Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Rumah Roboh di Tasikmalaya, DPRD dan Pemkot Didorong Turun Tangan

Redaktur Lintas JabarMei 23, 20262 menit baca113 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Insiden rumah ambruk yang menimpa seorang lansia di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, memunculkan dorongan agar pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan nyata. Selain kebutuhan darurat seperti terpal dan sembako, korban juga diusulkan masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai solusi jangka panjang.

Rumah milik M. Suryaman (66) di Kampung Gunung Subang, RT 002/RW 012, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, ambruk pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut.

Den legal Tasikmalaya-lintas jabar

Bagian depan rumah dilaporkan roboh hampir seluruhnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerusakan yang terjadi membuat penghuni terdampak harus menghadapi kondisi tempat tinggal yang tidak lagi aman.

Berdasarkan laporan lapangan, kondisi bangunan yang sudah tua diduga menjadi faktor utama rumah tidak mampu menahan beban material setelah terus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Ketua LPM Minta Pemkot dan DPRD Bergerak

Pasca kejadian, unsur Muspika Kecamatan Kawalu, Pemerintah Kelurahan Cilamajang, BPBD Kota Tasikmalaya, serta warga setempat langsung turun melakukan asesmen dan membersihkan puing-puing bangunan.

Namun di tengah penanganan awal tersebut, muncul harapan agar pemerintah tidak berhenti pada bantuan tanggap darurat semata.

Ketua LPM Kelurahan Cilamajang, Muhammad Haikal, berharap para pemangku kebijakan di Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun anggota DPRD Kota Tasikmalaya, khususnya dari Daerah Pemilihan IV, memberi perhatian serius terhadap kondisi keluarga korban.

Menurutnya, keluarga terdampak membutuhkan solusi nyata, baik untuk kebutuhan mendesak maupun penanganan jangka panjang.

“Harapannya ada perhatian dari pemerintah dan para pemangku kebijakan. Jangan hanya bantuan darurat, tetapi juga solusi yang benar-benar bisa membantu keluarga korban untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” ujarnya.

Diusulkan Masuk Program Rutilahu

Selain bantuan darurat berupa terpal dan sembako, Haikal mengusulkan agar rumah korban dapat diakomodasi dalam program Rutilahu milik Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Usulan tersebut dinilai realistis mengingat kondisi rumah yang sudah tua dan kini mengalami kerusakan cukup berat.

Program Rutilahu sendiri selama ini menjadi salah satu skema bantuan pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang menempati hunian tidak layak.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat memperbesar risiko bagi bangunan-bangunan tua yang kondisinya sudah rentan.

Dengan musim hujan yang masih berpotensi terjadi, perhatian terhadap rumah-rumah tidak layak huni dinilai menjadi langkah preventif penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kini, di tengah puing rumah yang masih dibersihkan, keluarga korban menanti apakah perhatian pemerintah benar-benar hadir dalam bentuk solusi nyata. (hs) 

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaGerakan Pangan Murah Garut Diserbu Warga, Harga Lebih Murah Berita SelanjutnyaOperasi Pencarian Korban Cirahong Berlanjut, Tim SAR Sisir Aliran Citanduy
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza