Musda XVI KNPI, Momentum Sinergi dan Akselerasi Pemuda Tasikmalaya
- account_circle Deny Heryanto
- calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Pelaksanaan Musda XVI KNPI Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak organisasi kepemudaan di daerah. Forum tertinggi Komite Nasional Pemuda Indonesia tersebut tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mendorong kemajuan generasi muda.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari proses demokrasi dalam organisasi. Menurutnya, dinamika dan perbedaan pendapat adalah hal lumrah yang justru menjadi indikator sehatnya kehidupan berorganisasi.
“Para pemuda harus mengedepankan musyawarah. Perbedaan itu hal biasa dan menjadi bagian dari dinamika organisasi,” ujar Asep saat menghadiri pembukaan Musda XVI KNPI, Kamis (23/4/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Musda tidak hanya diukur dari terpilihnya ketua baru, melainkan juga dari bagaimana proses demokrasi berlangsung secara dewasa, terbuka, dan menjunjung tinggi persatuan.

KNPI Kabupaten Tasikmalaya Harus Tetap Relevan
Sebagai wadah berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan, KNPI Kabupaten Tasikmalaya dituntut untuk terus relevan di tengah perubahan zaman. Organisasi ini harus mampu menjadi ruang kolaborasi, kaderisasi, sekaligus penggerak pembangunan di tingkat daerah.
Asep menilai, setiap periode kepengurusan memiliki tantangan dan peluang yang berbeda. Namun, satu hal yang tidak boleh berubah adalah komitmen untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, kontribusi KNPI tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar. Keberlangsungan roda organisasi di tingkat kecamatan maupun organisasi kepemudaan (OKP) sudah menjadi bentuk kontribusi yang sangat berarti.
“Minimal pengorganisasian tetap berjalan di kecamatan masing-masing atau di OKP-OKP, dan harus terus bersinergi,” katanya.
Perda Kepemudaan Jadi Payung Hukum Strategis
Salah satu isu penting yang kembali mengemuka dalam Musda XVI KNPI adalah dorongan terhadap lahirnya perda kepemudaan yang lebih implementatif.
Keberadaan perda tersebut dinilai sangat penting sebagai landasan hukum dalam membangun ekosistem kepemudaan yang sehat, terarah, dan berkelanjutan. Selain itu, regulasi ini juga dapat membuka ruang lebih luas bagi pemuda untuk berkreasi dan berinovasi.
Dengan adanya perda kepemudaan, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat untuk mengalokasikan program, fasilitas, serta dukungan anggaran bagi berbagai kegiatan kepemudaan.
Asep menekankan bahwa regulasi yang telah ada harus terus dioptimalkan agar benar-benar memberikan dampak bagi generasi muda Tasikmalaya.
Akselerasi Pembangunan Generasi Muda
Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana melakukan akselerasi pembangunan generasi muda secara menyeluruh. Pemuda Tasikmalaya harus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan global, transformasi digital, hingga perubahan sosial yang begitu cepat.
Dalam konteks tersebut, KNPI Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya pemuda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Asep mengingatkan bahwa pembangunan pemuda tidak boleh hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Masih banyak sumber pendanaan lain yang dapat dimanfaatkan.
Mulai dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dukungan anggota DPR RI, hingga berbagai program insentif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Jangan hanya mengandalkan APBD. Ada anggaran dari provinsi, DPR RI, hingga Kementerian Pemuda dan Olahraga yang harus kita kejar,” tegasnya.
Sinergi Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program kepemudaan tidak mungkin tercapai tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam hal ini, Musda XVI KNPI diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang mampu menjembatani berbagai kepentingan serta membangun kolaborasi lintas sektor.
KNPI harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah, sekaligus menjadi penyalur aspirasi generasi muda.
Sinergi tersebut akan menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan di sektor kepemudaan, baik dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, sosial, maupun budaya.
Tantangan Pemuda di Era Modern
Di tengah era digital, pemuda dihadapkan pada berbagai tantangan baru. Persaingan kerja semakin ketat, disrupsi teknologi tak terhindarkan, dan perubahan pola interaksi sosial berlangsung sangat cepat.
Oleh karena itu, KNPI Kabupaten Tasikmalaya harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Program-program yang disusun pasca Musda XVI KNPI harus lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda, termasuk pengembangan keterampilan digital, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta penguatan karakter kebangsaan.
Harapan Besar dari Musda XVI KNPI
Masyarakat menaruh harapan besar pada hasil Musda XVI KNPI. Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga melahirkan gagasan segar yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Dengan dukungan perda kepemudaan serta strategi akselerasi pembangunan generasi muda, KNPI memiliki peluang besar untuk menjadi organisasi yang semakin berpengaruh.
Pada akhirnya, keberhasilan Musda akan diukur dari sejauh mana hasilnya mampu memberikan manfaat nyata bagi pemuda dan masyarakat luas.
Pemuda Tasikmalaya adalah aset daerah. Ketika mereka bersatu, bersinergi, dan bergerak bersama, maka masa depan Tasikmalaya akan semakin cerah. (DH)
- Penulis: Deny Heryanto

Saat ini belum ada komentar