Lewati ke konten
Olahraga

Mbappe Gagal Penalti lalu Cetak Gol, Prancis Singkirkan Maroko 2-0

Redaktur Lintas JabarJuli 10, 20264 menit baca92 dilihat
Mbappe gagal penalti
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA PIALA DUNIA 2026. Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 pada laga perempat final, Jumat, 10 Juli 2026. Kemenangan ini tidak datang dengan jalan lurus. Prancis sempat dibuat frustrasi oleh pertahanan Maroko dan penyelamatan gemilang Yassine Bono.

Kylian Mbappe menjadi pusat cerita pertandingan. Ia sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, tetapi kemudian bangkit pada babak kedua. Satu gol dan satu assist dari Mbappe menjadi pembeda utama yang membawa Prancis tetap hidup dalam perburuan gelar.

Mbappe Gagal Penalti, Lalu Bangkit di Babak Kedua

Drama besar sudah muncul sejak menit ke-25. Wasit Facundo Tello menunjuk titik putih untuk Prancis setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti Maroko. Keputusan itu sempat ditinjau melalui VAR karena para pemain Maroko terlihat tidak puas.

Setelah meninjau ulang kejadian, wasit tetap pada keputusan awal. Penalti untuk Prancis.

Mbappe maju sebagai eksekutor pada menit ke-28. Semua mata tertuju kepadanya. Namun, Yassine Bono tampil luar biasa. Kiper Maroko itu membaca arah bola dengan tepat dan berhasil menggagalkan tendangan Mbappe ke sisi kanan bawah gawang.

Maroko selamat. Prancis tertahan.

Kegagalan penalti itu membuat pertandingan semakin panas. Prancis terus menekan, tetapi Maroko tidak mudah ditembus. Bono kembali beberapa kali menjadi penghalang. Peluang Dayot Upamecano pada awal laga dan tusukan Desire Doue juga belum mampu mengubah skor.

Menjelang akhir babak pertama, Lucas Digne hampir membawa Prancis unggul lewat tembakan jarak jauh. Sayangnya, bola hanya menghantam mistar. Babak pertama pun selesai tanpa gol.

Namun, Mbappe tidak tenggelam dalam kegagalan. Pada menit ke-60, ia akhirnya membayar lunas kesalahannya. Menerima umpan dari Desire Doue, Mbappe melepas tembakan dari jarak menengah. Bola masuk ke sisi kanan gawang Maroko.

Prancis unggul 1-0.

Gol itu mengubah arah pertandingan. Prancis terlihat lebih tenang, sementara Maroko mulai dipaksa keluar dari zona nyaman. Enam menit setelah gol pertama, Prancis kembali menghukum pertahanan Maroko.

Mbappe kali ini menjadi pemberi umpan. Ia menyodorkan bola kepada Ousmane Dembele di sekitar kotak penalti. Dembele melepas tembakan yang tidak sepenuhnya sempurna, tetapi cukup untuk mengecoh pertahanan Maroko dan masuk ke sudut kanan bawah gawang.

Skor berubah menjadi 2-0 untuk Prancis pada menit ke-66.

Dalam waktu enam menit, Mbappe mengubah cerita laga. Dari pemain yang gagal penalti, ia berubah menjadi tokoh utama kemenangan Prancis. Sepak bola memang kadang seperti warung kopi: baru terasa panas setelah diseruput pelan-pelan.

Prancis Lebih Tajam, Maroko Gagal Menembus Pertahanan

Maroko sebenarnya tidak bermain pasif. Mereka cukup berani menguasai bola dan mencoba membangun serangan dari tengah. Namun, masalah terbesar Maroko terlihat jelas: mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Sepanjang laga, Prancis jauh lebih agresif. Mereka melepaskan 22 tembakan, dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang. Maroko hanya mencatat 5 tembakan dan cuma 1 yang benar-benar mengarah ke gawang.

Perbedaan itu menggambarkan jalannya pertandingan. Maroko bisa memegang bola lebih lama, tetapi Prancis lebih sering membuat pertahanan lawan panik.

Pelatih Maroko mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Sofyan Amrabat dan Soufiane Rahimi pada menit ke-62. Setelah itu, Gessime Yassine dan Zakaria El Ouahdi juga masuk pada menit ke-74. Namun, perubahan tersebut belum cukup untuk membongkar pertahanan Prancis.

Prancis juga melakukan pergantian untuk menjaga tenaga. Warren Zaire-Emery masuk menggantikan Manu Kone pada menit ke-71. Bradley Barcola dan Jean-Philippe Mateta kemudian masuk pada menit ke-77.

Masuknya Mateta menjadi catatan tersendiri karena ia menggantikan Mbappe yang harus keluar lapangan karena cedera. Ini menjadi kabar yang perlu diperhatikan Prancis menjelang semifinal. Mereka memang menang, tetapi kondisi Mbappe bisa menjadi tanda tanya besar.

Di akhir pertandingan, Prancis masih punya peluang menambah gol. Pada menit ke-88, Dembele mengirim bola dari sepak pojok ke arah Mateta. Bola sudah berada dekat dengan gawang, tetapi sundulan Mateta justru melambung.

Pada menit ke-90+4, Mateta kembali mendapat peluang. Namun, Bono lagi-lagi membuat penyelamatan bagus. Meski kebobolan dua gol, kiper Maroko itu tetap menjadi salah satu alasan skor tidak menjadi lebih besar.

Pertandingan akhirnya selesai dengan skor 2-0 untuk Prancis. Maroko harus pulang setelah tampil berani, tetapi kurang tajam di depan gawang.

Bagi Prancis, kemenangan ini terasa penting. Mereka bukan hanya lolos ke semifinal, tetapi juga menunjukkan mental kuat. Ketika penalti gagal, mereka tidak runtuh. Ketika Maroko bertahan rapat, mereka tetap mencari jalan.

Dan malam itu, jalannya datang dari Mbappe. (AA)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaCuranmor Tasikmalaya Terbongkar, Polisi Sita Kunci Letter T dan Alat Pembobol Motor Berita SelanjutnyaLegenda Persib Jadi Inspirasi Pesepak Bola Muda, Banjarsari Siap Sambut Atep Cs
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *