1.532 Hewan Kurban Tasikmalaya Dipastikan Sehat
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan ribuan hewan kurban yang beredar di lapak penjualan dalam kondisi sehat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Hingga pemeriksaan terbaru, sebanyak 1.532 ekor sapi serta 340 ekor kambing dan domba telah melalui pengawasan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), bersama unsur Kejaksaan Negeri, Kodim 0612/Tasikmalaya, dan Polres Tasikmalaya Kota.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan memenuhi ketentuan syariat, sekaligus mencegah potensi masuknya hewan ternak yang terindikasi penyakit menular.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, turun langsung memantau pemeriksaan di sejumlah lapak penjualan hewan kurban pada Kamis (21/5/2026).
Menurut Diky, kesiapan pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dari persiapan pelaksanaan Idul Adha agar ibadah kurban berjalan lancar tanpa kekhawatiran dari masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa tenang saat membeli hewan kurban. Dari hasil pemantauan di sejumlah lapak, tidak ditemukan hewan yang terindikasi PMK maupun LSD. Semua dalam kondisi sehat dan layak untuk kurban,” ujar Diky.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan mengecek kondisi fisik hewan, suhu tubuh, tanda-tanda klinis penyakit, hingga kelengkapan administrasi berupa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Hewan yang dinyatakan lolos pemeriksaan kemudian diberi tanda khusus sebagai penanda bahwa ternak tersebut telah melalui verifikasi kesehatan.
Stok Hewan Kurban Menurun Dibanding Tahun Lalu
Meski kondisi kesehatan hewan dinyatakan aman, data sementara menunjukkan jumlah stok hewan kurban di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tahun ini, stok tercatat sebanyak 1.532 ekor sapi dan 340 ekor kambing atau domba. Sementara pada periode Idul Adha tahun 2025, jumlah stok mencapai 3.310 ekor sapi serta 452 ekor kambing dan domba.
Penurunan hampir 50 persen tersebut diduga berkaitan dengan kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Namun demikian, pemerintah daerah memperkirakan jumlah permintaan hewan kurban masih akan bergerak naik mendekati hari pelaksanaan Idul Adha.
Fenomena tersebut dinilai lazim terjadi karena sebagian masyarakat baru melakukan pembelian pada pekan-pekan terakhir menjelang hari raya.
DKP3 Perketat Pengawasan Hingga Hari Pemotongan
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan, mengatakan pengawasan kesehatan hewan kurban telah dilakukan sejak dua pekan terakhir.
Tim dokter hewan diterjunkan langsung ke kandang peternak maupun lapak penjualan untuk memastikan kondisi ternak tetap aman.
“Hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat. Tidak ditemukan indikasi PMK maupun LSD. Hewan yang lolos pemeriksaan kami beri penanda sehat,” ujar Cecep.
Pengawasan tidak akan berhenti pada tahap penjualan. Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan monitoring tetap dilakukan hingga hari pemotongan untuk mencegah masuknya hewan tanpa dokumen kesehatan resmi.
Selain pengawasan di lapangan, Pemkot Tasikmalaya juga menyiapkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) yang memenuhi standar kebersihan dan ketentuan syariat.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjamin proses pemotongan hewan berlangsung higienis, aman, dan sesuai aturan.
Diky menegaskan bahwa pengawasan lintas sektor ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kelancaran pelaksanaan Idul Adha.
“Ini ikhtiar bersama. Yang ingin kita pastikan adalah hewan sehat, ibadah kurban berjalan lancar, dan masyarakat merasa aman,” katanya.
Dengan pengawasan yang diperketat, masyarakat diharapkan lebih tenang dalam memilih hewan kurban tanpa khawatir terhadap ancaman penyakit ternak menular. (hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar