Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Terjepit Harga Bahan Baku, UMKM Olahan Pisang di Pamarican Bertahan Demi Ratusan Pekerja

Redaktur Lintas JabarOktober 26, 20264 menit baca38 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Kenaikan harga bahan baku di tengah harga jual produk yang cenderung stagnan menjadi tantangan berat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) olahan pisang Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di tengah tekanan tersebut, rumah produksi Mekar Mandiri memilih tetap beroperasi demi menjaga mata pencaharian warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha tersebut.

Usaha yang dipimpin Asep Eris itu telah beroperasi sejak 2013. Berlokasi di Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Mekar Mandiri tidak hanya menjadi tempat produksi makanan olahan pisang, tetapi juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya menggembirakan, pengelola menghadapi persoalan klasik yang kerap membayangi usaha kecil: biaya produksi meningkat, sementara harga jual sulit dinaikkan mengikuti kenaikan biaya.

Situasi tersebut membuat keuntungan usaha semakin tertekan. Namun, keputusan untuk menghentikan produksi bukan perkara sederhana karena ada banyak pekerja yang bergantung pada keberlangsungan usaha itu.

Harga Bahan Baku Naik, Keuntungan Semakin Terhimpit

Bagi pelaku UMKM olahan pisang, kestabilan harga bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan produksi. Ketika biaya pembelian bahan dan kebutuhan operasional meningkat, pelaku usaha harus menghitung ulang pengeluaran agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Persoalan muncul ketika kenaikan biaya tersebut tidak diikuti peningkatan harga jual produk. Jika harga jual dipertahankan agar tetap terjangkau bagi konsumen, selisih keuntungan yang diperoleh pengusaha akan semakin kecil.

Kondisi inilah yang dirasakan Mekar Mandiri. Tekanan biaya membuat ruang usaha untuk mengembangkan produksi menjadi lebih terbatas, terlebih ketika kondisi pasar sedang lesu.

Bagi usaha yang melibatkan banyak pekerja, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keuntungan pemilik. Keputusan mengenai volume produksi dan keberlanjutan operasional turut memengaruhi penghasilan warga yang terlibat di dalamnya.

Mekar Mandiri Bertahan Sejak 2013

Mekar Mandiri mulai menjalankan usaha pengolahan pisang pada 2013. Selama lebih dari satu dekade, usaha yang berlokasi di Dusun Cibenda, RT 13/RW 02, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis itu berkembang dengan melibatkan warga sekitar dalam proses produksi.

Keberlangsungan usaha menjadi pertimbangan penting bagi pengelola ketika menghadapi tekanan ekonomi. Menutup rumah produksi mungkin dapat menghentikan sebagian beban operasional, tetapi pada saat yang sama akan berdampak terhadap para pekerja yang selama ini memperoleh penghasilan dari kegiatan tersebut.

Karena itu, pengelola memilih bertahan meskipun keuntungan usaha semakin menipis.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa bagi sebagian UMKM, mempertahankan usaha bukan semata-mata soal menjaga bisnis tetap berjalan. Ada hubungan ekonomi dan sosial yang telah terbentuk selama bertahun-tahun antara pemilik usaha, pekerja, dan lingkungan tempat usaha beroperasi.

Sebanyak 25 Karyawan Bekerja di Pabrik

Mekar Mandiri tercatat memiliki 25 karyawan aktif yang bekerja langsung di fasilitas pengolahan pisang. Selain tenaga kerja di pabrik, usaha tersebut juga melibatkan sekitar 150 warga sekitar sebagai pekerja rumahan atau bagian dari sistem produksi berbasis rumah tangga.

Dengan demikian, terdapat sekitar 175 orang yang terlibat dalam kegiatan usaha tersebut, baik melalui pekerjaan langsung di fasilitas produksi maupun aktivitas rumahan.

Skema ini membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh penghasilan tanpa harus seluruhnya bekerja di satu lokasi. Bagi pekerja rumahan, pola tersebut juga dapat memberikan ruang untuk menjalankan aktivitas produksi dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Keterlibatan warga dalam proses produksi menunjukkan bahwa dampak UMKM dapat meluas melampaui pemilik usaha dan karyawan tetap. Ketika kegiatan produksi berjalan, terdapat rantai aktivitas ekonomi yang ikut bergerak di lingkungan sekitar.

Sebaliknya, apabila usaha mengalami gangguan serius atau berhenti beroperasi, dampaknya berpotensi dirasakan oleh banyak keluarga yang selama ini memperoleh penghasilan dari kegiatan tersebut.

Produk Olahan Pisang Merambah Pasar Pulau Jawa

Di tengah tekanan biaya produksi, produk olahan pisang Mekar Mandiri telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Pulau Jawa. Jangkauan pemasaran tersebut menjadi modal bagi usaha untuk mempertahankan keberadaan produknya di tengah persaingan pasar.

Permintaan yang masih relatif stabil memberikan ruang bagi pengelola untuk terus menjalankan produksi. Namun, kestabilan permintaan belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan keuntungan apabila biaya bahan baku dan kebutuhan produksi terus meningkat.

Hingga kini, pemasaran produk tersebut belum menembus pasar internasional. Pengelola berharap kondisi ekonomi membaik dan harga bahan baku lebih stabil sehingga usaha dapat mempertahankan produksi sekaligus membuka peluang pengembangan pasar.

Bagi UMKM pengolahan pangan, perluasan pasar harus berjalan seiring dengan kemampuan menjaga kualitas produk, efisiensi produksi, dan kestabilan pasokan bahan baku. Ketiganya menjadi faktor penting agar usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dalam jangka panjang.

Keberlanjutan UMKM Menyangkut Penghidupan Warga

Kisah Mekar Mandiri di Pamarican menggambarkan tantangan yang dihadapi UMKM ketika kenaikan biaya produksi tidak diimbangi kemampuan menaikkan harga jual. Dalam kondisi seperti itu, pilihan usaha menjadi semakin terbatas: menyesuaikan biaya, mempertahankan harga demi konsumen, atau mencari cara lain agar produksi tetap berjalan.

Bagi Mekar Mandiri, keberadaan sekitar 175 pekerja menjadi salah satu alasan untuk terus bertahan. Keputusan menjaga rumah produksi tetap beroperasi berarti mempertahankan peluang penghasilan bagi puluhan karyawan pabrik dan warga yang terlibat dalam produksi rumahan.

Ke depan, stabilitas harga bahan baku, akses pasar, dan efisiensi produksi akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha. Dukungan terhadap UMKM seperti Mekar Mandiri juga perlu diarahkan pada kebutuhan nyata pelaku usaha agar mereka memiliki ruang untuk berkembang.

Di tengah persaingan pasar dan tekanan biaya, bertahannya UMKM olahan pisang di Pamarican bukan hanya menyangkut kelangsungan sebuah bisnis. Di balik aktivitas produksi setiap hari, ada mata pencaharian warga yang ikut dipertaruhkan. (Red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaKonser Armada di Kota Banjar Diserbu Ribuan Penonton, 75 UMKM Ikut Kebagian Untung Berita SelanjutnyaMourinho Kembali Jadi Mimpi Buruk Barcelona, Rekor Tak Terkalahkan di El Clasico Berlanjut!
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza