Tasikmalaya: Sirene Meraung di Makodim 0612, Prajurit Adu Nyali Jinakkan Api
- account_circle Redaktur Lintas Jabar
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lintasjabar.id, BERITA TASIKMALAYA — Suasana Kodim 0612/Tasikmalaya mendadak berubah drastis, Rabu (6/5/2026). Sirene meraung keras, puluhan prajurit berlarian ke lapangan, bukan untuk perang, melainkan menghadapi simulasi kebakaran bersama tim pemadam.
Latihan damkar ini menghadirkan langsung tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya, memberikan pelatihan intensif kepada prajurit tentang cara menjinakkan “si jago merah”.

Dari Teori ke Aksi Nyata
Kegiatan dipantau langsung oleh Imvan Ibrahim selaku Dandim 0612/Tasikmalaya. Turut mendampingi, jajaran staf operasi yang memastikan seluruh rangkaian berjalan serius dan terarah.
Instruktur Damkar terlebih dulu mengenalkan berbagai peralatan utama, mulai dari selang, nozel, hingga mobil pemadam. Namun latihan ini tidak berhenti di teori.
Para prajurit langsung diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap—helm, baju tahan api, hingga sepatu boot—sebelum turun ke simulasi.
Simulasi Panas, Latihan Serius
Puncak latihan terjadi saat sesi praktik. Sirene kembali meraung, menandai dimulainya simulasi darurat.
- Satu per satu prajurit melakukan:
- teknik gulung selang cepat
- pengaturan tekanan air
- hingga simulasi naik kendaraan damkar
Keringat bercucuran, wajah tegang, fokus penuh. Situasinya dibuat semirip mungkin dengan kondisi kebakaran nyata.
Instruktur dari tim Damkar yang dipimpin Aam Gunawan menekankan pentingnya kerja sama tim.
“Memadamkan api bukan sekadar menyemprot air. Dibutuhkan ketenangan, keberanian, dan koordinasi,” tegasnya.
- Dalam simulasi itu, setiap personel punya peran:
- Komandan regu sebagai pengambil keputusan
- Operator menjaga mesin dan suplai air
- Helper memastikan selang tetap stabil
Prajurit Teritorial Harus Siap Segalanya
Dandim menegaskan bahwa latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan nyata di lapangan.
Menurutnya, prajurit teritorial yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat harus siap menjadi respon pertama saat terjadi bencana, termasuk kebakaran.
“Beberapa detik bisa menjadi penentu antara keselamatan dan bencana. Kemampuan ini wajib dimiliki,” ujar Imvan.
Bukan Hanya Angkat Senjata
Latihan ini menjadi bukti bahwa tugas prajurit tidak terbatas pada pertahanan saja. Mereka juga dituntut sigap dalam situasi darurat kemanusiaan.
Kini, prajurit Kodim 0612/Tasikmalaya tak hanya terlatih menggunakan senjata, tetapi juga siap mengoperasikan selang pemadam, menghadapi api, dan menyelamatkan nyawa.
Di balik kobaran api, yang diuji bukan hanya kemampuan teknis—tetapi juga keberanian, kekompakan, dan kesiapan bertindak di detik krusial. (dh)
- Penulis: Redaktur Lintas Jabar

Saat ini belum ada komentar