Lewati ke konten
Olahraga

Prediksi Spanyol vs Belgia: Jebakan Belgia Mengintai La Roja

Redaktur Lintas JabarJuli 10, 20266 menit baca87 dilihat
prediksi Spanyol vs Belgia
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA PIALA DUNIA 2026. Prediksi Spanyol vs Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 tidak sesederhana membandingkan tim favorit dengan kuda hitam. Spanyol memang datang membawa rekor pertahanan sempurna, tetapi Belgia menemukan formula berbahaya justru ketika berani meninggalkan pola lamanya.

Pertandingan Spanyol vs Belgia akan digelar di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 02.00 WIB.

Pemenang pertandingan ini akan menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Les Bleus telah memastikan tempat setelah mengalahkan Maroko 2-0.

Spanyol lebih diunggulkan karena belum kebobolan sepanjang turnamen dan tidak terkalahkan dalam 35 pertandingan. La Roja juga memiliki pola permainan yang stabil, penguasaan bola kuat, serta kedalaman skuad yang memungkinkan Luis de la Fuente mengubah pertandingan dari bangku cadangan.

Namun, Belgia datang dengan satu peringatan keras.

The Red Devils mencetak 13 gol, terbanyak ketiga di Piala Dunia 2026 setelah Prancis dan Argentina. Mereka juga baru saja menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.

Masalah bagi Spanyol bukan hanya jumlah gol tersebut. Belgia kini sulit ditebak karena kemenangan terbaik mereka justru diraih ketika Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku tidak menjadi starter.

Spanyol Dominan, tetapi Portugal Temukan Cara Menahannya

Spanyol melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0. Pertandingan itu menunjukkan dua wajah La Roja.

Di satu sisi, Spanyol mampu mengendalikan pertandingan melalui Rodri, Pedri, dan Dani Olmo. Mereka membuat Portugal bertahan cukup dalam serta kesulitan menyusun serangan secara teratur.

Di sisi lain, dominasi penguasaan bola tidak otomatis menghasilkan banyak peluang bersih. Pertahanan Portugal mampu menutup ruang di depan kotak penalti dan memaksa Spanyol mengalirkan bola ke sisi lapangan.

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-91. Mikel Merino, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol setelah menerima umpan dari Ferran Torres, pemain lain yang juga datang dari bangku cadangan.

Momen itu memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar Spanyol tidak hanya terletak pada sebelas pemain pertama.

De la Fuente dapat memasukkan Merino, Ferran Torres, Gavi, Martin Zubimendi, atau pemain lain tanpa membuat pola permainan La Roja kehilangan bentuk. Spanyol tetap mampu menekan lawan meski melakukan pergantian.

Meski demikian, Portugal juga meninggalkan petunjuk bagi Belgia.

Spanyol dapat dibuat tidak nyaman apabila lawan bertahan rapat di area tengah, menjaga jarak antarlini, dan tidak terpancing merebut bola terlalu tinggi. Belgia kemungkinan menggunakan pendekatan serupa, tetapi dengan transisi yang lebih cepat.

Belgia Berbahaya Saat Tidak Bergantung pada Nama Besar

Rudi Garcia melakukan perubahan besar ketika Belgia menghadapi Amerika Serikat.

Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku berada di bangku cadangan. Garcia memasukkan Nicolas Raskin, Amadou Onana, serta Dodi Lukebakio, kemudian memindahkan Charles De Ketelaere menjadi penyerang tengah.

Perubahan itu langsung menghasilkan dampak. De Ketelaere mencetak dua gol pada babak pertama, sementara lini tengah Belgia tampil lebih agresif dalam memperebutkan bola kedua dan menekan lawan.

Youri Tielemans mendapat kebebasan bergerak lebih tinggi. Belgia juga menyerang melalui ruang di sisi lapangan dan tidak memberi Amerika Serikat kesempatan mengembangkan permainan.

Garcia kini menghadapi pilihan menarik.

Ia dapat mempertahankan De Ketelaere sebagai ujung tombak dan kembali menggunakan Lukaku sebagai pemain pengganti. Dengan kondisi tersebut, Belgia mempunyai penyerang berpengalaman yang dapat dimasukkan ketika bek-bek Spanyol mulai kehilangan tenaga.

Kevin De Bruyne juga tidak otomatis kembali ke susunan pemain utama. Belgia bermain lebih dinamis tanpa terlalu bergantung pada sang gelandang untuk mengatur setiap serangan.

Pilihan tersebut membuat persiapan Spanyol menjadi lebih rumit. La Roja tidak hanya harus menebak siapa yang dimainkan, tetapi juga kapan pemain-pemain utama Belgia akan dilepaskan.

Lalu, jebakan apa yang berpotensi disiapkan Belgia untuk menghentikan Spanyol?


Belgia Bisa Menyerang Ruang di Belakang Bek Sayap

Pedro Porro dan Marc Cucurella memiliki peran penting ketika Spanyol menguasai bola. Keduanya dapat bergerak tinggi untuk membantu menciptakan keunggulan jumlah pemain di area lawan.

Namun, pergerakan tersebut juga meninggalkan ruang.

Belgia mempunyai pemain cepat seperti Jeremy Doku, Leandro Trossard, dan Dodi Lukebakio yang dapat mengeksploitasi ruang di belakang bek sayap. Charles De Ketelaere juga mampu turun menjemput bola dan membuka jalur bagi pemain sayap untuk berlari ke pertahanan Spanyol.

Secara taktik, Belgia tidak perlu merebut penguasaan bola dari La Roja. Mereka cukup menjaga blok pertahanan tetap rapat, memancing Spanyol naik, kemudian mengirim umpan vertikal segera setelah merebut bola.

Thibaut Courtois juga memberi Belgia keuntungan dalam membangun serangan dari belakang. Selain kuat menghadapi tembakan, Courtois mampu melepaskan distribusi panjang untuk melewati tekanan awal Spanyol.

Kunci permainan Belgia terletak pada keberanian mengambil risiko. Jika hanya bertahan di sekitar kotak penalti, mereka berpotensi mengalami nasib seperti Portugal, yang akhirnya kebobolan pada menit akhir.

Namun, jika terlalu terbuka, Rodri, Pedri, Dani Olmo, dan Lamine Yamal dapat menghukum mereka melalui kombinasi umpan pendek.

Absennya Amadou Onana Jadi Kerugian Besar

Rencana Belgia terganggu oleh cedera serius Amadou Onana. Gelandang tersebut mengalami cedera anterior cruciate ligament atau ACL ketika menghadapi Amerika Serikat dan dipastikan tidak dapat melanjutkan turnamen.

Onana memiliki kekuatan fisik dan jangkauan yang dibutuhkan untuk mengganggu penguasaan bola Spanyol. Tanpa dirinya, Belgia kemungkinan memasang Hans Vanaken bersama Nicolas Raskin.

Pilihan lainnya adalah menarik Youri Tielemans ke posisi lebih dalam dan memasukkan Kevin De Bruyne sebagai gelandang serang.

Masalahnya, komposisi tersebut dapat mengurangi kemampuan Belgia menutup ruang. Vanaken dan De Bruyne memiliki kualitas distribusi bola, tetapi tidak menawarkan agresivitas serta daya jelajah yang sama seperti Onana.

Rodri dan Pedri berpotensi memanfaatkan kelemahan itu untuk mengendalikan area tengah.

Duel Lamine Yamal dan Maxim De Cuyper

Pertarungan Lamine Yamal dengan Maxim De Cuyper berpotensi menjadi salah satu duel paling menentukan.

Yamal baru mencetak satu gol sepanjang turnamen, tetapi kontribusinya tidak dapat diukur hanya melalui produktivitas. Pergerakan pemain berusia 18 tahun tersebut mampu menarik perhatian beberapa pemain sekaligus.

De la Fuente juga memuji kesediaan Yamal membantu pertahanan ketika Spanyol mengalahkan Portugal. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sang pemain semakin matang dan tidak hanya mengandalkan kemampuan menggiring bola.

De Cuyper membutuhkan bantuan dari gelandang atau pemain sayap Belgia untuk menutup jalur Yamal memotong ke dalam.

Apabila Belgia mengirim terlalu banyak pemain untuk menjaga sisi tersebut, ruang akan terbuka bagi Dani Olmo, Pedro Porro, atau Oyarzabal.

Sebaliknya, Belgia dapat memanfaatkan kecenderungan Yamal dan Porro berada di depan untuk melakukan serangan balik melalui sisi kiri.

Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Belgia

Spanyol, formasi 4-2-3-1: Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Belgia, formasi 4-2-3-1: Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Brandon Mechele, Arthur Theate, Maxim De Cuyper; Hans Vanaken, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Youri Tielemans, Jeremy Doku; Charles De Ketelaere.

Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Dodi Lukebakio berpotensi menjadi senjata dari bangku cadangan.

Prediksi Skor Spanyol vs Belgia

Spanyol memiliki organisasi permainan lebih matang dan mampu mempertahankan intensitas melalui pergantian pemain. Rekor tidak kebobolan juga menunjukkan bahwa La Roja tidak hanya indah saat menguasai bola, tetapi disiplin ketika bertahan.

Namun, Belgia mempunyai kecepatan dan variasi serangan yang belum dihadapi Spanyol sepanjang fase gugur.

Kehilangan Amadou Onana dapat membuat Belgia kesulitan mengimbangi Rodri dan Pedri. Akan tetapi, kehadiran Doku, De Bruyne, atau Lukaku dari bangku cadangan memungkinkan The Red Devils mengubah pertandingan pada babak kedua.

Laga diperkirakan berlangsung ketat. Spanyol akan lebih dominan, tetapi Belgia mempunyai peluang menjadi tim pertama yang membobol gawang La Roja di Piala Dunia 2026.

Prediksi skor 90 menit: Spanyol 1-1 Belgia.

Prediksi setelah perpanjangan waktu: Spanyol 2-1 Belgia.

La Roja diprediksi lolos ke semifinal, tetapi Belgia dapat memaksa mereka bermain selama 120 menit sebelum tiket menghadapi Prancis benar-benar diamankan.(NS/AS)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaPenertiban Knalpot Brong Bandung Utamakan Edukasi, Polisi Ajak Pengendara Kembali Gunakan Knalpot Standar Berita SelanjutnyaPelantikan Pejabat Tasikmalaya Lengkapi Jabatan Kosong, Viman Targetkan Pelayanan Publik Lebih Optimal
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *