lintasjabar.id, BERITA OLAHRAGA – Persib Bandung baru saja membuka perjalanan di fase grup AFC Champions League Two 2026/2027 dengan kemenangan penting di markas FC Seoul.
Namun pekerjaan Maung Bandung belum selesai.
Setelah menaklukkan wakil Korea Selatan 1-0 pada 16 September 2026, Persib akan kembali berhadapan dengan klub Asia pada pertandingan berikutnya. Lawan yang datang ke Bandung adalah The Cong-Viettel FC dari Vietnam.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026.
Nama The Cong-Viettel mungkin tidak sebesar FC Seoul di telinga penonton Indonesia. Tetapi melihat rekam jejaknya, klub asal Vietnam ini bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Mereka datang ke Grup E ACL Two dengan status runner-up V.League 1 musim 2025/2026.
Dan ada satu hal lain yang membuat klub ini menarik: The Cong-Viettel memiliki hubungan erat dengan institusi militer Vietnam.
Dari klub militer menjadi kekuatan sepak bola Vietnam
The Cong-Viettel merupakan klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Vietnam.
Klub ini dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional di V.League 1 dan telah mengoleksi enam gelar juara liga.
Musim lalu, mereka kembali menunjukkan konsistensinya dengan mengakhiri kompetisi sebagai runner-up setelah mengumpulkan 54 poin.
Status tersebut menjadi salah satu tiket yang membawa The Cong-Viettel ke kompetisi Asia musim ini.
Namun menghadapi ACL Two, mereka tidak sekadar mempertahankan tim yang sudah ada.
The Cong-Viettel melakukan perubahan pada skuad dan memperkenalkan sejumlah pemain baru untuk menghadapi musim 2026/2027.
Mereka bahkan memasang target tinggi di kompetisi domestik sekaligus ingin melangkah jauh di Asia.
Gaya bermainnya tidak banyak basa-basi
Di lapangan, The Cong-Viettel dikenal sebagai tim yang mengutamakan struktur.
Pelatih Velizar Popov menggunakan pola dasar 4-4-2 dengan pembangunan serangan yang dimulai dari lini belakang.
Sirkulasi bola dilakukan secara terukur sembari mencari ruang di sisi lapangan.
Area kiri menjadi salah satu jalur yang cukup sering dimanfaatkan. Pemain seperti Phan Tuan Tai dan Trieu Viet Hung dapat menjadi bagian penting dalam membangun serangan dari sektor tersebut.
Karakter seperti ini membuat The Cong-Viettel tidak selalu membutuhkan penguasaan bola yang spektakuler untuk menciptakan ancaman.
Mereka lebih mengandalkan struktur, perpindahan bola dan celah yang muncul di pertahanan lawan.
Buat Persib, pola seperti itu berarti satu hal: lini belakang tidak boleh kehilangan konsentrasi hanya karena lawan bermain lebih sabar.
Ada wajah Brasil di balik serangan The Cong-Viettel
Skuad The Cong-Viettel juga tidak sepenuhnya bergantung kepada pemain lokal.
Mereka memiliki sejumlah pemain asing yang menjadi bagian dari proyek memperkuat tim.
Hernandes menjadi salah satu nama yang menarik perhatian di sektor sayap. Ada pula Wesley Nata di lini tengah.
Untuk memperkuat pertahanan, klub Vietnam tersebut mendatangkan Lucas Alves, bek asal Brasil dengan tinggi sekitar 1,93 meter.
Kehadiran pemain asing tersebut memperlihatkan bagaimana The Cong-Viettel mencoba meningkatkan kualitas skuadnya menjelang kompetisi Asia.
Jadi, Persib bukan hanya akan berhadapan dengan tim Vietnam yang mengandalkan pemain lokal.
Ada kombinasi pemain Vietnam dan asing yang membuat komposisi The Cong-Viettel lebih beragam.
Mereka sudah tahu bagaimana rasanya menjadi juara
Enam gelar V.League 1 bukan angka kecil.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan bahwa The Cong-Viettel bukan klub yang baru muncul ketika sepak bola Vietnam mulai berkembang.
Mereka punya sejarah panjang, basis kompetisi domestik yang kuat dan pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Musim 2025/2026 juga menjadi bukti bahwa klub tersebut masih berada dalam persaingan papan atas.
Mereka finis sebagai runner-up, hanya terpaut dari posisi juara setelah menjalani kompetisi yang panjang.
Kini tantangannya berbeda.
Mereka harus membawa pengalaman tersebut ke panggung Asia.
Persib datang dengan modal kemenangan di Seoul
Di sisi lain, Persib memiliki modal yang tidak kalah penting.
Maung Bandung mengawali fase grup ACL Two dengan kemenangan 1-0 atas FC Seoul di Seoul World Cup Stadium pada 16 September.
Gol tersebut membuat Persib membawa pulang tiga poin dari kandang klub Korea Selatan dan menempatkan mereka di posisi teratas Grup E setelah matchday pertama.
Hasil itu juga membuat pertandingan melawan The Cong-Viettel menjadi semakin menarik.
Persib memiliki kesempatan melanjutkan momentum ketika tampil di hadapan pendukung sendiri.
Namun hasil pertandingan pertama tidak otomatis membuat laga berikutnya menjadi mudah.
The Cong-Viettel juga datang dengan target.
Mereka tentu membutuhkan poin untuk menjaga peluang bersaing di Grup E yang dihuni empat klub dari Indonesia, Korea Selatan, Vietnam dan Australia.
Bandung akan menjadi panggung pertemuan pertama
Persib dijadwalkan menjamu The Cong-Viettel pada 14 Oktober 2026.
Setelah itu, kedua tim kembali bertemu pada pertandingan terakhir fase grup, ketika Persib bertandang ke Vietnam pada 2 Desember 2026.
Dengan demikian, dua pertemuan Persib dan The Cong-Viettel akan berlangsung dalam situasi yang berbeda.
Laga pertama dimainkan di Bandung.
Laga kedua berlangsung di Hanoi.
Dua pertandingan tersebut bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan kedua tim menuju fase gugur ACL Two. Dua posisi teratas Grup E berhak melanjutkan perjalanan ke babak 16 besar.
Bagi Persib, kemenangan di Seoul sudah menjadi pembuka yang bagus.
Tetapi ketika The Cong-Viettel datang ke Bandung, cerita akan dimulai dari awal lagi.
Sebab lawan berikutnya bukan sekadar klub dari Vietnam.
Ia adalah tim dengan enam gelar liga, runner-up musim lalu, skuad yang diperbarui untuk kompetisi Asia, dan ambisi untuk membuat sepak bola Vietnam kembali terdengar di panggung antarklub Asia.
Kini tinggal menunggu satu pertanyaan:
mampukah Persib membuat Bandung kembali menjadi tempat yang tidak ramah bagi tamu-tamu Asia? (red)

