Lewati ke konten
Daerah

Dua King Kobra Masuk Permukiman Ciamis, Ada Fenomena Apa?

Redaktur Lintas JabarSeptember 21, 20264 menit baca133 dilihat
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA CIAMIS – Malam di Dusun Cimanem, Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah tegang pada Minggu (20/9/2026). Bukan satu, tetapi dua ekor king kobra Ciamis muncul hampir bersamaan di sekitar permukiman warga.

Keduanya memiliki panjang sekitar tiga meter. Salah satu ular bahkan masuk ke rumah warga dan bersembunyi di dalam toilet.

Kemunculan dua ular berbisa itu bukan sekadar membuat warga panik. Peristiwa tersebut menambah daftar kemunculan ular di permukiman Kabupaten Ciamis dalam beberapa pekan terakhir.

Dan pertanyaannya kemudian bukan lagi sekadar, dari mana ular itu datang.

Tetapi, mengapa semakin banyak ular terlihat mendekati rumah warga?

Satu masuk toilet, satu lagi ditemukan di halaman

King kobra pertama kali diketahui oleh Nana Kusmana (43), warga setempat.

Saat itu, seekor ular terlihat berada di pekarangan rumah. Reptil tersebut kemudian bergerak meninggalkan halaman dan masuk ke rumah tetangga.

Ular itu akhirnya bersembunyi di dalam toilet.

Situasi belum benar-benar reda ketika seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi memberi tahu warga bahwa terdapat ular lain di tepi jalan.

Setelah diperiksa, ular kedua ternyata juga merupakan king kobra dengan ukuran hampir sama.

Warga pun memilih tidak mengambil risiko dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkar Pos WMK Kawali kemudian datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan kedua king kobra tersebut memiliki panjang sekitar tiga meter.

Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan keselamatan warga dan petugas. Kedua ular akhirnya berhasil diamankan tanpa ada korban.

Bukan kejadian pertama di Ciamis

Kemunculan dua king kobra di Panawangan ternyata bukan peristiwa tunggal.

Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya lima kejadian ular masuk ke rumah warga dilaporkan terjadi di lima lokasi berbeda di Kabupaten Ciamis.

Jenisnya beragam. Selain king kobra dan kobra, terdapat pula ular cincin emas hingga jenis ular lainnya.

Beruntung, dari sejumlah kejadian tersebut tidak ada warga yang menjadi korban. Petugas Damkar Ciamis juga berhasil melakukan evakuasi terhadap ular-ular tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, misalnya, seekor ular cincin emas sepanjang sekitar 1,2 meter ditemukan masuk ke rumah warga di Kecamatan Cijeungjing. Ular tersebut bahkan sempat bersembunyi di belakang lemari.

Pada lokasi berbeda, petugas juga mengevakuasi king kobra sepanjang sekitar tiga meter yang ditemukan di area rumah warga Kecamatan Cipaku.

Rentetan kejadian itu membuat kemunculan ular di Ciamis bukan lagi sekadar insiden yang berdiri sendiri.

Kenapa ular mulai mendekati rumah warga?

Komunitas Animal Lovers Ciamis sebelumnya memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut.

Joehanes Liem mengatakan kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Saat cuaca panas dan kering, sejumlah lokasi yang biasanya menjadi tempat berlindung ular dapat ikut mengering.

Dalam kondisi seperti itu, ular dapat mencari lokasi lain yang lebih lembap dan tersembunyi.

Rumah warga kemudian bisa menjadi salah satu tempat yang dianggap sesuai, terutama apabila terdapat tumpukan barang, kayu, genteng, rumput tinggi atau bagian rumah yang jarang dibersihkan.

Menurut Joehanes, periode Agustus hingga November juga bertepatan dengan fase bertelur bagi sejumlah jenis ular. Pada periode tersebut, ular betina mencari lokasi yang dianggap aman, lembap dan tersembunyi.

Artinya, kemunculan ular di permukiman tidak serta-merta berarti ular tersebut sengaja β€œmendatangi” manusia.

Bisa jadi habitat di sekitarnya sedang berubah sehingga ular mencari tempat yang lebih sesuai untuk bertahan hidup.

Halaman rumah justru perlu mendapat perhatian

Kondisi ini membuat bagian rumah yang selama ini sering dianggap sepele perlu diperiksa kembali.

Tumpukan kayu, barang bekas, genteng, semak yang terlalu lebat hingga area lembap di belakang rumah dapat menjadi tempat persembunyian satwa.

Celah atau lubang pada bangunan juga sebaiknya diperiksa agar tidak menjadi jalur masuk.

Membersihkan lingkungan bukan berarti menjamin ular tidak akan muncul, tetapi dapat mengurangi tempat yang berpotensi menjadi persembunyian.

Terlebih bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan kebun, lahan terbuka atau kawasan yang masih memiliki vegetasi cukup lebat.

Jangan coba menangkap king kobra sendiri

Ada satu hal yang menjadi perhatian utama dari rentetan kejadian tersebut: jangan mencoba menangani ular berbisa seorang diri.

King kobra bukan jenis ular yang aman untuk didekati hanya karena terlihat diam.

Budi Rahmat mengimbau warga segera menjauh apabila menemukan ular berbisa di rumah atau lingkungan sekitar.

Warga diminta mengamankan orang-orang di sekitar lokasi dan menghubungi petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan peralatan serta keahlian yang sesuai.

Sebab dalam kasus seperti ini, keberanian mendekati ular justru bisa berubah menjadi persoalan baru.

Dua king kobra yang muncul di Panawangan memang sudah berhasil dievakuasi tanpa korban.

Namun kemunculan berulang ular berbisa di Ciamis memberikan pesan yang lebih luas: ketika musim berubah dan habitat mengering, batas antara ruang hidup satwa liar dan permukiman manusia bisa menjadi semakin tipis. (red)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaEmas Kembali Diburu Dunia, Muhammadiyah Ikut Masuk ke Babak Baru Ekonomi Berbasis Emas Berita SelanjutnyaBlusukan ke Sukabumi, KDM Temukan Pengerukan Tanah Diduga Ilegal
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza