Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Jalan Tasik-Ciamis Dilebarkan 6,66 Km, Rp52,7 Miliar Disiapkan

Redaktur Lintas JabarSeptember 18, 20263 menit baca88 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Jalur yang menghubungkan Tasikmalaya dan Ciamis bakal mendapat ruang lebih lebar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menangani ruas Simpang 3 Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong hingga batas Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis sepanjang 6,66 kilometer.

Nilai kontraknya mencapai Rp52.735.655.690.

Bagi warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut, proyek ini bukan sekadar urusan pelebaran aspal. Ruas tersebut menjadi jalur berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan kerja, perdagangan, pengangkutan hasil usaha hingga mobilitas masyarakat antara dua kabupaten.

Pelebaran diharapkan membuat ruang kendaraan lebih memadai sekaligus memperkuat konektivitas Tasikmalaya-Ciamis.

Bukan Cuma Aspal yang Dikerjakan

Pekerjaan di ruas ini tidak berhenti pada membuat jalan menjadi lebih lebar.

Sejumlah tahapan dikerjakan untuk meningkatkan kondisi jalan, antara lain pemasangan batu, CAP, pengecoran beton, pemasangan unit, hingga overlay hotmix.

Berbagai alat berat juga digunakan selama proses pengerjaan.

Proyek tersebut melibatkan sekitar 80 tenaga kerja di lapangan. Artinya, selain memperbaiki akses masyarakat, kegiatan pembangunan ini juga menyerap tenaga kerja selama pelaksanaan proyek.

Pemprov Jabar sebelumnya juga melakukan monitoring terhadap ruas tersebut untuk memastikan progres fisik, kualitas pekerjaan, serta administrasi dan keuangan berjalan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis.

Monitoring dilakukan pada awal September oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jabar bersama sejumlah paket infrastruktur strategis lainnya.

Tasikmalaya-Ciamis Makin Terhubung

Ruas Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong memiliki posisi penting karena menjadi salah satu jalur penghubung wilayah Tasikmalaya dengan Ciamis.

Dalam kehidupan sehari-hari, jalan seperti ini bukan hanya dilalui kendaraan pribadi.

Ada pedagang, pekerja, kendaraan pengangkut hasil usaha dan masyarakat yang bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Karena itu, kualitas jalan akan berpengaruh terhadap waktu tempuh dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Terlebih kawasan Suryalaya dan wilayah sekitarnya memiliki aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Jalan yang lebih memadai diharapkan dapat mendukung mobilitas sekaligus memperlancar distribusi barang dan hasil usaha.

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar sendiri mencatat ruas Sp.3 Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong hingga batas Kabupaten Tasikmalaya/Ciamis sebagai salah satu ruas yang berada dalam pelayanan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V.

Rp52,7 Miliar Harus Terlihat Hasilnya

Besarnya anggaran membuat kualitas pekerjaan menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM pada Jumat (18/9/2026) mengingatkan masyarakat agar ikut mengawasi pembangunan infrastruktur.

Menurut KDM, warga perlu memperhatikan kualitas pekerjaan, teknis pelaksanaan serta papan informasi proyek.

Pesannya sederhana: apa yang dibangun harus sesuai dengan apa yang direncanakan dan dianggarkan.

Pernyataan itu menjadi relevan dengan proyek pelebaran jalan Tasikmalaya-Ciamis yang menggunakan anggaran puluhan miliar rupiah.

Sebab, ukuran keberhasilan proyek jalan bukan hanya berapa kilometer yang dikerjakan, tetapi apakah hasil akhirnya benar-benar memberi manfaat dan mampu bertahan digunakan masyarakat.

Jangan Sampai Lebar, Tapi Cepat Rusak

Ada persoalan lain yang juga tengah menjadi perhatian KDM dalam pembangunan infrastruktur Jawa Barat, yakni daya tahan jalan terhadap beban kendaraan.

Pada hari yang sama, KDM menyinggung kendaraan industri yang melintas di jalan provinsi. Ia meminta tonase kendaraan disesuaikan dengan daya dukung jalan.

Menurut KDM, jika kendaraan membawa beban melebihi kemampuan jalan, terdapat dua pilihan: mengurangi muatan atau perusahaan membangun sendiri jalan dengan spesifikasi sesuai kebutuhan industrinya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jalan tidak cukup hanya mengejar panjang ruas yang diperbaiki.

Jalan yang sudah dibangun juga harus dijaga agar tidak cepat kembali rusak akibat penggunaan yang melampaui kapasitas.

Menunggu Manfaat Nyata untuk Warga

Dengan penanganan sepanjang 6,66 kilometer dan nilai kontrak sekitar Rp52,7 miliar, pelebaran ruas Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur yang cukup besar di kawasan Tasikmalaya-Ciamis.

Jika berjalan sesuai rencana, manfaatnya tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan.

Pedagang, pekerja, pelaku usaha, petani dan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari juga menjadi bagian dari penerima manfaat.

Pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu membutuhkan jalan yang sekadar terlihat baru.

Yang dibutuhkan adalah jalan yang lebih aman, lebih nyaman, memperlancar perjalanan dan mampu menunjang aktivitas ekonomi dalam waktu panjang.

Dan di ruas Tasikmalaya-Ciamis ini, pekerjaan tersebut kini sedang berjalan. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaNusron Wahid Akhirnya Buka Suara, KPK Masih Dalami Kasus ATR/BPN Berita SelanjutnyaPendidikan Kota Tasikmalaya Disorot Ketika Guru BK Jadi “Pengepul”
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza