Lewati ke konten
Daerah

Sanggar Seni Sekar Manis Bawa Rahasia Situ Gede ke Panggung Jawa Barat

Deny HeryantoAgustus 20, 20263 menit baca161 dilihat
Sanggar Seni Sekar Manis Bawa Rahasia Situ Gede ke Panggung Jawa Barat
ADS BANNER
728 x 90

Lintasjabar.id, BERITA DAERAH. Malam mulai turun ketika sejumlah pelaku seni berkumpul di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026). Perlengkapan pertunjukan disiapkan. Para penari bersiap. Malam itu, Sanggar Seni Sekar Manis tidak sekadar berangkat menuju Bandung.

Mereka membawa cerita.

Sanggar Seni Sekar Manis di bawah binaan Momon tersebut dipercaya mewakili Kota Tasikmalaya dalam Festival Seni Kreasi Jawa Barat. Rombongan berangkat sekitar pukul 20.00 WIB menuju Taman Buaya, Jalan Bukit Dago Selatan Nomor 53A, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Pelepasan dilakukan Plt Asisten Daerah Kota Tasikmalaya Drs. Ade Hendar, M.M., yang hadir mewakili Wali Kota Tasikmalaya. Turut hadir Agus Fauzi, S.PT., M.Si., Plt Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Porabudpar) Kota Tasikmalaya.

Tokoh Kota Tasikmalaya, A Koko, juga terlihat hadir memberikan dukungan kepada rombongan.

Bagi para seniman, perjalanan malam itu menjadi bagian dari tanggung jawab membawa nama daerah. Di dalam kendaraan yang bergerak menuju Bandung, ikut pula sebuah karya yang akan menjadi identitas Tasikmalaya di atas panggung.

Sanggar Seni Sekar Manis Bawakan β€œRahasia Wawangi Situ Gede”

Dalam Festival Seni Kreasi Jawa Barat, Sanggar Seni Sekar Manis akan membawakan sendratari bertema β€œLegenda” berjudul β€œRahasia Wawangi Situ Gede.”

Karya tersebut mengangkat cerita yang terinspirasi dari Situ Gede. Melalui sendratari, kisah tersebut diterjemahkan menjadi perpaduan gerak, musik, busana, tata cahaya dan cerita.

Dalam sinopsis pertunjukan, kisah berangkat dari air mata seorang ibu. Air mata itu bukan sekadar tetesan yang jatuh ke bumi, tetapi menjadi bagian dari jejak kasih sayang yang kemudian hidup dalam sebuah cerita.

Di tangan para seniman, cerita tersebut tidak berhenti sebagai legenda yang hanya dituturkan. Ia dihidupkan kembali melalui tubuh para penari dan irama musik pengiring.

Momon Suanda Geni bertindak sebagai sutradara, sementara koreografi digarap Sakinnatun Nisa, S.Tr.Sn. Penata gending dipercayakan kepada Handika Rahman S., S.Sn., sedangkan penata kostum adalah Shofa Nabilah Darmawan, SmSn.

Pertunjukan tersebut juga melibatkan sejumlah pendukung, mulai dari penari, pemusik, juru kawih, juru catur, penata rias, lighting hingga dokumentasi.

Para penari yang terlibat di antaranya Natalia Indah Pratiwi, Nissa Fitriani, Noviana Azzahra Duchtir, Adinda Aisyah Khoirunnisa, Salma Nurul Sa’adah, Syafa Aprillia Andhini, Intan Setiawan, Sawitri Sabilla Oktafiani dan Nadifa Kaila Salsabila.

Musik pertunjukan diperkuat sejumlah pemusik, di antaranya Muhammad Royan Zamzami, S.Sn., Sansan Setiansyah, S.Sn., Cecep Winanda, Herdiana Nurhidayat, Alwan Nursecha, Ilyasa Sabani Setiawan, Hilman Muhammad Fauzi, Adrian Putra Abdee Syakur Aziz, Nizar Rasidin, Gilang Purnama dan Susanto, S.Pd.

Semua unsur tersebut dipadukan untuk menghadirkan Rahasia Wawangi Situ Gede sebagai sebuah pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa cerita budaya Tasikmalaya.

Membawa Cerita Tasikmalaya ke Panggung Jawa Barat

Keikutsertaan Sanggar Seni Sekar Manis menjadi ruang bagi para seniman Tasikmalaya untuk memperkenalkan karya sekaligus menunjukkan kekayaan seni budaya daerah.

Bagi sebuah sanggar seni, tampil dalam festival tingkat Jawa Barat bukan sekadar persoalan berada di atas panggung. Ada nama daerah yang ikut dibawa. Ada proses latihan yang harus dipertanggungjawabkan. Ada cerita lokal yang ingin disampaikan kepada penonton.

Di situlah nilai human interest dari perjalanan ini terasa.

Para seniman tidak hanya membawa perlengkapan pertunjukan dari Tasikmalaya menuju Bandung. Mereka membawa identitas daerah dalam bentuk karya.

Festival Seni Kreasi Jawa Barat pun menjadi ruang pertemuan antara kreativitas dan tradisi. Cerita tentang Situ Gede dikemas dalam bahasa seni yang lebih dekat dengan penonton masa kini.

Ketika lampu panggung menyala, musik mulai dimainkan dan para penari bergerak, legenda itu mendapatkan kehidupan baru.

Situ Gede tidak hanya hadir sebagai sebuah tempat, tetapi berubah menjadi cerita yang bergerak di atas panggung.

Dari Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya menuju Bandung, Sanggar Seni Sekar Manis membawa satu harapan sederhana: agar seni budaya tetap hidup, cerita lokal tidak hilang ditelan zaman, dan nama Kota Tasikmalaya semakin dikenal melalui karya para senimannya. (DH)

ADS BANNER
728 x 90

Deny Heryanto

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita SebelumnyaKejari Ciamis Kembalikan Rp1,14 Miliar Uang Korupsi ke Negara Berita SelanjutnyaKDM Rombak BUMD Jabar, Semua Masuk Sangga Buana Kecuali BJB
ADS BANNER
728 x 90

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lisensi theme belum aktif Powered by Ahza