Lewati ke konten
Daerah

Nanang Suhara Dijemput Bemo Biru Usai Pelantikan Pejabat Tasikmalaya

Deny HeryantoJuli 11, 20264 menit baca182 dilihat
Nanang Suhara Dijemput Bemo Biru Usai Pelantikan Pejabat Tasikmalaya
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Tepuk tangan masih menggema di dalam Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Jumat (10/7/2026). Satu per satu tamu undangan mulai berdiri dari kursinya. Prosesi Pelantikan Pejabat Tasikmalaya baru saja usai. Di dalam ruangan, wajah-wajah penuh harapan mengiringi dimulainya amanah baru bagi para pejabat yang dilantik.

Namun, di luar gedung, sebuah cerita lain perlahan mengambil tempat.

Di bawah cahaya matahari yang mulai meninggi, sebuah bemo tua berwarna biru telah terparkir dengan tenang. Kendaraan yang dahulu akrab dengan denyut kehidupan masyarakat Tasikmalaya itu tampak sederhana di antara deretan mobil dinas yang berjajar rapi. Nyaris tak ada yang menyangka, justru bemo itulah yang kelak menjadi momen paling hangat dalam pelantikan hari itu.

Tak lama berselang, pintu utama gedung terbuka.

H. Nanang Suhara, S.Pd., M.M., melangkah keluar didampingi istri tercinta, Hj. Nurjanah. Senyum keduanya mengembang pelan. Sesekali mereka berhenti untuk menyalami para sahabat, kolega, dan keluarga yang bergantian menyampaikan ucapan selamat.

Tak ada gestur berlebihan.

Namun sorot mata Nanang berbicara banyak.

Ada rasa syukur.

Ada haru.

Ada kesadaran bahwa mulai hari itu, perjalanan pengabdiannya memasuki babak yang baru.

Beberapa saat sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Selain Nanang Suhara yang dipercaya memimpin Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), turut dilantik Budi Martanova, ST., M.Si. sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya dan H. Rahman sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.

Pelantikan tersebut mengisi sejumlah jabatan strategis yang sebelumnya kosong. Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kehadiran para pejabat baru mampu memperkuat pelayanan publik yang semakin efektif, responsif, dan berpihak kepada masyarakat.

Namun ketika prosesi resmi berakhir, perhatian banyak orang justru tertuju pada sebuah bemo biru yang menunggu dengan sabar di halaman gedung.

Ketika Sebuah Bemo Menjadi Simbol Penghormatan

Di balik kemudi bemo itu telah duduk Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, S.PT., M.Si.

Sejak pagi, ia tampak sibuk memastikan kendaraan tersebut siap digunakan. Sesekali ia mengusap bodi bemo dengan kain kecil. Sesekali pula ia tersenyum melihat rekan-rekan Disporabudpar mulai berkumpul di sekitar halaman.

Begitu melihat Nanang Suhara berjalan menghampiri, Agus segera turun.

Keduanya berjabat tangan.

Tak banyak percakapan yang terdengar.

Tetapi senyum yang mereka saling lempar seolah telah menceritakan perjalanan panjang yang pernah mereka lalui bersama.

Sorak sukacita spontan pecah.

Tepuk tangan mengiringi langkah Nanang dan Hj. Nurjanah menuju bemo.

Beberapa pegawai mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen tersebut.

Yang lain hanya tersenyum, menikmati suasana yang terasa begitu akrab.

Nanang kemudian mempersilakan Hj. Nurjanah menaiki bemo lebih dahulu. Setelah memastikan sang istri duduk dengan nyaman, ia menyusul duduk di sampingnya.

Pemandangan sederhana itu menghadirkan makna yang sulit dijelaskan dengan angka atau jabatan.

Di balik sebuah pelantikan, selalu ada keluarga yang setia menemani setiap perjalanan.

Di balik sebuah keberhasilan, selalu ada tangan yang diam-diam menguatkan.

Bemo biru itu pun seolah berubah makna.

Ia bukan lagi sekadar kendaraan.

Ia menjadi jembatan antara perjalanan yang telah dilalui dan amanah yang baru dimulai.

Persahabatan yang Tumbuh dari Pengabdian

Bagi Agus Fauzi, penjemputan menggunakan bemo bukanlah sebuah sensasi.

Ia hanya ingin memberikan kenangan yang berbeda kepada sosok yang selama ini menjadi pimpinan sekaligus rekan bekerja.

“Pak Nanang bukan hanya pimpinan bagi kami. Beliau adalah sosok yang selalu memberi ruang untuk belajar, mendengar masukan, dan mengajak kami bekerja dengan hati. Hari ini beliau mendapat amanah baru, dan kami ingin mengantarnya dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna,” ujar Agus.

Menurut Agus, bemo dipilih karena merepresentasikan kesederhanaan yang selama ini melekat dalam keseharian Nanang Suhara.

Tidak berjarak.

Tidak berlebihan.

Dekat dengan siapa saja.

“Kami tidak sedang menunjukkan kendaraan. Kami ingin menunjukkan rasa hormat. Bemo ini sederhana, tetapi justru itulah pesannya. Jabatan boleh berubah, tetapi kesederhanaan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” katanya.

Agus mengaku, ide tersebut langsung mendapat sambutan positif dari rekan-rekan Disporabudpar. Mereka ingin mengiringi perjalanan mantan sekretaris dinas itu menuju kantor barunya dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

“Kami berharap beliau selalu sehat, diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai Kepala DPPKBP3A, dan tetap menjadi pribadi yang rendah hati seperti yang selama ini kami kenal. Kami bangga pernah bekerja bersama beliau,” ungkap Agus.

Lebih dari Sebuah Pelantikan Pejabat Tasikmalaya

Perlahan, mesin bemo tua itu kembali menyala.

Agus Fauzi menggenggam kemudi.

Di belakangnya, H. Nanang Suhara dan Hj. Nurjanah saling bertukar senyum sebelum kendaraan itu bergerak meninggalkan halaman Gedung Creative Center Dadaha menuju Kantor DPPKBP3A di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 279, Karsamenak, Kecamatan Kawalu.

Lambaian tangan para sahabat masih mengiringi keberangkatan mereka.

Tak ada sirene.

Tak ada iring-iringan kendaraan mewah.

Hanya sebuah bemo biru yang melaju perlahan, membawa seorang kepala dinas, seorang istri yang setia mendampingi, dan begitu banyak doa dari orang-orang yang pernah berjalan bersama dalam pengabdian.

Barangkali, itulah momen yang paling membekas dari Pelantikan Pejabat Tasikmalaya hari itu.

Bukan semata prosesi pelantikannya.

Melainkan kisah sederhana yang tumbuh setelahnya.

Sebuah kisah tentang persahabatan yang tidak berhenti di meja kantor.

Tentang kesederhanaan yang tetap terjaga meski jabatan berubah.

Dan tentang sebuah bemo biru yang, pada siang itu, mengantar bukan hanya seorang pejabat menuju kantor baru, tetapi juga mengantarkan harapan agar amanah yang diemban senantiasa dijalankan dengan hati, sebagaimana ia memulai setiap langkah pengabdiannya bukan jalannya. (DH)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaSaka Bhayangkara Ciamis Siapkan Generasi Muda Jadi Mitra Polri Berita SelanjutnyaCourtois Cedera, Belgia Tumbang 1-2 dari Spanyol
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *