Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Jalan Cipaku-Sukadana Ciamis Putus Total, Tebing Selacai Longsor: Ini Jalur Alternatifnya

Redaktur Lintas JabarOktober 3, 20264 menit baca101 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Pengendara yang biasa melintas jalur Cipaku-Sukadana, Kabupaten Ciamis, harus mencari jalan lain. Tebing di Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, longsor pada Sabtu (3/10/2026) pagi dan membuat akses jalan kabupaten putus total. Longsor di Selacai Ciamis terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di Dusun Cinutup, RT 005/RW 007. Material tanah dari tebing ambrol hingga menutup badan jalan sekaligus mengganggu Saluran Irigasi Nanggela yang berada di sekitar lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, dampaknya cukup serius. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung kawasan Cipaku, Sukadana hingga Cisaga kini tidak bisa dilalui kendaraan.

Yang membuat peristiwa ini cukup menarik, longsor justru terjadi saat wilayah tersebut sedang menghadapi musim kemarau.

Bukan Hujan Deras, Rembesan Irigasi Diduga Picu Longsor

Longsor di Selacai Ciamis kali ini tidak serta-merta dikaitkan dengan hujan deras.

Berdasarkan kaji cepat BPBD Kabupaten Ciamis, longsoran diduga berkaitan dengan resapan air dari Saluran Irigasi Nanggela.

Tebing yang mengalami longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 meter, lebar 35 meter dan kedalaman sekitar 20 meter.

Sementara badan jalan yang terdampak memiliki panjang sekitar 50 hingga 100 meter, dengan lebar sekitar 2,5 meter dan kedalaman longsoran mencapai sekitar 10 meter.

Kondisi tersebut membuat akses kendaraan praktis terputus.

Ada ironi kecil di balik bencana ini.

Saat sebagian wilayah sedang menghadapi keterbatasan air akibat kemarau, justru rembesan dari saluran irigasi disebut menjadi salah satu faktor yang membuat tanah di bawah tebing kehilangan kestabilannya.

Tanah yang sebelumnya mengalami retakan kemudian menjadi semakin labil.

Jalan Cipaku-Sukadana Ciamis Lumpuh, Kendaraan Harus Memutar

Longsor di Selacai Ciamis, yang akibatkan terputusnya jalan Cipaku-Sukadana Kabupaten Ciamis bukan sekadar membuat perjalanan sedikit lebih lama.

Ruas tersebut merupakan bagian dari jalur alternatif Kawali-Sukadana-Cisaga melalui Gardu.

Karena badan jalan mengalami kerusakan, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melewati titik longsor.

BPBD Ciamis bersama aparat setempat langsung melakukan asesmen dan memasang pengamanan di sekitar lokasi.

Kondisi tanah juga masih harus diwaspadai karena terdapat kemungkinan pergerakan tanah susulan. BPBD menyebut penanganan membutuhkan alat berat sebelum akses dapat kembali dibuka.

Dengan kondisi tersebut, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri mendekati lokasi longsor.

Bukan hanya karena jalan sudah terputus, tetapi juga karena tebing di sekitar lokasi belum sepenuhnya stabil.

Ini Rute Alternatif Cipaku-Sukadana yang Bisa Digunakan

Bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan dari arah Kawali menuju Sukadana, tersedia jalur alternatif.

Untuk kendaraan kecil dari arah Kawali Gardu menuju Sukadana, arus dapat dialihkan melalui Cintanagara, kemudian menuju perempatan Sukadana dan berlanjut ke Ciilat.

Sementara pengendara dari arah Ciamis dapat menggunakan jalur Selamanik, Mekarsari, kemudian menuju Salakaris dan Sukadana.

Untuk kendaraan bertonase besar, skema pengalihan berbeda.

Kendaraan berat dari arah Cirebon diarahkan melalui kawasan Hayawang sebelum Masjid Besar Rajadesa, kemudian menuju Margajaya, Sukadana, Ciilat hingga Cisaga.

Pengalihan tersebut diperlukan agar kendaraan besar tidak justru masuk ke jalan lingkungan atau permukiman yang tidak dirancang untuk menampung arus kendaraan bertonase tinggi.

Saluran Irigasi Nanggela Juga Terancam

Longsor Selacai tidak hanya menyisakan persoalan jalan.

Saluran Irigasi Nanggela juga berada di kawasan terdampak.

Dalam laporan BPBD, kondisi tanah di sekitar saluran masih labil sehingga saluran irigasi tersebut membutuhkan perhatian dalam proses penanganan.

Persoalan ini cukup penting karena saluran Nanggela memiliki fungsi bagi kawasan pertanian di sekitarnya.

Artinya, jika penanganan hanya berfokus pada membuka kembali badan jalan tanpa menyelesaikan persoalan pada tebing dan saluran air, potensi gangguan serupa masih harus diantisipasi.

BPBD telah berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk DPUTR Kabupaten Ciamis dan BBWS, untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Kemarau Bukan Berarti Bebas Ancaman Longsor

Peristiwa di Selacai menjadi pengingat bahwa ancaman longsor tidak selalu identik dengan hujan deras.

Kondisi tanah, retakan, rembesan air dan perubahan kestabilan lereng tetap dapat menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Dalam kasus Selacai, BPBD menyebut adanya resapan air dari saluran irigasi sebagai bagian dari dugaan pemicu longsor.

Karena itu, warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lereng dan saluran irigasi perlu memperhatikan tanda-tanda seperti retakan tanah, rembesan air baru, perubahan posisi tanah maupun suara pergerakan dari tebing.

Jangan menunggu tanah benar-benar bergerak baru mencari jalan keluar.

Belum Ada Korban, Tapi Jalan Belum Aman Dilalui

Hingga laporan BPBD diterima, tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan tertimbun akibat longsor tersebut.

Meski demikian, kondisi lokasi belum dapat dianggap aman.

Material longsoran masih berada di kawasan badan jalan, sementara struktur tanah di sekitar tebing belum stabil.

Penanganan membutuhkan alat berat dan kajian teknis lebih lanjut sebelum akses dapat kembali digunakan.

Karena itu, masyarakat yang biasa menggunakan jalur Cipaku-Sukadana diminta mengikuti pengalihan arus dan tidak mencoba menerobos titik penutupan.

Lebih baik perjalanan memutar beberapa kilometer daripada harus berhadapan dengan longsor susulan.

Jalan Cipaku-Sukadana Kapan Bisa Dibuka Lagi?

Untuk saat ini, belum ada kepastian kapan jalur Cipaku-Sukadana dapat kembali normal.

Pembukaan akses sangat bergantung pada hasil penanganan material longsor, kondisi tebing, keamanan Saluran Irigasi Nanggela dan ketersediaan alat berat.

Yang jelas, persoalannya tidak cukup hanya dengan mengeruk tanah yang menutup jalan.

Tebing yang longsor harus ditangani, saluran air harus diamankan, dan kestabilan kawasan perlu diperiksa sebelum kendaraan kembali diperbolehkan melintas.

Sebab membuka jalan memang penting.

Tetapi memastikan jalan itu aman untuk dilewati jauh lebih penting.

Untuk sementara, bagi pengendara yang hendak melintas kawasan Cipaku-Sukadana Ciamis, gunakan jalur alternatif yang telah diarahkan petugas dan hindari lokasi longsor Selacai.

Jalan boleh ditutup sementara.

Yang jangan sampai ikut terbuka adalah peluang terjadinya korban karena pengendara memaksakan diri menerobos jalur yang belum aman. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaDari 2 Jadi 7 Menit, Malaysia Lapor FIFA soal Indonesia vs Bangladesh Berita SelanjutnyaProyek AI Jatiluhur Rp3,5 Triliun Disetop, KDM Ungkap Titik Masalahnya
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza