lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Gudang di Jalan Gubernur Sewaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, terbakar pada Senin (31/8/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan menyebabkan seorang petugas pemadam kebakaran mengalami luka saat proses penanganan.
Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 05.00 WIB. Kepulan asap tebal dari dalam bangunan pertama kali diketahui petugas keamanan yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Kota Tasikmalaya.
Laporan diterima sekitar pukul 05.21–05.25 WIB. Setelah menerima laporan, Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya langsung bergerak menuju lokasi kebakaran.
Api Berhasil Dikendalikan Kurang dari Dua Jam
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 05.36 WIB dan mulai melakukan proses pemadaman sekitar pukul 05.38 WIB.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas berhasil mengendalikan kobaran sekitar pukul 06.45 WIB. Api kemudian diisolasi agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Luas bangunan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 100 meter persegi.
Sejumlah aset di dalam bangunan, termasuk dokumen penting, barang elektronik, serta area lantai satu, dilaporkan berhasil diselamatkan.
Koordinator Lapangan Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, mengatakan petugas berupaya merespons laporan secepat mungkin. Menurut dia, kecepatan respons turut membantu mencegah kobaran api meluas.
“Alhamdulillah dengan response time 15 menit, kobaran api tidak sampai meluas ke bangunan lain dan berhasil dipadamkan,” kata Hendrik, Senin (31/8/2026).
Penyebab Kebakaran Masih Didalami
Dugaan awal, kebakaran gudang tersebut dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat disebut sebagai penyebab final sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi lebih rinci mengenai bagian instalasi listrik yang diduga mengalami korsleting.
Nilai kerugian materi akibat kebakaran juga belum diketahui secara pasti. Pendataan terhadap kerugian masih dilakukan oleh pihak terkait.
Satu Petugas Damkar Terluka
Selain menyebabkan kerusakan pada bangunan, proses pemadaman juga berdampak terhadap keselamatan petugas.
Satu anggota Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya dilaporkan mengalami luka fisik ketika menjalankan tugas pemadaman.
Hendrik mengatakan proses penanganan kebakaran dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Kondisi petugas yang mengalami luka menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam evaluasi operasi pemadaman.
Kejadian tersebut menunjukkan bahwa proses pemadaman kebakaran tetap memiliki risiko keselamatan, terutama ketika petugas harus bekerja di dalam atau di sekitar bangunan yang terbakar.
Warga Diingatkan Periksa Instalasi Listrik
Kebakaran gudang di Mangkubumi terjadi pada pagi hari ketika aktivitas masyarakat mulai berlangsung. Kecepatan laporan dan respons petugas menjadi faktor penting dalam mencegah kobaran api menjalar ke bangunan lain di kawasan tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemilik bangunan, khususnya yang digunakan sebagai gudang, untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala.
Instalasi yang tidak terawat berpotensi menimbulkan gangguan listrik yang dapat memicu kebakaran. Karena itu, pemeriksaan kabel, sambungan, panel listrik, dan perangkat kelistrikan lainnya penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Sementara bagi petugas pemadam kebakaran, kejadian tersebut kembali menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi dalam menjalankan tugas untuk mengendalikan api dan melindungi bangunan di sekitarnya. (red)

