Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kas Ada, Tapi THR Dicicil: Salah Perencanaan atau Realita Fiskal Tasikmalaya?

Kas Ada, Tapi THR Dicicil: Salah Perencanaan atau Realita Fiskal Tasikmalaya?

  • account_circle Redaktur Lintas Jabar
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYAPolemik pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tasikmalaya tak sekadar soal teknis pencairan. Di balik kebijakan pembayaran bertahap, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah ini persoalan strategi, atau sinyal masalah fiskal yang lebih dalam?

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya menyatakan bahwa kas daerah sebenarnya tersedia. Namun, pemerintah memilih tidak gegabah dalam mengeluarkan anggaran demi menjaga stabilitas fiskal.

Pada saat itu, Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan bahwa pemerintah kota saat ini masih merumuskan skema pembayaran THR dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah secara menyeluruh.

Menurutnya, pembahasan intensif masih terus dilakukan bersama Sekretaris Daerah serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Insyaallah tidak dalam waktu yang lama keputusannya akan ada. Kita sedang merumuskan strategi dengan berbagai kondisi fiskal yang ada,” ujar Viman usai menghadiri Musrenbang sektoral di lingkungan Diskominfo, Jumat (6/3/2026).

“Posisi uang ada. Intinya strategi yang kita gunakan seperti apa untuk menangani fiskal Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut seolah memberi pesan bahwa kondisi keuangan masih terkendali. Namun, fakta di lapangan menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Namun dalam kesempatan dan waktu yang lain, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, menjelaskan kebutuhan anggaran untuk pembayaran THR ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya mencapai sekitar Rp40 miliar.

Sementara itu, kas daerah yang saat ini tersedia hanya sekitar Rp24 miliar.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menerapkan strategi pembayaran bertahap agar kewajiban terhadap para pegawai tetap dapat dipenuhi.

Selain keterbatasan kas, transfer dana dari pemerintah pusat pada bulan ini juga belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan pembiayaan THR.

“Kebutuhan THR sekitar Rp40 miliar. Namun kas yang tersedia saat ini sekitar Rp24 miliar,” ujarnya.

Selisih sebesar Rp16 miliar merupakan angka yang signifikan, mengingat kebutuhan tersebut merupakan pos belanja rutin yang seharusnya telah direncanakan sejak awal dalam dokumen anggaran


“Kas Ada”, Tapi Tidak Cukup

Di sinilah letak persoalannya, namun pernyataan kedua Pejabat Teras Kota Tasikmalaya ini, mungkin bisa disikapi seperti ini:

Secara administratif, kas daerah memang tersedia. Namun secara likuiditas, jumlahnya belum cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban sekaligus.

Perbedaan antara “kas ada” dan “kas cukup” menjadi kunci memahami situasi ini.

Dalam praktik pengelolaan keuangan daerah, kondisi seperti ini biasanya berkaitan dengan arus kas (cash flow), bukan sekadar total anggaran di atas kertas.


Sinyal dari APBD

Jika ditarik lebih jauh, kondisi ini bukan tanpa tanda sebelumnya.

Struktur APBD Kota Tasikmalaya 2026 menunjukkan adanya tekanan fiskal:

  • anggaran mengalami defisit
  • realisasi Pendapatan Asli Daerah belum optimal
  • beban belanja pegawai cukup besar
  • serta adanya penyesuaian dana transfer dari pusat

Kombinasi ini menciptakan kondisi yang membuat kas daerah menjadi lebih sempit, terutama pada momen-momen tertentu seperti menjelang pembayaran THR.


Strategi atau Keterpaksaan?

Pemerintah memilih skema pembayaran bertahap sebagai solusi. Secara kebijakan, langkah ini bisa dipahami sebagai upaya menjaga keseimbangan fiskal.

Namun di sisi lain, muncul pertanyaan yang sulit dihindari:
Apakah ini murni strategi, atau bentuk keterpaksaan akibat keterbatasan kas?

Bagi ASN, jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin tidak terlalu penting. Yang lebih dirasakan adalah fakta bahwa hak mereka tidak diterima secara utuh menjelang Hari Raya.


Dampak ke Internal ASN

Keluhan mulai bermunculan, terutama di media sosial dan percakapan internal. Beberapa ASN mempertanyakan prioritas pembayaran, bahkan menyinggung potensi ketimpangan dalam kebijakan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa persoalan THR tidak hanya berdampak pada aspek keuangan, tetapi juga menyentuh kepercayaan internal birokrasi.


Antara Stabilitas dan Kewajiban

Di satu sisi, pemerintah daerah dituntut menjaga stabilitas fiskal agar tidak menimbulkan masalah jangka panjang.
Di sisi lain, THR adalah hak pegawai yang seharusnya telah diantisipasi dalam perencanaan anggaran.

Dua kepentingan ini kini bertemu dalam satu titik: keterbatasan kas.


Sebuah Catatan Dari Polemik “THR ASN Kota Tasikmalaya”

Polemik mengenai THR di Kota Tasikmalaya menjadi sebuah catatan sejarah penting, dimana ini adalah kejadian pertama semenjak Pemerintah Kota Tasikmalaya berdiri, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan keuangan daerah tidak selalu terlihat dari angka besar APBD.

Kadang, masalah justru muncul pada hal yang lebih sederhana:
Apakah uangnya tersedia di waktu yang tepat?

Dan ketika jawabannya tidak, maka kebijakan seperti pembayaran bertahap pun menjadi pilihan—meski konsekuensinya harus ditanggung bersama. (red)

  • Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Azis Gagap Hadiri Kontes dan Pameran Bonsai, Dorong Ekonomi Kreatif di Tasikmalaya

    Azis Gagap Hadiri Kontes dan Pameran Bonsai, Dorong Ekonomi Kreatif di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 14
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kehadiran komedian sekaligus pecinta bonsai, Azis Gagap, menjadi magnet tersendiri dalam gelaran Kontes dan Pameran Bonsai Nasional yang diselenggarakan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kota Tasikmalaya. Acara bergengsi tersebut berlangsung di kawasan Asia Plaza Tasikmalaya mulai 25 hingga 28 April 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pecinta […]

  • Jaga Kampung Bareng Polisi, Gerakan Ajak Warga Bantarkalong Perkuat Kamtibmas

    Jaga Kampung Bareng Polisi, Gerakan Ajak Warga Bantarkalong Perkuat Kamtibmas

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 14
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak selalu identik dengan penindakan atau penegakan hukum. Di Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, kehadiran aparat justru membawa suasana hangat dan penuh keakraban. Melalui kegiatan sambang kamtibmas, Brigadir Asep Mulyana turun langsung menyapa warga, mendengarkan aspirasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Kegiatan […]

  • Aksi Nyata Penghijauan di TPA Ciangir Tasikmalaya

    Aksi Nyata Penghijauan di TPA Ciangir Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Lintasjabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kegiatan penghijauan di TPA Ciangir Tasikmalaya kembali menjadi bukti nyata kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi lingkungan yang semakin membutuhkan perhatian serius. Pada Minggu, 19 April 2026, area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir di Kota Tasikmalaya menjadi lokasi pelaksanaan aksi penanaman pohon yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, lebih dari […]

  • May Day Tasikmalaya 2026, Wali Kota dan Buruh Satu Meja

    May Day Tasikmalaya 2026, Wali Kota dan Buruh Satu Meja

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    lintasjabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kota Tasikmalaya berlangsung berbeda. Tidak ada aksi turun ke jalan maupun orasi di tengah keramaian. Sebaliknya, May Day Tasikmalaya tahun ini diisi dengan dialog konstruktif antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, dan perwakilan serikat pekerja. Kegiatan yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, di salah satu […]

  • Musda XVI KNPI Molor, Sorotan Disiplin dan Profesionalisme Pemuda

    Musda XVI KNPI Molor, Sorotan Disiplin dan Profesionalisme Pemuda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 16
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Musda XVI KNPI di Kabupaten Tasikmalaya menuai sorotan setelah agenda pembukaan mengalami keterlambatan lebih dari satu jam dari jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan yang semestinya dimulai pukul 09.00 WIB baru resmi dibuka sekitar pukul 10.39 WIB, memicu kritik dari sejumlah peserta yang hadir. Keterlambatan ini menjadi catatan tersendiri dalam forum […]

  • Tasikmalaya: BI Paparkan Kondisi Ekonomi Priangan Timur

    Tasikmalaya: BI Paparkan Kondisi Ekonomi Priangan Timur

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    lintasjabar.id BERITA TASIKMALAYA — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar kegiatan diseminasi perkembangan ekonomi, inflasi, dan digitalisasi wilayah Priangan Timur bersama insan media, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri wartawan dari berbagai platform media, mulai dari media cetak, daring, radio, hingga televisi yang bertugas di wilayah Priangan Timur. Suasana diskusi berlangsung hangat dengan berbagai pembahasan mengenai kondisi […]

expand_less