Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, Satu Rumah Rusak Parah
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis kembali memakan korban. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur sejak Kamis sore (21/5/2026) hingga malam hari menyebabkan sebuah rumah warga di Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, ambruk.
Rumah milik Mulyadi (49) di Dusun Wanayasa RT 10 RW 02 mengalami kerusakan serius setelah bagian atap bangunan runtuh sekitar pukul 23.45 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut memaksa satu keluarga dengan lima anggota rumah tangga menghadapi situasi darurat akibat tempat tinggal mereka rusak.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi menimbulkan bencana di sejumlah wilayah, terutama pada bangunan yang rentan terdampak hujan deras dan terpaan angin.
Berdasarkan laporan lapangan, hujan mulai mengguyur kawasan tersebut sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Ciamis disertai angin kencang diduga menjadi penyebab utama runtuhnya bagian atap rumah.

Satu Keluarga Terdampak, Kerugian Capai Puluhan Juta
Data sementara mencatat, rumah yang terdampak dihuni oleh satu kepala keluarga dengan lima jiwa, terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan.
Beruntung seluruh penghuni berhasil selamat.
Namun kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Selain kehilangan tempat tinggal yang aman, keluarga korban kini membutuhkan bantuan logistik darurat untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain terpal, sembako, matras atau kasur lipat, perlengkapan dapur, hingga family kit.
Situasi ini mendorong pemerintah setempat bergerak cepat untuk melakukan penanganan awal.
Gotong Royong Jadi Respons Cepat Warga
Pasca-kejadian, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, relawan Tagana, hingga warga setempat langsung melakukan asesmen dan koordinasi penanganan.
Pemerintah Desa Cibadak juga berencana menginstruksikan warga sekitar untuk melakukan gotong royong membersihkan material bangunan yang runtuh.
Respons cepat tersebut dinilai penting agar keluarga korban segera mendapat bantuan dan lingkungan sekitar tetap aman dari potensi bahaya lanjutan.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.
Bangunan dengan kondisi rentan atau berada di wilayah rawan cuaca ekstrem perlu mendapat perhatian lebih untuk mencegah kejadian serupa.
Dalam beberapa waktu terakhir, cuaca ekstrem memang menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Ciamis.
Masyarakat diimbau segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan kondisi bangunan berisiko atau situasi darurat akibat cuaca buruk.(hs)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar