SPMB Sekolah Maung Ricuh, Ortu Geruduk Disdik Jabar Minta KDM Turun Tangan
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- visibility 185
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA DAERAH.
SPMB Sekolah Maung memantik kegaduhan setelah ratusan orang tua calon murid baru mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Rajiman, Kota Bandung, Senin 8 Juni 2026. Mereka datang membawa keluhan, keresahan, dan tuntutan kejelasan atas proses seleksi yang dinilai belum sepenuhnya terang.
Polemik ini membuat perhatian publik kembali mengarah kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Bukan untuk menyudutkan, melainkan menunggu sikap langsung dari sosok yang sejak awal membawa janji besar soal pendidikan unggul, seleksi transparan, dan penolakan terhadap praktik titip-menitip dalam penerimaan murid baru.
Orang Tua Geruduk Disdik Jabar, Keluhkan SPMB dan PCMB
Keluhan orang tua soal SPMB Sekolah Maung tidak berdiri sendiri. Sejumlah orang tua mengaku kebingungan karena harus memahami dua proses sekaligus, yakni hasil SPMB Sekolah Maung 2026 dan mekanisme Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB.
Kebingungan itu kian terasa karena pengumuman hasil SPMB Maung berlangsung pada hari yang sama dengan batas proses PCMB. Bagi orang tua, situasi tersebut bukan sekadar urusan teknis pendaftaran. Ada masa depan anak yang dipertaruhkan, ada peluang masuk sekolah negeri yang dikhawatirkan tertutup, dan ada harapan yang berubah menjadi tanda tanya besar.
Sebagian orang tua calon murid datang ke Disdik Jabar untuk mencari kepastian langsung. Mereka ingin mengetahui apakah data seleksi, skor, jalur prestasi, hingga mekanisme lanjutan sudah benar-benar berjalan sesuai ketentuan.
Disdik Jabar sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan skor dalam sistem SPMB Maung bukan pemotongan sepihak. Perubahan itu disebut sebagai bagian dari proses sinkronisasi dan pemutakhiran data riil agar penilaian sesuai aturan yang berlaku.
Namun, dalam perkara pendidikan, penjelasan teknis saja kerap belum cukup. Orang tua membutuhkan kepastian yang mudah dipahami, alur yang tidak membingungkan, serta jaminan bahwa anak mereka tidak dirugikan oleh sistem yang bergerak terlalu cepat.
Janji KDM soal Seleksi Transparan Kini Dinanti
Polemik ini membuat respons KDM terhadap SPMB Sekolah Maung menjadi penting. Sebab, sejak awal program Sekolah Maung diperkenalkan sebagai ruang pendidikan unggulan yang harus berjalan bersih, adil, dan berpihak kepada murid berprestasi.
KDM sebelumnya sudah menegaskan bahwa tidak boleh ada siswa titipan dalam Sekolah Maung. Ia juga menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan berintegritas. Karena itu, ketika keluhan orang tua muncul di depan Kantor Disdik Jabar, publik wajar menunggu apakah janji tersebut akan diterjemahkan menjadi langkah konkret.
Kini, KDM berada pada posisi strategis. Ia bisa meminta Disdik Jabar membuka penjelasan teknis secara lebih terang, memeriksa ulang titik-titik yang dikeluhkan orang tua, dan memastikan tidak ada calon murid yang dirugikan karena kekeliruan data, sistem, atau komunikasi.
Dengan begitu, persoalan SPMB Sekolah Maung tidak berhenti sebagai keributan sesaat di kantor dinas. Polemik ini bisa menjadi ruang koreksi agar program unggulan pendidikan Jawa Barat benar-benar berdiri di atas kepercayaan publik.
Sebab, Sekolah Maung bukan hanya soal sekolah favorit baru. Program ini membawa nama besar Gubernur Jawa Barat, harapan ribuan keluarga, dan janji tentang masa depan pendidikan yang lebih adil. Kini, publik menunggu KDM turun tangan, bukan untuk memadamkan gaduh semata, tetapi untuk memastikan marwah transparansi tetap terjaga. (AA)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar