Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

KDM Respon Insiden Jembatan Pongpet Margacinta Pangandaran

Redaktur Lintas JabarSeptember 2, 20264 menit baca113 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA JAWA BARAT – Peresmian Jembatan Pongpet Margacinta Pangandaran, Minggu sore, berubah menjadi situasi mencekam. Jembatan yang baru saja hendak digunakan untuk menyeberang tiba-tiba bergoyang sebelum akhirnya patah dan membuat sejumlah orang yang berada di atasnya terpelanting.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, S.H., yang hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut, menjadi salah satu orang yang berada di atas jembatan ketika insiden terjadi.

Menurut penuturan Citra, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.15 hingga 16.30 WIB. Saat itu, ia datang memenuhi undangan Dandim untuk menghadiri peresmian jembatan.

Awalnya, kegiatan berlangsung seperti seremoni peresmian pada umumnya. Rombongan disambut dengan iringan badut dan sejumlah prosesi penyambutan sebelum dilanjutkan dengan gunting pita.

Setelah pita digunting, rombongan mulai berjalan memasuki jembatan.

Jembatan Mulai Bergoyang Saat Rombongan Berjalan

Situasi berubah ketika rombongan mulai berada agak ke tengah jembatan.

Citra mengatakan, saat itu jembatan mulai terasa bergoyang. Goyangan yang awalnya masih dapat dirasakan secara biasa kemudian semakin kencang hingga membuat kondisi di atas jembatan terasa tidak stabil.

Melihat kondisi tersebut, Citra sempat meminta rombongan yang berada di belakangnya untuk mundur.

Namun, belum lama setelah peringatan itu disampaikan, kondisi jembatan justru semakin buruk.

Jembatan tersebut kemudian patah.

Bupati Terpelanting Saat Jembatan Miring

Citra berada di sisi kiri jembatan ketika bagian sisi kanan mengalami kerusakan. Patahnya salah satu bagian membuat struktur jembatan langsung miring secara drastis.

Orang-orang yang berada di atasnya pun kehilangan keseimbangan. Sejumlah orang terpelanting, termasuk Bupati Pangandaran.

Dalam kondisi tersebut, Citra sempat terjatuh hingga berada dalam posisi setengah tengkurap di atas pijakan kayu.

Kedua tangannya berusaha memegang pelat besi yang berada di bagian tengah jembatan. Posisi tersebut membuatnya masih dapat bertahan sementara situasi di sekelilingnya berlangsung kacau.

Upaya penyelamatan kemudian dilakukan. Citra mendapat bantuan dari Camat Cijulang yang menariknya hingga akhirnya berhasil dievakuasi ke bagian jalan di pinggir jembatan.

Ia kemudian berhasil menyelamatkan diri dan melanjutkan perjalanan.

Detik-detik tersebut membuat seremoni peresmian yang semula diproyeksikan menjadi acara simbolis justru berubah menjadi insiden yang membahayakan orang-orang yang hadir.

KDM: Jembatan Bukan Dibangun dari Anggaran Pemprov Jabar

Insiden Jembatan Pongpet Margacinta Pangandaran tersebut kemudian mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Dalam pernyataannya melalui akun pribadinya, KDM mengatakan persoalan mengenai sumber anggaran pembangunan jembatan tersebut tidak perlu diperdebatkan lebih jauh. Ia menegaskan bahwa jembatan gantung di Desa Margacinta bukan dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut KDM, kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Pemkab Pangandaran dinilai menghadapi tekanan keuangan dan tingkat defisit yang membuat pembangunan infrastruktur dengan mengandalkan kemampuan daerah sendiri menjadi berat.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat disebut akan mengambil alih penanganan jembatan di Desa Margacinta.

Akan Dibangun Jembatan Permanen

KDM menyampaikan rencana pembangunan jembatan permanen di Desa Margacinta dan kawasan sekitarnya.

Konsep jembatan yang direncanakan tidak hanya ditujukan untuk pejalan kaki. Jembatan permanen tersebut diharapkan dapat dilalui kendaraan roda empat maupun masyarakat dalam jumlah lebih banyak.

Jika terealisasi, keberadaan jembatan itu juga diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengangkut berbagai komoditas.

Mulai dari hasil bumi dan pertanian, hasil peternakan, hingga produk perikanan dan kelautan dapat diangkut dengan akses transportasi yang lebih memadai.

Dengan demikian, persoalan jembatan bukan semata soal menghubungkan dua sisi wilayah. Di daerah seperti Pangandaran, akses transportasi juga berkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi masyarakat.

Seremoni Berakhir, Pertanyaan Justru Dimulai

Insiden ini menyisakan pertanyaan yang tidak kalah penting dari rencana pembangunan jembatan baru.

Bagaimana kondisi jembatan sebelum digunakan? Siapa yang memastikan kelayakannya? Bagaimana proses pemeriksaan terhadap konstruksi dilakukan sebelum seremoni peresmian? Dan mengapa jembatan bisa mengalami kerusakan ketika baru digunakan dalam sebuah acara resmi?

Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebab jembatan bukan sekadar properti seremoni yang cukup dipasang pita lalu diresmikan. Infrastruktur publik seharusnya terlebih dahulu dipastikan aman bagi masyarakat yang akan menggunakannya.

Rencana pembangunan jembatan permanen tentu menjadi kabar penting bagi warga. Namun, di balik rencana tersebut tetap ada pekerjaan rumah untuk menjelaskan bagaimana jembatan sebelumnya bisa sampai patah saat digunakan.

Dan ada satu hal yang disampaikan KDM dengan nada bercanda tetapi tetap mengandung pesan: jembatan permanen nantinya diharapkan menjadi akses ekonomi masyarakat, bukan arena balapan.

Yang jelas, peristiwa Minggu sore itu memberikan satu pelajaran sederhana: sebelum pita digunting dan kamera diarahkan, yang paling penting dari sebuah jembatan adalah memastikan ia benar-benar siap menahan orang yang berada di atasnya. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaSudah Di-OTT, Dugaan Pemerasan WNA di Imigrasi Masih Berlanjut? Berita SelanjutnyaBayi Ditemukan Tengkurap di Rumah Kosong, Warga Tasikmalaya Geger
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza