Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Tasikmalaya Over Kapasitas

Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Tasikmalaya Over Kapasitas

  • account_circle Deny Heryanto
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Persoalan klasik kembali mencuat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tasikmalaya. Di tengah peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang berlangsung khidmat pada Senin (27/4/2026), kondisi hunian di lapas tersebut justru menjadi sorotan serius. Saat ini, jumlah penghuni telah mencapai 462 warga binaan, jauh melampaui kapasitas ideal yang hanya diperuntukkan bagi 88 orang.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa persoalan LAPAS Tasikmalaya over kapasitas bukan lagi sekadar isu administratif, melainkan telah menyentuh aspek kemanusiaan, keamanan, hingga efektivitas pembinaan narapidana.

Hunian Lima Kali Lipat dari Kapasitas Ideal

Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Yadi Suryaman, mengungkapkan bahwa tingkat kepadatan penghuni saat ini sudah berada pada titik yang sangat memprihatinkan.

Dengan kapasitas resmi sebanyak 88 orang, lapas kini dihuni oleh 462 warga binaan. Artinya, tingkat hunian telah melampaui 500 persen dari kapasitas yang tersedia.

“Kondisi ini jelas tidak ideal. Satu ruang yang seharusnya dihuni satu orang, kini bisa diisi empat sampai lima orang,” ujar Yadi.

Fenomena LAPAS Tasikmalaya over kapasitas ini telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya angka perkara pidana di wilayah Priangan Timur.

Menampung Narapidana dari Dua Daerah

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya tidak hanya melayani warga binaan dari Kota Tasikmalaya, tetapi juga dari Kabupaten Tasikmalaya.

Dari total penghuni, mayoritas berasal dari Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah sekitar 280 orang. Sisanya berasal dari Kota Tasikmalaya dan wilayah sekitar.

Lapas yang memiliki 24 kamar hunian, termasuk satu blok khusus perempuan, kini harus bekerja ekstra untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan hak-hak dasar warga binaan tetap terpenuhi.

Ancaman Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Yadi menegaskan, kondisi kelebihan kapasitas yang berkepanjangan berpotensi memunculkan berbagai persoalan serius.

Mulai dari menurunnya kualitas kesehatan, meningkatnya risiko konflik antar penghuni, hingga potensi pelanggaran hak asasi manusia.

“Kalau dibiarkan tanpa solusi, jumlah penghuni bisa menembus seribu orang dalam beberapa tahun ke depan. Itu tentu tidak manusiawi,” katanya.

Isu LAPAS Tasikmalaya over kapasitas juga menjadi perhatian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam upaya reformasi sistem pemasyarakatan nasional.

Pemindahan Narapidana Jadi Solusi Sementara

Untuk mengurangi kepadatan, pihak lapas telah melakukan pemindahan sebagian narapidana ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan lain di sekitar Tasikmalaya.

Namun, langkah tersebut dinilai hanya sebagai solusi jangka pendek.

Pemindahan memang mampu mengurangi tekanan sementara, tetapi belum menyelesaikan akar persoalan utama, yakni keterbatasan sarana dan prasarana.

Kebutuhan Mendesak Lapas Baru

Hingga saat ini, pihak lapas masih menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terkait penyediaan lahan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Harapannya ada lahan yang bisa digunakan untuk relokasi atau pembangunan cabang lapas,” ujar Yadi.

Pemkot Tasikmalaya Siap Mendukung

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui kondisi lapas saat ini memang sangat memprihatinkan. Menurutnya, ketimpangan antara kapasitas dan jumlah penghuni sudah terlalu jauh.

“Harusnya 88 orang, sekarang diisi ratusan. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal kelayakan hidup,” kata Diky.

Ia menilai, solusi permanen harus segera diputuskan demi menjaga kualitas pembinaan warga binaan.

Lahan Tamansari Jadi Opsi

Salah satu opsi yang kini mulai dibahas adalah pemanfaatan lahan milik pemerintah di kawasan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Meski belum ada keputusan final, lokasi tersebut dinilai cukup representatif untuk pembangunan fasilitas pemasyarakatan baru.

“Kalau ada lahan yang layak, saya siap mendorong agar segera direalisasikan,” tegas Diky.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas persoalan LAPAS Tasikmalaya over kapasitas yang sudah berlangsung lama.

Pembinaan Tetap Berjalan

Di tengah keterbatasan ruang, program pembinaan warga binaan tetap berjalan. Berbagai produk hasil karya narapidana, termasuk kopi olahan, bahkan telah dipasarkan dan menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel di Kota Tasikmalaya.

Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan tetap menjadi prioritas, meski sarana hunian jauh dari kata ideal.

Perlu Sinergi Pemerintah Daerah

Persoalan lapas bukan hanya tanggung jawab institusi pemasyarakatan semata.

Diperlukan dukungan nyata dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, serta pemerintah pusat untuk menghadirkan solusi komprehensif.

Tanpa langkah konkret, persoalan kelebihan kapasitas akan terus berulang dan semakin kompleks.

Lapas yang manusiawi bukan hanya kebutuhan warga binaan, tetapi juga cerminan kualitas sistem hukum dan kemanusiaan sebuah daerah. (DH) 

  • Penulis: Deny Heryanto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • mayat dalam mobil sigra tasikmalaya

    Geger! Mayat Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Sigra di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 26
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak gempar pada Kamis, 30 April 2026. Sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna abu-abu yang terparkir di pinggir jalan menjadi pusat perhatian warga setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan tersebut. Penemuan mayat dalam mobil Sigra Tasikmalaya itu sontak memicu kerumunan besar […]

  • Tasikmalaya: Komitmen Pelayanan Inklusif untuk Semua

    Tasikmalaya: Komitmen Pelayanan Inklusif untuk Semua

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 17
    • 0Komentar

    LintasJabar. Id, BERITA TASIKMALAYA – Disdukcapil Kota Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan warga disabilitas yang inklusif dan merata. Pada 30 Maret 2026, Disdukcapil Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan perekaman data sekaligus penyerahan dokumen kependudukan secara langsung kepada warga binaan di Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam […]

  • FOSSMA Dorong Transparansi APBD 2026 Kota Tasikmalaya

    FOSSMA Dorong Transparansi APBD 2026 Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 16
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan kembali ditunjukkan oleh Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung (FOSSMA) Kota Tasikmalaya. Melalui audiensi bersama DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, forum ini menegaskan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi publik dalam […]

  • IKMT Gandeng Universitas Siliwangi, Bangun Masjid Kokoh dan Aman di Tamansari

    IKMT Gandeng Universitas Siliwangi, Bangun Masjid Kokoh dan Aman di Tamansari

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Komitmen membangun rumah ibadah yang kokoh, aman, dan berkelanjutan ditunjukkan oleh Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT). Dalam proses pembangunan Masjid IKMT, organisasi tersebut resmi menggandeng akademisi dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Siliwangi untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan standar teknis yang berlaku. Langkah strategis ini menegaskan bahwa […]

  • Sudah Saatnya Warga Ikut Menjaga Mereka yang Menjaga Kota

    Sudah Saatnya Warga Ikut Menjaga Mereka yang Menjaga Kota

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaktur Lintas Jabar
    • visibility 26
    • 0Komentar

    lintasjabar.id, TASIKMALAYA — Setiap dini hari, ketika sebagian besar warga masih tertidur, para pengangkut sampah sudah mulai bekerja menyusuri sudut-sudut Kota Tasikmalaya. Mereka mengangkat karung demi karung sampah, mendorong gerobak berat, dan membersihkan tumpukan limbah yang ditinggalkan warga setiap harinya. Pekerjaan itu bukan sekadar melelahkan. Mereka harus berhadapan langsung dengan bau menyengat, cairan kotor, cuaca ekstrem, […]

  • PT Bank Galunggung Perseroda, Motor Penggerak UMKM di Kabupaten Tasikmalaya

    PT Bank Galunggung Perseroda, Motor Penggerak UMKM di Kabupaten Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Deny Heryanto
    • visibility 16
    • 0Komentar

    LintasJabar.Id, BERITA TASIKMALAYA – Kiprah PT Bank Galunggung Perseroda sebagai bank milik daerah terus menunjukkan perkembangan yang impresif. Memasuki usia ke-15 tahun, lembaga keuangan daerah ini tidak hanya menjadi kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut disampaikan langsung […]

expand_less