LintasJabar.id, BERITA CIAMIS – Proses pengisian kursi Wakil Bupati Ciamis mulai memasuki babak baru. Sepuluh partai politik yang tergabung dalam koalisi pengusung pasangan Herdiat-Yana menggelar pertemuan untuk membahas dua nama calon yang nantinya akan diusulkan sebagai Wakil Bupati Ciamis.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu (15/8/2026), menyusul surat Bupati Ciamis Herdiat Sunarya kepada DPRD yang ditembuskan kepada partai politik pengusung.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ciamis Nanang Permana mengatakan seluruh partai koalisi sepakat membuka kesempatan bagi tokoh yang ingin maju sebagai calon Wakil Bupati Ciamis.
“Kami menyikapi surat Pak Bupati terhadap DPRD yang ditembuskan ke kami. Pengisian kekosongan jabatan Wabup Ciamis diserahkan ke partai-partai untuk mengusung dua nama,” ujar Nanang.
10 Parpol Harus Sepakat pada Dua Nama
Meski pembahasan sudah dimulai, proses menentukan dua calon Wakil Bupati Ciamis diperkirakan tidak akan berlangsung singkat.
Pasalnya, seluruh partai pengusung harus menyepakati dua nama yang sama sebelum nama tersebut diserahkan kepada Bupati untuk kemudian diteruskan ke DPRD Kabupaten Ciamis.
Nanang mengatakan mekanisme tersebut membuat proses penyamaan pilihan antarpatai membutuhkan komunikasi politik yang panjang.
“Ini tidak dapat diprediksi. Menyatukan pendapat partai-partai politik untuk sampai pada dua nama itu perjalanannya jauh. Seluruh partai koalisi harus menyatukan dua nama yang sama,” katanya.
Dengan demikian, sejumlah nama yang saat ini mulai muncul di ruang publik belum dapat disebut sebagai calon final Wakil Bupati Ciamis.
Partai politik juga memiliki mekanisme internal masing-masing sebelum menentukan figur yang akan direkomendasikan.
Sejumlah Nama Mulai Datang ke Partai
Dinamika penjaringan calon mulai terlihat. Sejumlah tokoh disebut telah melakukan komunikasi atau bersilaturahmi dengan partai politik yang tergabung dalam koalisi.
Nanang menyebut beberapa nama yang telah datang antara lain Asep dari PAN, Toto dari NasDem, Anjar dari Demokrat, serta Heri Solehudin.
Namun, kedatangan para tokoh tersebut belum berarti mereka telah mendapatkan rekomendasi sebagai calon Wakil Bupati Ciamis.
Nanang menegaskan keputusan akhir tetap berada dalam mekanisme masing-masing partai hingga nantinya koalisi berhasil menyepakati dua nama.
“Ada yang sudah road show. Namun ke PDI Perjuangan dan PKS sejauh ini belum ada yang datang. Mekanisme masing-masing partai berbeda dan itu harus dihargai,” ujarnya.
Situasi tersebut membuat bursa calon Wakil Bupati Ciamis masih terbuka. Tokoh dari internal partai maupun dari luar partai tetap memiliki peluang sepanjang mendapatkan dukungan sesuai mekanisme politik masing-masing.
Kursi Wabup Ciamis Masih Menunggu Proses
Kekosongan jabatan Wakil Bupati Ciamis menjadi perhatian karena posisi tersebut membutuhkan pengisian melalui mekanisme yang berlaku.
Nanang meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan siapa figur yang akan mendampingi Bupati Herdiat Sunarya.
Ia menegaskan kekosongan jabatan tersebut bukan semata-mata karena tidak adanya langkah dari Bupati, DPRD, maupun partai politik pengusung.
“Agar rakyat tahu, kekosongan jabatan Wakil Bupati ini bukan kesalahan Pak Bupati, bukan kesalahan DPRD tidak memilih, dan juga bukan kesalahan partai. Pesan untuk masyarakat: tenanglah, jangan tergesa-gesa,” kata Nanang.
Dengan dimulainya komunikasi antarp partai, proses pengisian Wabup Ciamis kini memasuki tahap penjajakan dan penyamaan pilihan.
Tantangan berikutnya adalah menemukan dua nama yang dapat diterima seluruh partai koalisi. Setelah dua nama tersebut disepakati, proses selanjutnya baru dapat berjalan sesuai mekanisme pengisian Wakil Bupati melalui DPRD.
Artinya, bursa calon Wabup Ciamis masih terbuka dan belum sampai pada tahap keputusan akhir. (dh)

