Korban Gempa Filipina Bertambah, 32 Tewas Ratusan Luka
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Senin, 8 Jun 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA DUNIA. Korban gempa Filipina terus bertambah setelah gempa kuat mengguncang wilayah Mindanao pada Senin, 8 Juni 2026 pagi. Laporan terbaru hingga Senin malam WIB menyebut sedikitnya 32 orang meninggal dunia dan lebih dari 130 orang mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan, longsor, serta dampak guncangan kuat di sejumlah wilayah.
Gempa Filipina terbaru ini menjadi perhatian kawasan Asia Tenggara karena sempat memicu peringatan tsunami di Filipina, Indonesia bagian utara, hingga Sabah, Malaysia. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, situasi di Mindanao belum sepenuhnya tenang karena gempa susulan masih terjadi dan proses pencarian serta pendataan korban terus berjalan. Data korban masih dapat berubah, sebab petugas di lapangan masih memverifikasi laporan dari daerah terdampak.
Gempa Mindanao Filipina Guncang Sarangani dan General Santos
Gempa Mindanao Filipina terjadi pada Senin pagi dan berpusat di sekitar wilayah Sarangani, tidak jauh dari General Santos City. Reuters melaporkan, gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina dan terasa kuat di banyak bagian Mindanao. Guncangan bahkan dilaporkan terasa hingga Manado, Sulawesi Utara, yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.
Wilayah General Santos menjadi salah satu titik yang terdampak paling berat. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sebagian runtuh, dan aktivitas warga terganggu. Video yang beredar dari lokasi memperlihatkan kepanikan warga saat bangunan ambruk dan debu menyelimuti area sekitar. Situasinya bukan sekadar “lampu gantung goyang”, bro, tapi sudah masuk kategori warga berlari menyelamatkan diri karena struktur bangunan ikut menyerah.
Otoritas pertahanan sipil Filipina masih memverifikasi laporan sementara 32 korban meninggal dan 134 orang terluka di berbagai wilayah Mindanao. Sebagian besar korban dilaporkan terdampak material bangunan yang jatuh dan longsor. Karena pendataan masih berjalan, angka korban tewas gempa Filipina berpotensi berubah mengikuti hasil asesmen petugas gabungan.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan respons darurat segera di wilayah terdampak. Pemerintah Filipina menyiapkan pusat evakuasi, bantuan logistik, dan dukungan operasi penyelamatan. Jalur-jalur penting juga mulai dibersihkan agar bantuan dapat menjangkau lokasi yang paling membutuhkan.
Di sisi lain, aktivitas pendidikan turut terganggu. Gempa terjadi saat sekolah-sekolah di Filipina mulai kembali aktif setelah masa libur panjang. Sejumlah laporan menyebut siswa dan guru terpaksa dievakuasi setelah bangunan sekolah berguncang hebat. Pemerintah setempat kemudian menangguhkan kegiatan sekolah di daerah terdampak demi keselamatan anak-anak.
Peringatan Tsunami Filipina Dicabut, Warga Tetap Diminta Waspada
Peringatan tsunami Filipina sempat dikeluarkan setelah gempa kuat tersebut terjadi. Wilayah pesisir di Filipina bagian selatan, Indonesia bagian utara, dan Sabah Malaysia sempat diminta meningkatkan kewaspadaan. Namun, peringatan tsunami kemudian dibatalkan setelah pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan.
BMKG Indonesia menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa Mindanao telah berakhir pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 10.15 WIB. Meski begitu, BMKG mencatat gempa tersebut sempat berdampak tsunami di sebagian wilayah Indonesia. Kenaikan muka air laut terpantau di sejumlah titik, antara lain Melonguane, Tahuna, Paleleh, Bitung, Ternate, hingga Talengan.
Di Talengan, BMKG mencatat gelombang tsunami setinggi 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB. Sementara di wilayah lain, kenaikan muka air laut terpantau bervariasi, mulai dari 0,09 meter hingga 0,45 meter. Catatan ini menunjukkan bahwa dampak gempa tidak berhenti di Filipina, tetapi ikut menyentuh wilayah pesisir Indonesia bagian utara.
BMKG juga mencatat adanya gempa susulan setelah gempa utama terjadi. Hingga Senin pagi, puluhan aktivitas susulan telah terpantau dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7. Karena itu, warga di wilayah terdampak diimbau tidak terburu-buru masuk kembali ke bangunan yang retak atau rusak.
Situasi serupa juga menjadi perhatian otoritas Filipina. Warga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan karena gempa susulan masih bisa terjadi. Pemeriksaan struktur bangunan menjadi penting sebelum aktivitas kembali normal. Dalam bencana seperti ini, keberanian masuk bangunan retak bukan tanda heroik, tapi tanda perlu diingatkan pelan-pelan oleh petugas.
Hingga Senin malam, fokus utama pemerintah Filipina masih tertuju pada penyelamatan korban, pendataan kerusakan, penanganan pengungsi, dan pemulihan layanan dasar. Ratusan warga luka akibat gempa Filipina membutuhkan penanganan medis, sementara sebagian warga lain masih bertahan di lokasi aman karena khawatir terhadap gempa susulan.
Gempa Filipina terbaru ini kembali mengingatkan bahwa kawasan Asia Tenggara berada di ruang geologi yang aktif. Filipina dan Indonesia sama-sama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga gempa kuat dan potensi tsunami selalu menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Untuk saat ini, angka korban sementara menjadi kabar paling memilukan, sementara keselamatan warga di wilayah terdampak tetap menjadi prioritas utama. (AA)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar


Saat ini belum ada komentar