Unitas Bentuk Satgas PPKPT, Wujudkan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi meluncurkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT, Selasa (28/4/2026). Peluncuran tersebut digelar di aula kampus dan dirangkaikan dengan seminar edukasi yang dihadiri mahasiswa, pelajar, guru, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Pembentukan Satgas PPKPT menjadi langkah konkret Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Kehadiran satuan tugas ini juga merupakan implementasi regulasi pemerintah terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor Unitas, Ade Zaenul Mutaqin, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang nyaman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berkembang, dan berprestasi.
“Kami ingin kampus menjadi tempat tumbuh yang aman. Mahasiswa harus memahami hak-haknya, mengetahui batasan, serta berani mencegah dan melaporkan tindakan kekerasan maupun perundungan,” ujarnya.

Edukasi Pencegahan Kekerasan Sejak Dini
Peluncuran Satgas PPKPT tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa. Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) juga melibatkan pelajar SMA serta guru kesiswaan dari Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai bahaya kekerasan, perundungan, serta pelecehan seksual di lingkungan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, hingga strategi perlindungan korban.
Kehadiran unsur sekolah menengah dalam seminar ini menunjukkan komitmen Unitas untuk memperluas gerakan pencegahan kekerasan hingga ke jenjang pendidikan yang lebih awal.
Kolaborasi dengan UPTD PPA Kota Tasikmalaya
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, termasuk UPTD PPA Kota Tasikmalaya dan Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana.
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menjelaskan bahwa Satgas PPKPT memiliki peran yang sangat strategis dalam lingkungan kampus.
Menurutnya, ada tiga fungsi utama yang harus dijalankan, yakni deteksi dini terhadap potensi kekerasan, edukasi kepada sivitas akademika, serta pencegahan berbagai tindakan asusila.
“Korban tidak boleh takut untuk melapor. Kampus yang aman akan melahirkan generasi yang sehat secara mental, emosional, dan sosial,” kata Epi.
Kolaborasi antara kampus dengan UPTD PPA Kota Tasikmalaya diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan bagi mahasiswa dan seluruh warga kampus.
Data Kekerasan Jadi Alarm Bersama
Pembentukan Satgas PPKPT di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya menjadi semakin relevan jika melihat tingginya angka kekerasan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya, Carmono, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 114 kasus kekerasan. Mayoritas kasus didominasi pelecehan seksual dan pencabulan terhadap anak.
Sementara itu, sejak Januari hingga April 2026, sebanyak 35 kasus telah ditangani aparat kepolisian.
Di wilayah Kota Tasikmalaya, data UPTD PPA Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 49 kasus terjadi pada Januari hingga Maret 2026. Rinciannya meliputi 24 anak perempuan, 21 perempuan dewasa, dan empat anak laki-laki.
Sedangkan sepanjang tahun 2025, total terdapat 202 kasus kekerasan, terdiri atas 81 anak perempuan, 74 anak laki-laki, 40 perempuan dewasa, serta tujuh laki-laki dewasa.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah dan Tokoh Daerah
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana, menyambut positif langkah Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas).
Menurutnya, keberadaan Satgas PPKPT akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani dan mencegah kasus kekerasan, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kasus kekerasan membutuhkan penanganan yang serius. Jika setiap fakultas memiliki satgas aktif, tentu ini akan sangat membantu pemerintah dalam memperluas jangkauan perlindungan,” ujarnya.
Dukungan lintas sektor menjadi faktor penting agar keberadaan Satgas PPKPT berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menuju Kampus Aman di Kota Tasikmalaya
Dengan peluncuran Satgas PPKPT, Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) menegaskan posisinya sebagai pelopor kampus aman di Kota Tasikmalaya.
Keberadaan satgas ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen kampus dalam melindungi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika.
Budaya saling menghormati, berani melapor, dan peduli terhadap sesama menjadi pondasi utama dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu kekerasan di lingkungan pendidikan, langkah Unitas patut diapresiasi sebagai upaya progresif membangun masa depan generasi muda yang lebih aman. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar