Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » THR Tasikmalaya: Ketika Tanggung Jawab Institusional Jadi Beban Personal

THR Tasikmalaya: Ketika Tanggung Jawab Institusional Jadi Beban Personal

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.IdEDITORIAL – Polemik THR Tasikmalaya tahun ini memperlihatkan ironi yang sulit diabaikan. Di saat kebutuhan hidup meningkat tajam menjelang Lebaran—mulai dari kebutuhan pangan, sandang, hingga kewajiban sosial—aparatur sipil negara (ASN) justru tidak mendapatkan dukungan penuh dari institusi tempat mereka mengabdi. Dalam konteks kegagalan membayar THR di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, perlahan berubah menjadi beban yang harus ditanggung secara personal.

Dalam logika kebijakan publik, THR bukan sekadar tambahan penghasilan. Ia dirancang sebagai instrumen penyangga ekonomi bagi aparatur menjelang momentum hari raya. Negara memahami bahwa Lebaran bukan hanya peristiwa spiritual, tetapi juga peristiwa sosial-ekonomi yang menuntut kesiapan finansial. Karena itu, kehadiran THR seharusnya menjadi bentuk nyata kehadiran institusi dalam menopang kebutuhan pegawainya.

Namun yang terjadi di Tasikmalaya justru sebaliknya. Ketika THR PNS di Kota Tasikmalaya tidak dibayarkan secara utuh dan tepat waktu, ASN dipaksa menghadapi realitas yang berbeda: mereka harus mengatur sendiri kekurangan, menyesuaikan pengeluaran, bahkan mungkin menunda rencana yang sudah disusun jauh hari. Dalam situasi ini, negara tidak lagi hadir sebagai penyangga, melainkan seolah mundur, meninggalkan individu untuk menyelesaikan persoalannya masing-masing.

Kondisi ini menjadi semakin problematis jika melihat fakta bahwa sebagian ASN hanya menerima THR dalam jumlah yang sangat terbatas. Dengan skema pencairan yang tidak penuh, terutama dari komponen TPP, banyak pegawai—khususnya di level staf—berpotensi hanya menerima nominal yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Artinya, beban ekonomi yang seharusnya dibagi oleh institusi melalui THR Tasikmalaya, justru jatuh sepenuhnya ke pundak individu.

Di titik ini, persoalan tidak lagi semata-mata tentang keterlambatan pembayaran, melainkan tentang pergeseran tanggung jawab dalam pengelolaan THR. Yang semestinya menjadi kewajiban institusional berubah menjadi urusan personal. ASN tidak lagi dilindungi oleh sistem, melainkan harus bertahan dengan kemampuan masing-masing di tengah polemik THR Tasikmalaya.

Lebih jauh, situasi pasca gagalnya pembayaran THR ASN di Kota Tasikmalaya ini juga mengungkap kelemahan dalam tata kelola pemerintahan daerah. Kebutuhan Lebaran adalah siklus tahunan yang sepenuhnya bisa diprediksi. Tidak ada unsur kejutan di dalamnya. Oleh karena itu, kegagalan dalam mengantisipasi kewajiban seperti THR di Kota Tasikmalaya menunjukkan adanya persoalan dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran. Ketika perencanaan tidak mampu menjawab kebutuhan rutin, maka yang terjadi adalah tekanan yang dialihkan ke level paling bawah: individu ASN.

Di sisi lain, dampak psikologis dari persoalan gagal bayar THR ASN Tasikmalaya ini tidak bisa dianggap remeh. ASN yang seharusnya fokus pada pelayanan publik, justru dihadapkan pada kekhawatiran pribadi terkait kebutuhan keluarga. Dalam jangka pendek, ini mungkin terlihat sebagai persoalan individual. Namun dalam jangka panjang, kondisi akibat isu THR Tasikmalaya ini berpotensi memengaruhi motivasi kerja, loyalitas, bahkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kasus gagal bayar THR ASN di Kota Tasikmalaya pada akhirnya menjadi pengingat penting bahwa negara—dalam hal ini pemerintah daerah—tidak boleh absen dalam momentum krusial seperti Lebaran. Kehadiran institusi bukan hanya diukur dari kebijakan yang dibuat, tetapi dari sejauh mana kebijakan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh aparatur di lapangan.

Karena ketika institusi gagal hadir di saat yang paling dibutuhkan, maka yang tersisa hanyalah individu-individu yang berjuang sendiri menghadapi persoalan THR Tasikmalaya. Dan di situlah, tanggung jawab negara berubah menjadi beban personal—sesuatu yang seharusnya tidak pernah terjadi dalam sebuah sistem pemerintahan yang sehat.

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Dinkes Garut Sebut Jadi Angin Segar

    Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Dinkes Garut Sebut Jadi Angin Segar

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 107
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA GARUT – Universitas Garut (Uniga) kembali melahirkan tenaga kesehatan baru. Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII yang digelar di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). […]

  • Razia Knalpot Brong, 13 Motor Diamankan Polisi

    Razia Knalpot Brong, 13 Motor Diamankan Polisi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 106
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Polresta Tasikmalaya kembali menggencarkan penertiban kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang dikenal sebagai knalpot brong. Dalam operasi yang digelar Kamis (21/5/2026), sebanyak 13 sepeda motor diamankan karena terbukti menggunakan knalpot bising yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat. Operasi penertiban dilakukan di sejumlah titik yang selama ini kerap […]

  • 1.532 Hewan Kurban Tasikmalaya Dipastikan Sehat

    1.532 Hewan Kurban Tasikmalaya Dipastikan Sehat

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 108
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan ribuan hewan kurban yang beredar di lapak penjualan dalam kondisi sehat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Hingga pemeriksaan terbaru, sebanyak 1.532 ekor sapi serta 340 ekor kambing dan domba telah melalui pengawasan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Pemeriksaan […]

  • Larangan Gratifikasi: ASN Kabupaten Tasikmalaya Dilarang Minta THR.

    Larangan Gratifikasi: ASN Kabupaten Tasikmalaya Dilarang Minta THR.

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 25
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0018 Tahun 2026 tentang pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi terkait hari raya. Dalam surat edaran Larangan Gratifikasi tersebut ditegaskan bahwa aparatur sipil negara tidak diperbolehkan meminta atau menerima hadiah yang berkaitan dengan jabatan maupun kewenangan yang dimilikinya. Langkah ini diambil sebagai bagian […]

  • Bupati Ciamis Segera Siapkan Perbup Anti Miras dan Narkoba Usai Audiensi dengan FPI

    Bupati Ciamis Segera Siapkan Perbup Anti Miras dan Narkoba Usai Audiensi dengan FPI

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 100
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat terkait persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Usai menerima audiensi dari Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Ciamis, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) anti miras khusus terkait penanganan minuman keras dan narkotika. Langkah tersebut mencuat dalam audiensi […]

  • pengamanan-libur-panjang-garut-lintasjabar

    Pengamanan Libur Panjang, Polres Garut Siaga di Sejumlah Titik

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 199
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, BERITA GARUT – Mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat selama masa libur panjang, Polres Garut siaga meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis mulai Kamis (14/5/2026). Fokus pengawasan diarahkan ke kawasan wisata, tempat ibadah, hingga jalur utama yang diperkirakan mengalami peningkatan arus kendaraan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan Polres Garut terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban […]

expand_less