Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Nasional

Menkes Sedih Banyak Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos

Deny HeryantoAgustus 7, 20262 menit baca90 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

LintasJabar.id, BERITA NASIONAL – Menkes sedih banyak nakes cibir pasien BPJS, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melihat banyaknya komentar bernada cibiran dari oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial. Menurutnya, sikap tersebut tidak mencerminkan nilai empati yang seharusnya dimiliki profesi tenaga kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Menkes menanggapi polemik yang ramai diperbincangkan publik di media sosial terkait komentar sejumlah oknum nakes terhadap pasien BPJS. Kasus tersebut memicu kritik karena dinilai mencederai nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.

Menkes Ingatkan Pentingnya Empati

Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara profesional sekaligus menjunjung tinggi empati kepada pasien, tanpa membedakan latar belakang maupun status kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia menilai media sosial seharusnya tidak dijadikan ruang untuk merendahkan atau menghakimi pasien. Sebaliknya, tenaga kesehatan diharapkan mampu menjaga etika profesi, baik saat memberikan pelayanan maupun ketika berinteraksi di ruang digital.

Etika Profesi Jadi Sorotan

Polemik tersebut kembali memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya etika tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial. Di tengah tingginya kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter maupun tenaga kesehatan, setiap pernyataan yang disampaikan di ruang publik dinilai dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga terus mendorong terciptanya budaya pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, serta penghormatan terhadap martabat setiap orang yang membutuhkan layanan medis.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan medis, tetapi juga dari sikap, komunikasi, dan empati kepada setiap pasien yang datang untuk mendapatkan pertolongan.

Menkes juga mengingatkan bahwa setiap pasien memiliki hak memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa diskriminasi. Perbedaan latar belakang ekonomi maupun status kepesertaan BPJS Kesehatan tidak boleh memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan kepada masyarakat.Ia berharap polemik yang berkembang di media sosial dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh tenaga kesehatan agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan sama pentingnya dengan meningkatkan kualitas pelayanan medis itu sendiri. (dh)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaDemo Camat Indihiang Berakhir Damai, Aspirasi Warga Soal Karaoke Ditandatangani Berita SelanjutnyaPria Diamankan Komunitas Ojol di Tasikmalaya, Polisi Lakukan Pemeriksaan
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza