Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Ibu-Ibu Turun Aksi, Seberapa Mendesak Keresahan Warga soal Kings Family Karaoke?

Redaktur Lintas JabarOktober 27, 20262 menit baca45 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Ketika ibu-ibu ikut turun ke jalan menyuarakan keresahan, semestinya ada persoalan yang patut mendapat perhatian serius. Aksi warga RW 11 Kelurahan Sukamajukidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, yang kembali mendesak penutupan Kings Family Karaoke Tasikmalaya bukan sekadar keramaian sesaat. Di baliknya, ada keluhan warga yang telah berulang kali disampaikan dan menuntut kejelasan penyelesaian.

Sebelumnya, warga telah mendatangi Kantor Kecamatan Indihiang pada 3 Agustus 2026, kemudian membawa persoalan tersebut ke DPRD Kota Tasikmalaya pada 1 Oktober 2026. Berulangnya aksi memperlihatkan bahwa keresahan itu belum sepenuhnya terjawab di mata masyarakat.

Keluhan yang disampaikan warga berkaitan dengan kenyamanan lingkungan dan dugaan aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban. Sejumlah temuan di sekitar lokasi juga menjadi alasan warga meminta persoalan tersebut diperiksa secara serius.

Tentu, setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif. Namun, ketika keluhan terus berulang dan warga sampai merasa perlu turun bersama, persoalan ini tidak semestinya dipandang sebelah mata.

Wahai Pejabat, Dengarkan Keresahan Warga

Pemerintah Kota Tasikmalaya, pihak kecamatan, Satpol PP, dan aparat terkait perlu melihat persoalan ini lebih jauh daripada sekadar mencatat aspirasi. Warga membutuhkan kepastian: apa yang sudah diperiksa, apa hasilnya, dan langkah konkret apa yang akan dilakukan?

Jangan sampai masyarakat merasa harus terus menggelar aksi hanya agar keluhannya mendapat perhatian.

Pihak Kings Family Karaoke pun perlu membuka ruang evaluasi. Jangan hanya berpegang pada klaim legalitas usaha, tetapi juga dengarkan keluhan lingkungan yang berulang kali disampaikan. Memiliki izin usaha dan menjawab persoalan ketertiban lingkungan merupakan dua hal yang perlu diperiksa secara proporsional.

Jika memang tidak ada pelanggaran, jelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, jika ditemukan pelanggaran, tindak sesuai aturan. Yang dibutuhkan bukan saling mempertahankan ego, melainkan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi semua pihak.

Aspirasi Harus Tetap Kuat, Cara Aksi Juga Perlu Dievaluasi

Sorotan terhadap kehadiran anak kecil dalam aksi memang bisa menjadi bahan evaluasi. Keselamatan anak harus dijaga dan kegiatan penyampaian aspirasi perlu berlangsung tertib.

Namun, evaluasi tersebut jangan sampai menggeser persoalan utama: mengapa warga merasa keresahannya belum selesai?

Aksi damai adalah hak masyarakat. Agar tuntutan tetap mendapat perhatian pada substansinya, peserta juga perlu memastikan aksi berlangsung aman, tertib, dan tidak menempatkan anak-anak dalam situasi berisiko.

Pada akhirnya, persoalan Kings Family Karaoke Tasikmalaya membutuhkan jawaban nyata, bukan sekadar perdebatan. Ketika ibu-ibu dan warga berulang kali menyuarakan keberatan, sudah semestinya pejabat terkait dan pengelola usaha duduk bersama, memeriksa fakta, serta memberikan kejelasan.

Sebab, keresahan warga tidak cukup dijawab dengan mendengarkan. Ia harus ditindaklanjuti dengan langkah yang bisa dirasakan masyarakat. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaPembunuhan Dini Hardiyanti: Kronologi Ibu dan Anak Hilang hingga Suami Siri Ditangkap Berita SelanjutnyaTersangka Dwi Bagus, Surveyor dengan IQ di Atas Rata-rata dalam Kasus Pembunuhan Dini Hardiyanti
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza