Lewati ke konten
Daerah

220 Becak Listrik Tiba, Mang Becak Lansia Tasikmalaya Jadi Prioritas

Redaktur Lintas JabarAgustus 29, 20263 menit baca118 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Ada yang mungkin terlihat sederhana dari kedatangan ratusan becak listrik ke Tasikmalaya. Namun bagi pengayuh becak yang usianya sudah memasuki masa senja, bantuan tersebut bisa berarti perubahan besar dalam cara mereka mencari nafkah.

Sebanyak 220 unit becak listrik disiapkan untuk masyarakat Kota Tasikmalaya, dengan penerima manfaat diprioritaskan dari kalangan pengayuh becak berusia 55 tahun ke atas.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantuan Presiden Prabowo Subianto. Unit becak listrik yang digunakan diproduksi PT Pindad.

Kedatangan armada tersebut mulai berlangsung sejak Kamis, 27 Agustus 2026.

Bukan Sekadar Ganti Becak

Selama bertahun-tahun, pengayuh becak konvensional mengandalkan tenaga kaki untuk membawa penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Bagi pengayuh yang masih muda, pekerjaan tersebut mungkin masih dapat dilakukan dengan relatif mudah.

Namun persoalannya berbeda ketika yang berada di balik kemudi adalah mereka yang sudah berusia 55 tahun bahkan lebih.

Tenaga tidak lagi sekuat dulu.

Jarak tempuh yang jauh, jalan menanjak dan cuaca panas membuat pekerjaan mengayuh becak semakin berat.

Karena itu, kehadiran becak listrik bukan sekadar mengganti kendaraan lama dengan kendaraan baru.

Ada persoalan beban fisik yang ikut coba dikurangi.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Rahman membenarkan bahwa Kota Tasikmalaya mendapatkan alokasi 220 unit becak listrik sesuai proposal yang sebelumnya diajukan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.

Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Program tersebut menyasar pengayuh becak yang masih aktif bekerja.

Kelompok usia 55 tahun ke atas menjadi salah satu prioritas penerima.

Pertimbangannya sederhana: mereka yang sudah memasuki usia lanjut tetap harus bekerja, tetapi kemampuan fisiknya tidak lagi sama seperti ketika masih muda.

Dengan tenaga listrik, beban untuk mengayuh secara manual dapat dikurangi.

Harapannya, pengayuh tetap bisa bekerja tanpa harus memaksakan kemampuan fisiknya seperti sebelumnya.

Di titik inilah bantuan tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar kendaraan.

Bagi seorang pengayuh becak, kendaraan tersebut adalah alat produksi.

Semakin ringan pekerjaan dilakukan, semakin besar peluang mereka mempertahankan penghasilan tanpa harus menguras tenaga seperti saat menggunakan becak kayuh.

Tasikmalaya Kebagian 220 Unit

Sebanyak 220 unit yang dialokasikan untuk Tasikmalaya merupakan bagian dari distribusi becak listrik yang telah dilakukan di sejumlah daerah.

Program serupa sebelumnya juga telah menyasar Kabupaten Nganjuk.

Di daerah tersebut, sebanyak 220 unit becak listrik produksi PT Pindad disalurkan kepada pengayuh becak, khususnya mereka yang berusia lanjut.

Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus membantu mobilitas kerja para pengayuh becak.

Artinya, program ini bukan hanya soal kendaraan ramah lingkungan.

Ada misi sosial di dalamnya, yakni membantu kelompok masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari pekerjaan informal.

Jangan Berhenti di Pembagian

Kedatangan 220 becak listrik tentu patut disambut positif.

Namun pekerjaan pemerintah belum selesai ketika kendaraan diserahkan kepada penerima.

Ada pertanyaan berikutnya yang tak kalah penting.

Apakah para penerima benar-benar dapat menggunakan kendaraan tersebut secara optimal?

Bagaimana dengan perawatan?

Bagaimana ketersediaan pengisian daya?

Dan yang tidak kalah penting, bagaimana memastikan bantuan benar-benar tetap digunakan oleh penerima yang telah ditetapkan?

Pertanyaan tersebut penting karena bantuan berupa alat produksi hanya akan memberikan dampak ekonomi jika benar-benar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Becak listrik jangan sampai hanya terlihat mengilap ketika baru dibagikan, lalu beberapa waktu kemudian justru kesulitan digunakan karena persoalan teknis.

Harapan Baru di Jalanan Kota

Bagi pengayuh becak yang sudah puluhan tahun bekerja, perubahan mungkin tidak selalu datang dalam bentuk pekerjaan baru atau bantuan uang tunai.

Kadang, perubahan datang dalam bentuk kendaraan yang membuat pekerjaan lama menjadi sedikit lebih ringan.

220 becak listrik yang kini disiapkan untuk Tasikmalaya setidaknya membawa harapan tersebut.

Para pengayuh lansia tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kekuatan kaki untuk menjalankan kendaraan.

Mereka tetap bekerja, tetap mencari nafkah, tetapi dengan beban fisik yang diharapkan lebih ringan.

Dan bagi mereka yang selama ini setiap hari menunggu penumpang di pinggir jalan, mungkin ada satu harapan sederhana:

bisa terus bekerja tanpa harus menyerah hanya karena tenaga sudah tidak sekuat dulu. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaPAPIGG, Panggung Kecil dan Cerita Besar dari Gang Gurame Berita SelanjutnyaRetribusi Wisata Pangandaran Tembus Rp46,56 Miliar, Lampaui Setahun Penuh 2025
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza