi rakyat. Bahwa membantu warga kecil tidak selalu harus menunggu program besar, proposal tebal, atau rapat panjang. Kadang, cukup dimulai dari langkah pendek: keluar rumah, menyapa tetangga, lalu belanja di warung kecil.
Dan bagi pemilik warung seperti Irdan, perhatian semacam itu rasanya bukan sekadar transaksi. Itu tanda bahwa mereka masih dianggap ada.
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar