Lewati ke konten
Olahraga

Swiss vs Kolombia: Dua Penalti Gagal Kubur Mimpi Kolombia

Redaktur Lintas JabarJuli 8, 20263 menit baca88 dilihat
Swiss vs Kolombia
ADS BANNER
728 x 90

lintasjabar.id, BERITA PIALA DUNIA 2026. — Kolombia tersingkir secara dramatis setelah kalah adu penalti 3-4 dari Swiss dalam laga fase gugur Piala Dunia, Rabu, 8 Juli 2026 dini hari WIB.

Laga Swiss vs Kolombia sebenarnya tidak menghasilkan gol selama 120 menit. Skor 0-0 bertahan dari waktu normal hingga waktu tambahan. Namun bagi Kolombia, kekalahan ini terasa lebih pahit karena mereka sempat punya cukup banyak tekanan, terutama pada paruh pertama.

Kolombia memulai pertandingan dengan lebih agresif. Pada paruh pertama, Kolombia mencatat 5 tembakan, sementara Swiss hanya 2. Kolombia juga unggul tendangan sudut 4 berbanding 1 dan memegang penguasaan bola 51 persen.

Secara alur permainan, Kolombia terlihat punya niat menyerang lebih besar pada awal laga. Namun masalah lama muncul: tekanan tidak selalu sama dengan gol. Mereka mampu membawa bola ke area berbahaya, tetapi belum cukup tajam untuk menuntaskan peluang.

Swiss justru bermain lebih sabar. Mereka tidak terburu-buru mengejar gol. Tim tersebut memilih menjaga bentuk permainan, menutup ruang, lalu menunggu momen. Strategi itu membuat Kolombia mulai kesulitan menemukan celah bersih.

Pada paruh kedua, arah pertandingan sedikit berubah. Swiss mulai lebih banyak menguasai bola dengan 56 persen penguasaan. Mereka juga mencatat 4 tembakan pada babak kedua. Kolombia hanya membuat 2 tembakan di periode yang sama.

Meski begitu, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol. Tidak ada kesempatan besar yang benar-benar berubah menjadi gol. Laga pun masuk ke waktu tambahan dengan ketegangan yang makin terasa.

Kolombia melakukan sejumlah perubahan untuk menyegarkan serangan. Juan Quintero dan Jaminton Campaz masuk pada menit ke-66. Cucho Hernandez dan Richard Rios juga dimainkan pada menit ke-82. Di ujung waktu tambahan, Yerry Mina masuk pada menit ke-119.

Namun semua perubahan itu tidak mampu mengubah skor. Pertandingan akhirnya harus diselesaikan lewat adu penalti. Di sinilah mimpi Kolombia mulai runtuh.

Juan Quintero sebenarnya membuka adu penalti dengan sempurna untuk Kolombia. Ia menjadi salah satu pemain terbaik Kolombia dalam laga ini dengan rating 7,5. Tetapi setelah itu, tekanan mulai menyerang barisan eksekutor Kolombia.

Davinson Sanchez gagal mencetak gol setelah bolanya membentur mistar gawang. Kegagalan itu menjadi pukulan pertama bagi Kolombia. Swiss kemudian memanfaatkan situasi melalui eksekusi Granit Xhaka dan Zeki Amdouni.

Kolombia sempat menjaga peluang lewat Jaminton Campaz. Namun ketika Cucho Hernandez maju sebagai eksekutor, Gregor Kobel membaca arah bola dengan baik dan menggagalkan tendangan tersebut. Dua penalti gagal dari Sanchez dan Hernandez menjadi luka paling dalam bagi Kolombia.

Luis Diaz sempat menjaga harapan dengan eksekusi sukses. Tetapi Swiss tetap lebih dingin. Cedric Itten dan Ruben Vargas menjalankan tugasnya dengan baik, membuat Swiss menang 4-3.

Bagi Kolombia, kekalahan ini bukan sekadar soal kalah adu penalti. Ini adalah cerita tentang tekanan yang gagal diselesaikan, peluang yang tidak dimaksimalkan, dan dua eksekusi yang mengubah arah nasib.

Swiss melaju. Kolombia tersingkir. Dalam sepak bola, kadang 120 menit tidak cukup untuk memisahkan dua tim. Tapi satu tendangan penalti yang gagal bisa cukup untuk menghancurkan mimpi. Kejam? Memang. Namanya juga adu penalti, bukan arisan RT. (AA)

ADS BANNER
728 x 90

Redaktur Lintas Jabar

Penulis konten digital dan jurnalis teknologi di AhzaNewsPro.

Berita Sebelumnya1.320 ASN Cirebon Terseret Fake GPS, Absensi Digital Tak Lagi Formalitas Berita SelanjutnyaGempa di Selat Sunda Jadi Alarm Kesiapsiagaan Jawa Barat
Iklan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *