lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan bantuan pendidikan senilai total Rp603 juta kepada 239 mahasiswa dan 500 santri dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Program Bantuan Pendidikan Tasikmalaya tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda di Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis, 22 Oktober 2026, setiap mahasiswa penerima memperoleh bantuan sebesar Rp2 juta. Sementara itu, masing-masing santri menerima Rp250 ribu melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan jumlah penerima mencapai 739 orang, bantuan tersebut terdiri dari alokasi Rp478 juta untuk mahasiswa jenjang strata satu (S1) dan Rp125 juta untuk santri.
Penyaluran bantuan diumumkan saat Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat kabupaten di halaman belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya.
Program ini menyasar dua kelompok penerima dengan kebutuhan pendidikan berbeda, yakni mahasiswa perguruan tinggi dan santri yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Bantuan Rp2 Juta untuk Mahasiswa dan Rp250 Ribu bagi Santri
Bantuan pendidikan bagi mahasiswa menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendukung keberlanjutan studi pada jenjang perguruan tinggi.
Sebanyak 239 mahasiswa S1 menerima bantuan masing-masing Rp2 juta, sehingga total alokasi yang diumumkan pemerintah daerah mencapai Rp478 juta.
Di sisi lain, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan bantuan kepada 500 santri dengan nilai Rp250 ribu per orang. Total bantuan untuk kelompok santri tersebut mencapai Rp125 juta.
Jika digabungkan, nilai kedua program mencapai Rp603 juta. Jumlah penerima sebanyak 739 orang mencakup mahasiswa dan santri yang mendapatkan bantuan melalui skema berbeda.
Dalam sambutannya, Cecep menyatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk meringankan beban biaya pendidikan serta mendukung generasi muda agar dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Meski demikian, besaran bantuan yang diterima setiap orang berbeda. Karena itu, rincian mengenai kebutuhan yang dapat dibiayai, persyaratan penerima, dan mekanisme penyaluran menjadi informasi penting bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh pelaksanaan program tersebut.
Kriteria Penerima dan Pemerataan Bantuan Perlu Diperjelas
Bantuan pendidikan menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat mempertahankan akses terhadap pendidikan. Namun, manfaat program tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga ketepatan sasaran dan kejelasan mekanisme pelaksanaannya.
Dalam publikasi yang tersedia, pemerintah daerah telah menyebutkan jumlah penerima dan besaran bantuan untuk mahasiswa maupun santri. Sementara itu, rincian kriteria seleksi, tahapan pengajuan, serta mekanisme verifikasi penerima belum dijelaskan secara lengkap dalam informasi yang ditelaah.
Informasi tersebut penting bagi masyarakat, khususnya mahasiswa dan keluarga santri yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Kejelasan mengenai persyaratan juga dapat membantu calon penerima memahami apakah program serupa dapat diakses kembali pada periode berikutnya dan melalui lembaga mana pengajuan bantuan harus dilakukan.
Hingga kini, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa penyaluran bantuan mengalami masalah. Hal yang perlu didorong adalah keterbukaan informasi agar manfaat program dapat dipahami dan dipantau masyarakat.
Pemkab Tasikmalaya Siapkan Program Ekonomi Syariah
Selain bantuan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga menyampaikan rencana pengembangan program ekonomi syariah.
Bupati Cecep Nurul Yakin menyebut pemerintah daerah akan memulai implementasi 10 Program Ekonomi Syariah melalui kerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).
Pemerintah daerah juga merencanakan program DKMB Mart berupa pembangunan unit usaha di lingkungan DKMB.
Rencana tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Namun, informasi yang tersedia belum merinci jadwal pelaksanaan, kebutuhan anggaran, maupun target penerima manfaat dari kedua program tersebut.
Kejelasan mengenai tahapan pelaksanaan dan target program akan diperlukan untuk menilai bagaimana inisiatif ekonomi syariah tersebut dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.
Transparansi Program Menjadi Bagian Penting Akuntabilitas
Bantuan pendidikan senilai Rp603 juta menunjukkan adanya alokasi dukungan bagi mahasiswa dan santri di Kabupaten Tasikmalaya. Langkah berikutnya adalah memastikan informasi tentang pelaksanaan program dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Data mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, penyaluran, dan evaluasi manfaat akan membantu publik memahami jangkauan program sekaligus menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya.
Dengan keterbukaan informasi tersebut, bantuan pendidikan tidak hanya tercatat sebagai bagian dari seremoni Hari Santri, tetapi juga dapat dipantau sebagai program yang mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.
Informasi lebih lanjut mengenai kriteria penerima dan mekanisme pengajuan dapat dikonfirmasi melalui Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. (Red)

