Lewati ke konten
Selasa, 03 November 2026
Daerah

Jalan Pejalan Kaki di Dadaha Kembali ke Fungsinya, Warga Nyaman

Deny HeryantoAgustus 27, 20263 menit baca173 dilihat
Jalan Pejalan Kaki di Dadaha Kembali ke Fungsinya, Warga Nyaman
ADS BANNER
728 x 90

Lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA. Kenyamanan pejalan kaki di kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, mulai terasa setelah ruas jalan yang semestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki kembali dapat digunakan sesuai fungsinya.

Sebelumnya, ruang tersebut dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk berjualan. Kondisi itu membuat ruang yang seharusnya menjadi area pergerakan pejalan kaki menjadi lebih sempit dan kurang leluasa.

Setelah dikembalikan kepada fungsi awalnya, masyarakat dapat berjalan dengan lebih nyaman. Kawasan Dadaha pun terasa lebih lapang dan tertata, terutama bagi warga yang datang untuk berolahraga maupun sekadar menikmati suasana ruang publik.

Nani Nuryani: Sekarang Lebih Nyaman untuk Berjalan

Saat diwawancarai wartawan Asep Arip M., Nani Nuryani (60) mengaku senang melihat ruang untuk pejalan kaki kembali dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Menurut Nani, keberadaan pedagang di ruang tersebut sebelumnya membuat pejalan kaki harus menyesuaikan jalur ketika melintas.

“Sekarang lebih nyaman untuk berjalan. Jalannya lebih leluasa karena tempat yang untuk pejalan kaki memang digunakan untuk berjalan,” ujar Nani Nuryani saat diwawancarai wartawan Asep Arip M.

Nani berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat yang datang ke Dadaha memiliki ruang yang nyaman untuk berjalan kaki.

“Mudah-mudahan bisa terus seperti ini. Pedagang juga bisa berjualan di tempat yang sudah disediakan, sementara pejalan kaki punya tempat sendiri. Jadi semuanya sama-sama nyaman,” katanya.

Bagi Nani, penataan tersebut bukan berarti menghilangkan aktivitas pedagang, melainkan mengatur agar setiap kegiatan berlangsung sesuai dengan ruang dan fungsinya.

Agus Fauzi: Ruang Publik Harus Dikembalikan Sesuai Fungsinya

Plt Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Porabudpar) Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, S.PT., M.Si., turut memberikan respons terkait kondisi kawasan Dadaha.

Menurut Agus, ruang publik harus dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan peruntukannya. Pejalan kaki membutuhkan ruang yang aman dan nyaman, sementara aktivitas perdagangan juga perlu ditempatkan pada area yang sesuai.

“Kita ingin kawasan Dadaha ini nyaman untuk semua. Ruang yang memang diperuntukkan bagi pejalan kaki tentu harus dikembalikan kepada fungsinya, sehingga masyarakat bisa berjalan dengan aman dan nyaman,” ujar Agus Fauzi.

Ia menilai penataan kawasan tidak semata-mata bertujuan menertibkan pedagang, tetapi juga menciptakan keteraturan agar seluruh masyarakat dapat menikmati ruang publik.

“Prinsipnya bagaimana kita menata kawasan ini supaya semua bisa beraktivitas dengan baik. Pejalan kaki mendapatkan ruangnya, pedagang juga mendapatkan tempat yang sesuai, sehingga tidak saling mengganggu,” katanya.

Agus berharap masyarakat ikut menjaga kondisi tersebut setelah ruang pejalan kaki kembali berfungsi.

“Yang paling penting adalah kesadaran bersama. Ketika ruang publik sudah ditata, mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dadaha Lebih Nyaman Saat Ruang Pejalan Kaki Tak Lagi Dipakai Berjualan

Dadaha merupakan salah satu kawasan yang banyak dimanfaatkan masyarakat Kota Tasikmalaya untuk berolahraga dan melakukan aktivitas bersama.

Karena itu, keberadaan ruang khusus pejalan kaki menjadi bagian penting dari kenyamanan kawasan.

Ketika ruang tersebut digunakan untuk berdagang, pejalan kaki harus berbagi ruang dengan aktivitas lain. Sebaliknya, ketika ruang dikembalikan kepada fungsi semula, masyarakat dapat berjalan lebih leluasa.

Penataan seperti ini juga memperlihatkan bahwa kenyamanan ruang publik tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas baru. Mengembalikan fungsi ruang yang sudah ada juga menjadi langkah penting dalam menciptakan kawasan kota yang lebih tertib dan ramah bagi masyarakat.

Bagi Nani Nuryani, perubahan itu sederhana tetapi terasa langsung.

Ruang yang sebelumnya dipenuhi aktivitas berdagang kini kembali menjadi ruang untuk berjalan. Langkah warga pun menjadi lebih lapang.

Pada akhirnya, wajah Dadaha yang nyaman bukan hanya dibentuk oleh bangunan dan fasilitasnya, tetapi juga oleh kesadaran untuk menempatkan setiap aktivitas pada ruang yang semestinya.

Pejalan kaki membutuhkan ruang untuk berjalan. Pedagang membutuhkan ruang untuk berjualan. Ketika keduanya ditempatkan sesuai fungsinya, ruang publik menjadi lebih nyaman untuk semua.

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaProyek Tak Ada, Rp286 Juta Tak Kembali: Jaksa Kejati Jabar Dilaporkan Berita SelanjutnyaPetani Tasikmalaya Tak Bisa Menunggu Bantuan, Air Dicari Sendiri
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza